
"Sayang,sudah !" Rengek Raya. Karena sejak tadi siang Devan terus mengeemut biji ketapangnya seperti bayi kehausan.
"Aku belum kenyang,kau harus bertanggung jawab karena aku harus berpuasa," Ucap Devan,melepaskan biji ketapang sebelah kiri kemudian berpindah mengeemut biji ketapang yang sebelah kanan,begitu juga tangannya ikut andil memelintir bergantian.
"Kenapa harus berpuasa ?" Tanya Raya,sambil memejamkan matanya,merasakan sensasi geli-geli enak.
"Karena sarung golokku harus diistirahatkan dulu," Ucap Devan sedikit tidak jelas karena mulutnya di sumpal biji ketapang.
Dan Raya pun akhirnya mengerti.
"Lalu,suami ku ini apa tidak menginginkannya?" pancing Raya.
"Ingin,tapi aku bisa menahannya," Ucap Devan.
"Yakin ?" tanya Raya,tangannya sambil mengelus si golok sakti yang sudah siap untuk diasah.
Raya semakin menggodanya,membuat si iman berubah menjadi si imin.
"Sayang, jangan menggodaku," Devan memejamkan matanya saat tangan Raya begitu nakal menoel-noel kepala botak golok saktinya.
"Enak enggak ?" Tanya Raya,Devan mengangguk cepat.
"Mau dibikin lebih enak ?" Devan mengangguk lagi.
"Ahh Sshhh," Devan mengeluarkan suara laknatnya saat tangan nakal Raya masuk kedalam boxernya dan memegang gagang Golok yang super besar itu.
Tangan Raya maju mundur,naik turun mengurut golok itu dengan gerakan sensual.
Kepala botak si golok mengangguk-anggukan kepalanya,bertanda jika si golok sudah siap masuk kedalam sarung sempitnya.
Devan dengan cepat menindih tubuh Raya dan mencium bibir Raya dengan sangat rakus.
"Eughhhh," Raya menggeliat disela ciuman nya,ketika jari-jari Devan memelintir biji ketapang itu bergantian.
"Ahh,sayang," Racau Raya,tangannya pun masih aktif mengurut golok sakti itu yang sudah mulai mengamuk karena ingin segera diasah.
"Sayang,bolehkah aku masuk ?" tanya Devan dengan nafas yang sudah memburu. Ia menatap Istrinya dengan tatapan yang sayu, menandakan jika dirinya tengah dilanda gairah yang membara.
"Iya ahhhh,Ommm emmm," Racau Raya,saat Devan menghisap biji ketapangnya dengan kuat.
"Tapi akan lebih sakit lagi," Ucap Devan,tidak ingin memaksakan diri.
"Tidak apa-apa aku bisa ahhhh emm menahan aahh Sayang," Raya berucap dengan susah payah,ketika merasakan kenikmatan di bawah sana. Devan memainkan biji kacang yang tumbuh di dekat pintu sarung sempit.
"Sekarang sayang,sekarang please," Raya dibuat Frustasi oleh Devan karena suaminya itu tidak mengehentikan aksinya.
"Belum cukup basah," Ucap Devan memburu,kemudian melahap bagian inti istrinya dengan sangat rakus.
"Awhh ahhh sayang Shhhh," Raya terus mengeluarkan suara laknat nya membuat Devan semakin bersemangat.
Devan memainkan lidah dan jarinya di bawah sana,ia ingin memuaskan istrinya dan membuat istrinya mencapai pelepasan dulu,barulah dia akan memasukinya.
__ADS_1
"Please sekarang," Rengek Raya,tapi Devan tidak mendengarkan ucapan istrinya. Ia terus mellumat bagian inti Raya dengan sangat rakus.
"Arggghhj,aku ahhhhhh," Raya mengejan bahkan ia sampai membusungkan badannya.
Devan menjauhkan wajahnya saat Raya akan mencapai pelepasan pertama.
Nafas Raya terengah-engah ketika ia merasakan pelepasan pertama yang begitu nikmat.
Devan meraba pintu sarung sempit yang sudah banjir.
"Sekarang," Raya mengangguk. Devan pun mengarahkan goloknya menuju sarung sempit yang membuatnya mabuk kepayang.
Bless
"Argghh,Sttttt," Raya memekik sakit,saat golok itu sudah tertanam sempurna. Dengan cepat Devan membungkam bibir Raya dan ********** lembut,agar istrinya tenang.
Setelah Raya sedikit tenang dan bisa menerimanya,barulah Devan melepaskan ciuamannya itu.
"Sakit ?" Raya menggeleng. "Sedikit pedih mungkin karena belum terbiasa dengan milikmu," Ucap Raya tersenyum,kemudian mellumat bibir seksih suaminya itu dengan penuh gairah.
