
Bagaimana kabar kalian semua hari ini ? Kangen enggak sama Emak ?.😁
Mohon maaf ya,kemarin Up cuma 1 bab,pasti kalian semua nungguin kan,hehee.
Kemarin Emak,ada acara keluarga di Kalideres dan pulang ke Tangerang udah jam 11 malam,jadi udah enggak sempat buat ngetik,karena badan udah capek di tambah si bocil juga rewel banget jadi ya gitu deh. Heehe
Sebelum lanjut, Yuk ! Kasih Vote dan hadiah, terus like dan komentarnya,biar tambah rame. Hu hu hu ratingnya turun lagi nih.☹
Malam hari di Kediaman keluarga Clark,tepatnya di ruang tengah
Xander dan Devan saling menatap tajam,raut wajah kedua pria tampan dan Hot Itu terlihat kesal dan bercampur marah.
"Ini semua gara-gara kau !" Tuduh Xander sambil menatap tajam Devan,yang duduk berseberangan di Sofa ruang tengah.
"Aku ? Enak saja !" Protes Devan,sambil menyilangkan kedua tangannya di depan Dada yang polos lantaran ia baru selesai ngeGym.
Pasal nya,Raya mengajak Jeje untuk mogok mengasah pedang dan golok dengan waktu yang tidak dapat di tentu kan,Xander awalnya protes tapi ia tetap kalah dengan putrinya jika sudah marah.
"Daddy juga harus merasakan puasa asah mengasah pedang ! Salah siapa memerintahkan suamiku untuk menemui uget-uget gatel itu !" Ucap Raya,beberapa saat yang lalu.
"Daddy tidak--"
"Stopp !" Raya mengangkat telapak tangannya bertanda jika Xander harus diam.
"Malam ini,lubang belut Daddy disita sampai batas waktu yang tidak di tentukan !" Ucap Raya dengan nada tegas.
"Astaga ! Kau bisa membuat pedang Daddy karatan,Baby," Kesal Xander,sambil menatap putrinya dengan raut wajah yang frustasi.
"Gampang ! Tinggal kasih saja obat karat,pasti terhempas itu virus karatan nya," Ketus Raya,kemudian meninggalkan Ayahnya menuju Markas pertempuran 1.
Xander masih ternganga dengan ucapan putrinya yang absurd itu.
Dan disinilah Xander dan Devan berada,di ruang tengah sambil merenungi nasib senjatanya masing-masing yang akan terancam karatan.
Xander merebahkan tubuhnya di atas Sofa sambil menopang kepalanya dengan tangan kanannya.
Wajah Xander terlihat muram dan juga kesal kepada Menantunya.
Tak
Devan meletakkan botol susunya diatas meja dengan kasar,sudah menjadi kebiasaan Devan jika setelah ngeGym selalu meminum sebotol susu.😆
"Jangan menatapku seperti itu sialan !" Protes Xander dengan nada ketus,saat Devan menatapnya dengan intens.
"Ck,ayolah Dad. Mari kita berdamai dan memikirkan cara untuk membuat kedua wanita itu luluh lagi," Ucap Devan,sambil mengelap dadanya yang kekar dan berkeringat itu dengan handuk kecil.
__ADS_1
"Kau pikir mudah ? Tidak semudah itu verguso !" Sahut Xander kesal.
"Ini semua gara-gara Kau !" Xander kembali menyalahkan Devan.
"Aku lagi ? Ayo lah Dad--"
"Aku memang menyuruhmu untuk memutus kerja sama dengan wanita siluman itu tapi aku tidak menyuruhmu untuk menemuinya,dasar bodoh !" Potong Xander cepat ucapan menantunya itu.
"Iya tapi kan---"
"Pakai otakmu yang pintar itu ! Harus nya kau memerintahkan orang kepercayaan mu untuk menemuinya ! Sekarang lihat nasib kita dan senjata kita yang terancam karatan !!" Semakin Sewot saja Hot Daddy itu,membuat Devan bungkam dan membenarkan ucapan Ayah mertuanya itu.
Ah,iya. Kenapa aku begitu bodoh !. Umpat Devan dalam hati.
"Kau baru sadar jika kau bodoh ?!" Cibir Xander.
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Devan,tanpa memperdulikan ocehan Ayah mertuanya.
Xander hanya menaikan kedua bahunya cuek dan menatap Devan malas.
"Hah," Devan menghela nafas panjang.
Keduanya kini saling diam dan memikirkan cara untuk membuat para istrinya luluh.
