
Malam hari di kediaman keluarga Clark.
Terdengar suara tawa yang menggema di ruang tengah itu.
"Tertawa terus !!" Seru Xander.
Raya dan Devan tidak berhenti tertawa ketika melihat foto Ayahnya di ponsel Jeje.
"Ha ha ha ha,Daddy. Segitu bucinkah dengan mami," Tanya Devan,masih dengan tawanya.
"Kau akan tahu,saat Raya hamil nanti dan kau sebentar lagi akan merasakannya," Ucap Xander.
Tawa Devan seketika lenyap ketika mendengar ucapan Ayah mertuanya.
"Kau tidak akan seperti itu kan sayang ?" tanya Devan kepada Raya.
"Tergantung" Jawab Raya ambigu,membuat Devan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ha ha ha ha ha," kali ini Xander yang tertawa terbahak saat melihat wajah menantunya berubah pias.
"Aku berdoa,semoga Raya menyidam yang lebih parah dari ini," Ucap Xander.
"Ih ! Kalian ini. Yang namanya orang nyidam itu tidak bisa di prediksi dan orang nyidam kemaunannya harus di turuti kalau tidak sang bayi akan ileran ketika sudah lahir nanti," Jelas Jeje.
"Benarkah ?" tanya Raya dan Devan.
Xander menganggukan kepalanya, "Maka dari itu,aku selalu menuruti keinginan istriku,ya walaupun sedikit aneh," Jelas Xander sambil melirik sedikit Jeje yang duduk di sampingnya.
"Aneh ? Menurut Daddy aneh ? Berarti anak-anak Daddy aneh dong ?" Mode galak.
"Ah,maksudku--"
"Iya tadi daddy bilang aneh kan ? aku juga mendengarnya. Iya kan sayang ?" Sela Devan dan meminta persetujuan istrinya,dan Raya pun menganggukkan kepalanya.
"Devan !!!" Xander berkata pelan tapi penuh penekanan dan mata elangnya itu menatap Devan dengan tajam
"Daddy !! Menyebalkan !" Sungut Jeje,kemudian meninggalkan suaminya dan menuju kamar nya.
"Awas kau !" Xander menunjuk Devan dengan kesal,kemudian ia berlari mengejar istrinya yang tengah marah.
"Ha ha ha haa," Devan tertawa terbahak ketika Ayah mertuanya sudah tak terlihat.
"Ish,Sayang kenapa sih ?" Tanya Raya heran,melihat suaminya.
"Aku bahagia karena Daddy malam ini juga akan puasa mengasah pedangnya,ha ha ha haa," jawab Devan,masih tertawa terbahak.
"ish,Dasar menantu lucknut," Ucap Raya,kemudian tertawa bersama Devan.
Sial sekali nasibmu Dad.😆
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam Markas tempur satu.
Jeje yang duduk di tepi tempat tidur sambil menatap tajam Xander yang tengah duduk di dekat Jendela kamar.
__ADS_1
Xander pun sama menatap Jeje tapi dengan datar.
"Apa lihat-lihat !" Ucap Jeje,galak.
"Honey?" Panggil Xander,beranjak dari duduknya dan menuju ke istrinya.
"Stop ! Jangan mendekat. Aku malas sama Daddy," Sungut Jeje kemudian,naik keatas tempat tidur kemudian menarik selimut tebal yang ada di sana untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang,nanti kau sesak," Xander menarik paksa selimut yang membungkus tubuh istrinya tersebut.
"Ya !!" Pekik Jeje ketika selimutnya lolos dari genggamannya.
"Sudah melawan ya !" Ucap Xander dingin,dan itu membuat Jeje ketakutan.
"Maaf," Ucap Jeje,kemudian menutup wajahnya dengan bantal.
Xander membuang nafasnya kasar ketika melihat tingkah istrinya.
"Honey ?" Xander naik ke arena pertempuran kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang,karena posisi Jeje saat ini membelakanginya.
Tidak ada jawaban !.
"Sayang ?" Xander memanggil istrinya lagi,tapi kali ini mengguncang tubuh istrinya.
Xander panik dong,karena ia takut jika istrinya pingsan karena wajah Jeje tertutup bantal.
Dengan Cepat Xander menarik bantal yang ada di wajah Istrinya dan melemparkannya kesembarang arah.
"Sayang,hei ?" Xander panik,ia menggoyangkan wajah istrinya kekanan dan kekiri tapi tetap tidak ada respon dari istrinya.
