
"Wah,Daddy terlihat sangat tampan," Ledek Devan.
"Kau ! Menantu yang-" Ucapan Xander terhenti kala istrinya memanggilnya.
"Sayang " Jeje menatap tajam suaminya
Xander tidak melanjutkan ucapannya,kemudian ia memilih menutup mulutnya,dari pada ia harus kehilangan 1 ronde nya malam ini.
"Ha ha ha ha,Daddy mertuaku sangat menggemaskan sekali," Ledek Devan sambil mencolek tangan Xander.
"Cih ! Menjijikan !" Umpat Xander sambil mengusap lengan jasnya yang habis di pegang Devan.
Keluarga Clark itu melanjutkan obrolannya di ruang tengah dengan Formasi Trio Gesrek di sisi Sofa sebelah kiri dan Kedua pria itu di sofa sebelah kanan.
"Sepertinya,Devan lebih ganas dari pada Xander," Oma Airin membuka pembicaraan.
"Aku lebih kuat dan ganas, pedangku lebih panjang. Ya kan sayang," Seru Xander tidak terima sambil meminta persetujuan istrinya.
"Iya Daddy," Jawab Jeje tersenyum.
"Hei,enak saja. Jelas Golok Punya Om Devan lebih panjang dan jumbo,membuatku menggelepar. Apa kalian tidak lihat jika aku sampai kesulitan berjalan," Ucap Raya panjang lebar.
Semua orang di ruang tengah itu menatap Raya dengan tidak percaya.
Sedangkan Devan mengusap wajahnya kasar,saat mendengar perkataan istrinya yang begitu Vulgar.
Sepertinya sebentar lagi,aku akan menjadi ikut gila. Batin Devan.
Sabar Ya Om ganteng.😆
"Ya ! Kami melihat nya,apa kau meminum obat kuat yang aku berikan ?" Tanya Jeje,pada Raya.
Astaga. Batin Devan.
"Selamat berbagung di keluarga Clark," Bisik Xander. Membuat Devan tersenyum kecut.
"Tentu saja tidak ! Apa kau tahu Mom,aku bisa sampai 5 ronde tanpa obat kuat," Ucap Raya dengan bangga.
"Huh ! Kau kalah satu skor,aku saja sampai 6 Ronde saat pertama membuka Segel,Bahkan Daddy menggempurku siang dan malam tak ada habisnya," Jawab Jeje tak mau kalah.
"Waoh,benarkah ? "Tanya Devan, dan diangguk Xander.
"Bagaimana,aku hebat kan? Kekuatanku itu mengalahkan pria muda seperti mu," ucap Xander bangga.
"Hei ! Kalian seperti adu kekuatan saja. Kalian ini keluarga Clark dan pria di keluarga Clark itu kuat-kuat dan tahan lama," Ucap Oma Airin menghentikan perdebatannya.
"Mom,benar sekali," Puji Xander.
__ADS_1
"Cih !" Oma Airin berdecih,dan menatap malas putranya itu.
"Coba sini,Oma mau lihat seberapa ganasnya suami mu itu ?" Oam Airin menarik syal yang di kenakan Raya.
"Oma !" pekik Raya,ketika Syalnya di tarik begitu saja.
"Ha ha ha ha,kau sudah seperti habis di sengat lebah madu," Jeje tertawa terbahak,ketika melihat Leher Raya di penuhi jejak merah kepemilikan Devan.
"Ck,kalian ini," Sungut Raya. "Ini tuh,membuktikan jika cinta Om Devan untukku begitu besar," Ucap Raya,membuat Jeje dan Oma Airin terbahak.
"Sebaiknya kita pergi dari sini," Xander mengajak Devan ke ruang kerjanya. Dan Devan pun mengikuti Mertuanya.
"Bisa gesrek juga jika aku tinggal disini,". Celetuk Devan saat menaiki anak tangga.
"Apa kau bilang ?" Xander menatap tajam Devan.
"He he he,tidak Dad," Devan tersenyum menatap Ayah mertuanya, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jangan berkilah ! Aku mendengarnya," Ucap Xander dengan tegas.
Mendengar ayah mertuanya berkata tegas,membuat Devan canggung dan tegang,karena status nya kini sudah menjadi menantu Xander Clark jadi Devan tidak berani bercanda seperti biasa nya.