A few moments later
"AHAA !! Aku ada ide !!" Seru Devan sambil menaikkan telunjuknya di dekat wajahnya.
"Aku punya ide,Dad !"
"Aku dengar ! Jadi katakan saja !" Xander nampak uring-uringan dan kepalanya terasa berdenyut nyeri.
"Bagaimana kalau kita minta pertolongan dari Oma ?" Ucap Devan sambil menatap Ayah mertuanya itu.
"Ide mu tidak terlalu buruk !" Xander baranjak dari duduknya.
"Mau kemana Dad ?" Tanya Devan.
"Tentu saja ingin menemui biang gesrek,ha ha ha ha," Xander secepat kilat berlari menuju kamar ibu nya
"Astaga !" Devan pun tidak mau kalah dan segera mengikuti Ayah mertuanya.
...♤♤♤♤♤♤...
"Kalian ini mau di kutuk menjadi batu ya !!!" Kesal Oma Airin,karena tidurnya terganggu oleh ulah anak dan cucu menantunya.
"Kau tidak takut masuk angin,malam-malam begini buka baju ?" Tanya Oma Airin,saat melihat Devan hanya mengenakan celana training panjang.
"He he he" Devan hanya tertawa renyah.
__ADS_1
"Oma yang cantik yang imut dan baik hati sedunia,tolong kami Oma," Rayu Devan dengan nada semanis mungkin.
"Oh,ya tuhan,selain tampan ternyata kau juga sangat manis," Ucap Oma Airin sambil mencubit kedua pipi Devan dengan kuat,membuat pria itu kesakitan.
"Mom !! Ayolah bantu kami," Ucap Xander tidak sabaran.
"Ck ! Kalian itu terlihat garang jika diluar ! Tapi mlempem kayak krupuk yang disiram air saat pawang kalian marah !" Sindir Oma Airin.
"Dasar suami takut istri," Cibir Oma Airin.
"Ayolah Oma,kau terlihat semakin keriput jika terus mengomel," Ucap Devan.
"Justru karena keriput ku ini menghasilkan banyak uang ! Apa kalian tidak tahu jika bulan ini aku dapat banyak endorsan ?". Ucap Oma Airin,sambil memperlihatkan ponselnya.
"Mom.!! curhatnya nanti saja ! Kami membutuhkan bantuan Mom saat ini," Keluh Xander dan di angguki Devan.
"Baik ! Mom akan membantu kalian tapi ada syaratnya," Oma Airin tersenyum jahat.
"Jangan aneh-aneh Mom," Protes Xander,karena ia yakin jika ibunya pasti meminta sesuatu di luar nalar.
"Mau atau tidak !!" Ucap Oma Airin memberikan dua pilihan.
Xander dan Devan saling pandang kemudian mengangguk.
"Mau !! Demi kesejahteraan si sarung sempit dan senjata tajam kami," Jawab Devan dengan lantang. Sepetinya Devan sudah tertular kegesrekan Oma Airin.
"Astaga !! Kalian ini ya !! Ha ha ha haaa benar-benar mesum !!!" Cibir Oma Airin.
"Sekarang katakan apa permintaan Mom ?" tanya Xander,sudah cemas. Berbeda dengan Devan yang terlihat biasa karena ia belum tahu dengan permintaan Aneh Oma nya tersebut.
"Yang pertama belikan sepatu kulit ikan bersisik Emas asli," Ucap Oma Airin,tersenyum senang sambil menatap Devan.
"What !!" Bukan Xander yang berteriak melainkan Devan.
Xander terkekeh saat melihat wajah kaget Devan.
"Oma yang benar saja,dari mana kami menemukan ikan sejenis itu ?" Tanya Devan.
"Di toko mas banyak !!" Jawab Oma Airin cuek,sedangkan Xander sudah tertawa terbahak.
"Kau pasti pusing dengan permintaan anehnya ! ha ha ha ahaa," Xander masih tertawa terbahak,sedangkan Devan menekuk wajah kesalnya.
"Diam kau Xander !!! Dan untuk mu,kau harus menjadi model pakaian nyentrik ku dalam satu minggu !" Ucap Oma Airin tak berperasaan.
"Whattt !!!" Kali ini Xander yang berteriak,dan Devan yang tertawa terbahak.
"Rasakan,ha ha ha ha," Devan menertawakan nasib malang ayah mertuanya.
"Momm !!" Rengek Xander.
__ADS_1
Ngebayangin Daddy pakai pakaian nyentrik yang ula-ulaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