Devan menggerakkan pinggulnya dengan sangat pelan agar istrinya tidak tersakiti.
"Auhh emm ahh Sayang, Aku mencintaimu," Racau Raya,ia merasakan hentakan Devan begitu pelan dan dalam.
Nikmat hingga terasa ke ulu hati. Bahkan Raya sampai menitihka air matanya karena begitu nikmat yang ia rasakan di penyatuan itu.
"Aku juga sangat mencintaimu," Balas Devan kemudian ia mellumat bibir merah ceri itu yang sudah terlihat membengkak.
"Mau coba gaya lain," Tanya Devan dan Raya pun mengangguk malu.
Devan dengan penuh semangat membolak-balikan tubuh istrinya mencoba berbagai gaya,dan Raya pun hanya bisa pasrah dan menikmati setiap hentakan dan hujaman yang di berikan oleh Devan.
Hingga mereka mencapai puncak bersama dengan gaya DG.Style.
"Terimakasih sayang," Ucap Devan,melabuhkan kecupan dan gigitan kecil di punggung mulus istrinya.
Jika di kamar hotel pengantin baru itu telah terjadi asah mengasah golok,berbeda dengan kamar pengantin lama yang terlihat sunyi.
Xander menatap langit-langit kamar nya sambil membayangkan istri cantiknya.
"Hah," Dan berulang kali juga Xander menghela nafasnya.
"Aku sepi tanpamu," Gumam Xander. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran Jeje di sampinganya. Apa lagi ia sudah terbiasa memeluk dan mengelus perut istrinya itu sebelum tidur.
Dirinya bagai kumbang yang kehilangan bunganya,ia menjadi tak punya arah tujuan karena sari madunya tidak ada di sisinya malam ini.
Lebay ah,Daddy. 😝
"Hah," lagi-lagi Xander menghela nafasnya lagi. Kali ini ia memeluk guling sambil membayangka, betapa empuknya jika yang di peluk adalah istrinya. 😆
Kemudian Xander mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk istrinya.
__ADS_1
'Sayang,apa kau merindukan ku ?' Isi pesan Xander.
'Tidak !' balas Jeje.
Padahal Jeje sendiri pun tidak bisa tidur,karena merindukan pelukan hangat suaminya.
'Hei,kau jahat sekali sih. Aku tidak bisa tidur tanpa memeluk dirimu.'😭
'Berlebihan ! 20 tahun tanpa ku. Daddy bisa tidur sendirian.' Balas Jeje.
'Itukan dulu. Jika sekarang kau adalah canduku.' Xander.
'Sudah malam Dad,tidurlah aku mencintaimu.'😘 Balas Jeje.
Sedangkan Jeje yang tengah berbaring di samping Oma Airin,terkekeh geli karena sikap suaminya yang terlalu lebay.
"Kau merindukan suamimu ?" Tanya Oma Airin.
"Tidak Mom," Jeje menggeleng cepat.
"Bagus ! Biarkan suami mu merasakan pedangnya karatan karena tidak di asah satu malam," Ucap Oma Airin.
"Mom," Jeje bersemu merah.
"Sudah ayo tidur ! Atau jangan-jangan kau juga merindukan ingin mengasah pedang suami mu itu ?" Tanya Oma Airin,dengan tatapan menyelidik.
"Tidak Mom,aku ngantuk ingin tidur," Jeje segera menarik selimutnya lagi hingga sebatas leher.
"Baguslah."
"Iya,Mom. Selamat malam mimpi indah Mom," Ucap Jeje mulai memejamkan matanya.
"Berdoa dulu sebelum tidur,agar kau tidak di culik sama dedemit," Oma Airin menepuk tangan Jeje agar Jeje bangun dan berdoa.
"Mom ! Siapa yang ingin menculikku ? Apa tadi dedemit ?" Tanya Jeje.
"Tentu saja suami mu siapa lagi," Ketus Oma Airin.
"Ayo berdoa," Oma Airin memimpin Doa.
"Ya tuhan,lindungi menantu dan ke empat cucuku yang botak itu agar tidak di culik dedemit berwajah bule."
"Mana ada doa seperti itu," Protes Jeje.
"Sudah diam dan sekarang tidur. Jangan khawatir Mom sudah memasang alarm anti maling di pintu kamar agar kau tidak di culik lagi. Ha ha ha ha," Oma Airin tertawa jahat.
"Ya Tuhan," Jeje menepuk jidatnya.
Segitunya Oma,ngerjain Daddy 🤣
Jangan lupa vote dan hadiahnya,like dan komentarnya jangan lupa ya 😘
__ADS_1