My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Berisi 10 helai


__ADS_3

Ricky datang ke kediaman keluarga Clark dengan tergesa.


"Devan! Siapa yang sakit?" Tanya Ricky, saat memasuki rumah tersebut, ia melihat Devan menuruni tangga.


"Siapa? Tidak ada." Jawab Devan, sambil menaikan kedua bahunya.


"Aku ini bertanya serius, Van!" Kesal Ricky.


"Aku juga serius menjawabnya." Jawab Devan, dengan apa adanya tapi Ricky melihatnya seperti bercanda.


"Devan!!!!!" Kesal Ricky.


"Dokter Ricky sudah di tunggu Oma." Ucap Pak Man, menghampiri Ricky.


"Oma sakit?" Tanya Devan kepada Pak Man.


"Bukan sakit hanya saja pinggangnya bermasalah." Jawab Pak Man dengan sopan padahal dalam hati ingin tertawa tapi takut dosa.


"Kebanyakkan goyang ngecor." Ucap Devan terkekeh geli.


"Ayo! Aku akan mengantarkanmu." Ucap Devan kepada Ricky lalu berjalan menaiki tangga lagi dan di ikuti Ricky.


Begitu pula Pak Man mengikuti kedua pria itu di belakang.


Sampai di kamar Oma Airin, Ricky segera memeriksanya.


"Bagaimana, Rick?" Tanya Devan.


"Tidak ada yang serius, nanti aku akan memberikan resep Obat Encok." Jawab Ricky terkekeh, sambil menatap Oma Airin yang terlihat kesal.


"Jangan terlalu banyak gaya ya, Oma. Hari ini hanya encok tapi mungkin lain hari pinggang Oma Bisa retak atau patah." Ucap Ricky sambil tergelak.


Bugh

__ADS_1


"Kau menyumpahkan Oma?!!" Sungut Oma Airin sambil memukul Ricky dengan guling.


"Oma mungkin yang dikatakan Dokter cabul ini ada benarnya." Ucap Devan sambil melirik Ricky.


"Hei!! Kau merusak gelar Dokterku, Van!" Ricky mencebikan bibinya kesal, sedangkan Devan tidak memperdulikan ucapan Ricky.


"Hah terserahlah, cepat berikan resepnya! Oma Ingin istirahat." Ucap Oma Airin.


Kemudian Ricky menuliskan resep Dokter dan di berikan kepada Pak Man untuk di tebus ke apotek tak lupa Devan juga memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu untuk Pak Man.


Setelah itu mereka keluar dari kamar Oma Airin dan membiarkan Oma Airin istirahat.


"Kemana mantan duda?" Tanya Ricky kepada Devan.


"Hati-hati jika berbicara. Jika mantan duda mendengar maka tamatlah riwayatmu." Ucap Devan kepada Ricky. Kemudian keduanya tergelak bersama.


"Ky, ada yang ingin aku biarakan dengan mu." Ucap Devan.


"Apa?"


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Ricky setelah mendudukan dirinya di sofa ruangan tersebut.


"Emm, aku ingin bertanya soal, Ini." Devan menaik turunkan kepalan tangannya.


"Ha ha ha." Tawa Ricky langsung pecah ketika tahu pertanyaan Devan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Xander tengah menghukum Mami Kecil diarena pertempuran yang panas.


"Daddy! Aku lelah." Rengek Jeje.


"Jangan merengek! Hukumanmu belum selesai." Ucap Xander sambil menikmati tangan istrinya.

__ADS_1


"Tapi, aku lelah! tanganku juga pegal." Rengek Jeje, kemudian ia menarik rambut suaminya.


"Awww! Kenapa kau menarik rambutku!" Pekik Xander.


Rasakan! Batin Jeje.


"Habisnya aku lelah! Apa tidak ada hukuman lainnya?!"


"Tidak ada! Kau sendiri bukan yang minta di hukum tadi" Jawab Xander.


Ha ha ha, Siapa suruh menantangku tadi!. Batin Xander.


Jeje semakin memanyunkan bibir bawahnya.


"Hei! Bibirmu itu ingin di cubit ya?" Xander menarik bibir Jeje dengan gemas.


"Ah, Daddy!" Jeje menepis tangan suaminya, lalu mengusap bibirnya dengan telapak tangannya.


"Ha ha ha ha." Xander tergelak, istrinya itu sangat menggemaskan ketika sedang merajuk.


Awas saja aku akan membalasmu, Tuan! Batin Jeje kesal.


Jeje sangat kesal dan lelah. Bagaimana tidak! Jika suaminya memberi hukuman yang tidak seperti biasanya.


Yaitu mencabuti uban Xander dan harus mengikat uban yang sudah tercabut dengan benang.


Satu ikatan harus berisi 10 helai uban.


Suaminya itu sungguh keterlaluan!


Bengek gak tuh! 😆


Perasaan sejak tadi, ubannya tidak ada habisnya? Apa yang aku cabut tadi, tumbuh lagi ya? Tanya Jeje dalam hati.

__ADS_1


Emak ngetiknya sampe nahan tawa, wkwkwkwk


Yang udah traveling ternyata Zonk 😜


__ADS_2