My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Di ikat atau di bungkus saja


__ADS_3

"Ada apa Dad ?" Tanya Jeje pada suaminya,saat Xander melihat ponselnya dengan serius.


"Raya,Ada sedikit masalah" Jawab Xander tanpa mengalihkan tatapannya dari ponselnya itu.


"Apa serius? Jika iya kita kembali saja ke Jakarta" Ucap Jeje sedikit khawatir,karena melihat Ekspresi suaminya terlihat sangat serius.


"Tidak sayang,hanya masalah kecil" Jawab Xander,memeluk istrinya dari samping.


"Benar ?" Xander mengangguk dan menceritakan jika Raya mengirimkan sebuah pesan suara ke ponselnya dan menjelaskan masalahnya kepada istrinya.


"Astaga Dad ! Sebaiknya kita kembali" Ucap Jeje cemas. Cemas karena takut perusahaan Xander merugi.


"No ! Itu hanya masalah kecil dan perusahaanku tidak akan rugi" Ucap Xander,tahu apa yang di pikirkan istrinya.


"Tapi Dad-".


"Sttttt"Xander menempelkan jari telunjuknya di depan bibir mungil itu. "Percayalah ! Kita disini fokus untuk membuat adik untuk Raya,jadi singkirkan segala hal yang mengganggu pikiranmu itu" Ucap Xander,membuat Jeje tersipu malu.


"Ingat suami mu ini adalah pria yang berkuasa" Lanjutnya dengan nada sombong.


"Cih ! dasar sombong" Umpat Jeje dengan kesal.


"Heii !! Memang itu kenyataa nya" Teriak Xander saat istrinya menjauh.


Jeje hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menjauhi suaminya menuju kolam renang,Jeje melepaskan kain yang menempel di tubuhnya dan hanya menyisakan penutup bagian atas dan bawahnya.


Byurr


Jeje menceburkan dirinya kedalam kolam renang.


Xander menatap istrinya dari kejauhan dengan tersenyum liciknya.


Jeje berenang dengan asiknya tanpa mengetahui ada sesuatu yang mengintai di bawah air sana.


"Argghhhhhh" Jeje menjerit saat merasakan ada yang meraba pahanya.


"Dadddy !!".


"Yes,Honey" Ucap Xander dengan tatapan yang siap memangsa.


"No ! Big No Dad ! Bukankah kau sudah berjanji jika kau akan memberikan ku libur sehari !".


"Di tunda dulu ! Karena pedang ku minta diasah lagi" Bisik Xander sensual.


"Sepertinya Bercinta di dalam air akan lebih seru" Ucap Xander menyeringai nakal dan mendapat pelototan tajam dari istri kecilnya.


Secepat kilat ia melucuti dua penutup yang menempel di tubuh istrinya sedangkan dirinya sudah polos sebelum memasuki kolam tersebut.


"Ah,Dadd" Pekik Jeje saat punggungnya di benturkan di dinding kolam renang itu.


"Emmm" Jeje menggigit bibir bawahnya saat pedang pamungkas sakti mandra guna itu mulai menerobos bagian intinya.


"Arghhhhh Honey !!" Xander memejamkan matanya. Ia merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat saat pedang nya di lahap sepenuhnya oleh kelembutan istrinya.


Detik Selanjutnya hanya terdengar kecipak-kecipak air kolam yang meluber karena ulah pasangan suami istri yang tengah mengejar kenikmatan itu hingga keduanya mencapai pucak kenikmatan yang tiada tara.


"Dad ! Kaki ku kram" Rengek Jeje,saat merasakan salah satu kakinya sakit.


"Maafkan aku sayang" Ucap Xander lalu merengkuh tubuh Jeje.

__ADS_1


"Iya tapi lepaskan pedangmu itu ! Rasanya sangat mengganjal " Kesal Jeje pada Xander.


"Nanti jika sudah di dalam kamar" Ucap Xander menyeringai nakal,lalu menggendong Jeje seperti koala karena pedangnya masih menancap sempurna di dalam sana.


What ! Di dalam kamar ? Apa akan ada ronde kedua ?. pikir Jeje.


"Ah Dad" Desah Jeje.


"Jangan menggodaku sayang".


"Siapa yang menggodamu ! Pedang mu itu menusuk-nusuk enak" Kesal Jeje dengan kejujurannya.


Xander tergelak saat mendengar pengakuan istrinya.


"Apa kau ingin lanjut ronde kedua ?" Tanya Xander,dan mendudukan Jeje diatas meja rias dan tentu saja pedangnya masih disana.


Xander sengaja menggoda istrinya sambil menggerakan pinggulnya maju mundur.


"Ssshhhh Dadd,jangan menggodaku,lakukan dengan benar".


"Owhh,sekarang istri polosku jadi mesum sekali" Xander terkekeh saat melihat wajah Frustasi istrinya.


"Itu semua karena Suami mesumku yang mengajarkannya" Balas Jeje.