"Dan kau benar kau bisa gila jika berada disini,seperti ibu mertuamu itu sudah ketularan kegresekan Raya dan juga ibuku,ha ha ha haa," Lanjut Xander tertawa terbahak sambil menepuk pundak Devan dengan sangat kencang.
Sementara itu Trio Gesrek masih membicarakan tentang malam pertama di ruang tengah.
"Ha ha ha haa,kau itu sangat memalukan," Oma Airin tertawa terbahak begitu pula Jeje,suara tawa mereka menggema di ruangan itu.
"Isshh,ini semua gara-gara Mami kecil,siapa coba yang memberikan aku obat kuat itu," Sungut Raya.
Raya mengingat malam pertama yang sangat memalukan,dimana Devan memergokinya memegang obat kuat di tangannya.
"Iya-iya maaf ya,putri mami yang cantik dan mantan perawan,ha ha ha ha ha," Jeje dan Oma tertawa terbahak lagi,membuat Raya semakin cemberut.
"Apa goloknya Devan benar-benar kuat ?" Tanya Oma Airin,masih tidak percaya.
"Ish Oma ! jika tidak kuat,mana mungkin aku jalan seperti bebek seperti ini," Kesal Raya sambil mencebikan bibirnya.
"Ya kau benar,lelaki bule itu sangat mengerikan," Sahut Jeje,sambil membayangkan keperkasaan suaminya,si pedang panjang yang sakti mandra guna.
"Mami benar. Tapi aku suka,Aaa..... ya ampun..Om Devan benar sangat hot saat bergerak diatas," Raya membayangkan wajah suaminya saat menggagahinya.
Tuing
Oma Airin menonyor kepala Raya.
__ADS_1
"Mesum !!" Ucap Oma Airin.
"Ihh,yang ngajarin mesum kan Oma," Seru Raya,sambil mengusap keningnya.
"Ha ha ha ha,Kau benar," Oma Airin tak mengelak.
"Mami ajarkan aku,untuk bermain aktif" Pinta Raya dengan nada memohon pada Jeje.
"Hih ! Kau ini. Mentang-mentang mantan Perawan,nih pikiran mesum terus," Gerutu Jeje,sambil menunjuk kepala nya sendiri.
"Ck,namanya juga pemula jadi baru merasakan yang enak-enak ya jadi ketagihan,hi hi hi hi," Raya tertawa seperti kunti.
"Mami juga tidak pernah main aktif,jadi kau tanya kan saja kepada Oma," Ucap Jeje.
"Hei,kenapa Mom yang jadi sasaran ?" Tanya Oma Airin.
"Ya,karena Mom adalah biang dari kemesuman l,ha ha ha ha," Jeje dan Raya tertawa terbahak.
"Dasar cucu dan menantu kurang ajar" Kesal Oma Airin.
"Ya sudah sini,Oma ajarkan gaya-gaya yang membuat suami kalian menggelepar seperti ikan," Oma Airin menjetikan jarinya,agar kedua perempuan itu mendekat.
Jeje dan Raya mendekati Oma,kemudian Oma membisikan sesuatu kepada Kedua wanita itu.
"What !! Masa iya harus seperti itu ?" Pekik Raya.
"Hih ! Kau membuat telinga Mami sakit,Ra !" Jeje mengusap telinganya karena pada saat Raya berteriak tepat di dekat telinganya.
"Sory,Mam. Habisnya aku terkejut," Ucap Raya.
"Kalau gaya monyet minta gendong aku pernah Mom,Uh Rasanya....." Jeje mengingat Bulan madunya dulu ketika Xander memainkannya dengan berbagai macam gaya.
"Aku tidak pernah,Tapi aku kemarin pakai gaya katak diatas punggung," Ucap Raya.
"Ih,itu kuno sekali," Ucap Oma Airin.
"Terus bagaimana dong ?" Tanya Raya.
"Ya,kau bilang saja sama Devan jika kau ingin mencoba gaya monyet minta gendong," ucap Jeje terbahak.
"Terus yang jadi monyetnya aku ?" Tanya Raya lagi. Jeje dan Oma Airin menahan tawanya sampai sakit perut.
"Hih,kalian !!!" Amuk Raya,karena dirinya di kerjai oleh Mami kecil dan juga Omanya.
Ampun jangan hujat Emak ya 🙏 Ini aja Emak sampai kram perut 🤣🤣🤣🤣🤣
Yuk tambahin Vote dan hadiahnya ya,please biar karya othor naik peringkat lagi.🙏😘
__ADS_1