"Sayang ?" Teriak Xander dengan kesal.
"Bakekkok !!" Seru Jeje,membuka matanya sambil tertawa terbahak.
"Sial !!! Kau membuatku takut !" Umpat Xander,kemudian beranjak dari atas area pertempuran,dan menatap tajam istrinya.
"Ha ha ha haa,I'm sorry dad. Come here daddy," Jeje,menggerakan jarinya. "Maaf,aku gemas dengan daddy jadi ya,kerjain dikit he he he," ucap Jeje tanpa merasa bersalah.
"No !" Tolak Xander,sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Jantung Xander masih berdetak sangat cepat,karena ulah istrinya itu.
Xander panik tapi ternyata dia kena Prank.😆
"Yakin ?" Jeje membuka tali piyama nya,dan nampaklah pemandangan pepaya gantung lengkap dengan Choco cips di pucuknya. Ditambah lagi Perut Jeje semakin membesar membuat ibu hamil itu terlihat semakin seksoy.
Glek
Xander menelan ludahnya kasar dan jangkunnya naik turun.
"Tidak !" Masih menolak.
"Uh,padahal. Anak-anak kita ingin di jenguk Daddynya," Ucap Jeje,melirik Xander yang masih sok jual mahal.
__ADS_1
Di tolak sayang,dianggurin apa lagi. Ini lagi pedang tidak tahu aturan. Batin Xander kesal karena pedangnya sudah mengangguk-anggukan kepala botaknya. 😆
"Gerah ya," Jeje mengibaskan telapak tangannya di dekat lehernya sambil mendongakkan kepalanya dan mencepol rambutnya keatas.
Glek
Jangkun Xander naik turun lagi,ketika melihat Leher jenjang istrinya. Bibirnya terasa sangat gatal ingin sekali ia memberin tanda di leher putih dan mulus tersebut.
Jeje semakin gencar menggoda suaminya.
"Dad,apa Ac nya tidak menyala ? Aduh gerah," Keluh Jeje,kemudian membuang piyama satin ke sembarang arah.
Glek
Xander menelan ludahnya kasar lagi,ketika melihat tubuh indah istrinya yang sudah setengah telan•jang,karena Jeje kini hanya memakai Underware saja.
Sial,aku yang semakin kepanasan. Batin Xander,dan Pedang pamungkasnya sudah menganggukan kepala botaknya sambil bersorak 'hore,sarung sempit kita ketemu lagi'.
"Pakai bajumu !" Ucap Xander,memalingkan wajahnya.
Keringat dingin mengalir deras di pelipis Xander,ketika Ia menahan hasratnya.
Sial ! buat apa coba sok jual mahal !. Itukan istrimu,ayo sikat . Ucap si kepala botak yang sudah ngiler di bawah sana.
"Gerah Dad! Apa daddy tidah gerah ? Lihat keringat Daddy seperti biji jagung," ucap Jeje dengan nada sensual.
Aku sudah seperti Ja•bla*. Batin Jeje kesal. Karena suaminya sepertinya benar-benar marah dengan nya.
"Tidak ! ini air," Ucap Xander,sambil mengusap keningnya.
"Baiklah Aku menyerah," Ketus Jeje,kemudian ingin mengambil piyamanya yang teronggok diatas lantai.
"Kau mau apa ?" Tanya Xander.
Tapi Jeje tidak menjawab.
"Loh kok pakai baju lagi ?" Tanya Xander,sudah mulai cemas.
"Takut masuk angin ! Lagian Daddy juga sudah tidak tertarik dengan tubuhku yang sudah mengembang ini," ketus Jeje.
Ah sial ! Kenapa jadi begini ?. Batin Xander kesal karena niatnya ingin jual mahal dulu malah gagal.
"Sayang bukan begitu," Xander segera membuka pakaiannya sendiri hingga polos kemudian Xander naik keatas tempat tidur dan meraih tangan Jeje.
"Pegang,dia saja sudah tegang dan ingin diasah," Ucap Xander,sambil meletakkan tangan Jeje di pedang panjangnya.
"Besar dan kenyal," Ucap Jeje spontan.
"Mau di colek atau di celup ?" Tanya Xander sensual.
"Di celup aja Dad," Jawab Jeje.
Dan kemudian
Lanjutannya besok 🤪🤪🤪
__ADS_1
Emak ngantuk banget tahu😆😆😆
Tambahin Vote dan hadiahnya ! Awas kalau enggak 👊