"Baiklah,sekarang asah kembali pedangku,Honey" Xander mulai memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat dan tentu saja di sambut baik oleh Jeje.


"Ahhhh,aku lelah Dad" Jeje sudah terkulai lemas saat mancapai pelepasan terakhir.


Cup


Xander mengecup bibir Jeje sekilas lalu mengangkat istrinya menuju kamar mandi.


Jika begini terus,bisa-bisa tubuhku remuk. Aku harus mencari cara untuk membuat Daddy kembali ke Jakarta.


Astaga lihat lah Leher hingga dadaku sudah seperti macan tutul.


Daddy seperti buaya kelaparan !


"Honey?" Panggil Xander.


"Hem ?" Jawab Jeje dengan malas.


"Kau marah ?".


"Tidak !" Jawab Jeje ketus,lantaran kesal karena suaminya mengingkari janjinya walau pada akhirnya ia menikmati juga tapi tetap saja kesal.


"Ayolah jangan salahkan aku tapi salahkan saja dia" Ucap Xander tanpa merasa bersalah,sambil menunjuk pedangnya di dalam boxer yang sudah bobo ganteng.


"Ck ! Daddy pun sama saja !" Ketus Jeje.


"He he he" Xander tertawa sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal.


"Kau tahu sendirikan jika pedangku baru buka puasa ".


"Itu sih maunya Daddy ! Pokoknya jangan sentuh aku selama seminggu" Jeje mulai melancarkan aksi mogok dari asah mengasah pedang pusaka yang sakti mandraguna itu.


"HEI ! Mana bisa seperti itu ? Aku bisa mati jika tidak menyentuhmu".


"Lebay !" Cibir Jeje.

__ADS_1


"Sayang,ayolah ! kau mau menyiksaku ?" Xander membuat wajah memelas.


"Baik,Daddy boleh menyentuhku tapi ada syaratnya" Ucap Jeje tersenyum penuh arti.


"Syarat ?"


"Iya,syaratnya mudah kok tapi Daddy harus berjanji dulu untuk menyetujuinya" ucap Jeje manja sambil memaikan bulu-bulu halus yang tumbuh di dada bidang suaminya itu.


Karena aksi nakal Jeje,membuat Xander mengangguk patuh.


"Katakan syaratnya ?" Xander menangkap tangan Jeje lalu menciumnya.


"Kembali ke Jakarta" Ucap Jeje dan membuat Xander melotot.


"Tidak !!! " Tegas Xander,jika kembali ke Jakarta pasti ritualnya mengasah pedang akan berkurang karena pasti akan ada pengganggu di rumahnya.


"Oke ! Jangan menyentuhku selama sebulan" Ucap Jeje tak kalah tegas,membuat Xander gelagapan seperti ikan kekurangan air.


"Honey ! Kau mau menyiksaku ?" Rengek Xander.


"Tentu saja tidak ! Itukan pilihanmu sendiri " Ucap Jeje santai,sambil mengusapkan Lotion dari ujung kaki hingga pangkal paha dengan gerakan slow motion dan menggoda.


Pemandangan itu membuat Xander semakin panas dan pedangnya sudah meronta ingin diasah lagi.


"Sayang ?" Xander mendekat.


"Stop ! Tetap disana Dad .


"Sayang,kau tega sekali dengan suami mu yang tampan dan super kaya ini" Ucap Xander terus mendekat dan mendekap Jeje dari belakang.


"Baru melihat pahamu saja,dia sudah minta diasah lagi" Xander menusuk-nusukan pedangnya ke bokong Jeje.


"Dasar mesum ! Lepasin gak" kesal Jeje sambil melepaskan belitan tangan Suaminya yang ada di pinggang nya.


"Ck,kau tega sekali sama suamimu" Ucap Xander.


"Ikat aja pakai karet atau bungkus pakai plastik!" ucap Jeje asal.


"Kau pikir pedangku ini nasi uduk ? Atu nasi padang ?"


Membuat Jeje tertawa terbahak.


"Ha ha ha ha,nasi uduk ? Nasi padang ? Sepertinya Daddy sudah ketularan sifat Raya dan Oma" Jeje masih tertawa terbahak.


Membuat Xander kesal lalu dengan cepat menggendong istrinya menuju tempat pertempuran.


"Daddy! apa yang kau lakukan !".


"Apa ? Tentu saja membuat Dede bayi yang banyak".


"Hei,kau pikir aku ini kucing !".


"Iya,kucing kecilku yang manis dan cantik,ayo sini kita main Jungkat-jungkit", Xander menyeringai dan mengerlingkan matanya nakal.


"Aaaa tidak ! daddy lepas !" .


Hayo nungguin apa ? Enggak boleh ngintip lho yašŸ˜


Lontong kali di ikat dan dibungkus plastik🤣🤣

__ADS_1


Minta hadiah, Kalau enggak dikasih Othor ngambek nih


__ADS_2