
Hai.. Hai...Hai... Apa kabar semua?
Alhamdulillah ya, sudah sampai bab 201.
Emak mau ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua, para pembaca setiaku yang mengawalku hingga sampai detik ini. Tanpa kalian karya emak bukanlah apa-apa.
Pokoknya kalian yang terbaik, aku sayang kalian semua🥰
Dimana pun kalian berada, Semoga kalian semua sehat selalu, panjang umur, dan banyak rejeki, aminnn🙏
Sebelum lanjut membaca, biasakan tekan LIKE!
Oke!
*
*
Xander menepati janjinya untuk memberikan permintaan Ibunya yang super gesrek itu.
"Wahh, kau memang yang terbaik!" Seru Oma Airin, lalu menghampiri mobil Lamborghini berwarna pink yang sudah terparkir di halaman rumah.
"Mana kunci mobilnya?" Oma Airin sangat bersemangat.
"Hem." Xander berdehem malas, sambil menyerahkan kunci mobil itu kepada Ibunya.
"Wah, bagus sekali sesuai dengan keinginan Mommy, warna Pink." Seru Oma Airin heboh, sambil mengelus setiap sisi mobil itu.
"Pasti harganya mehong?" Tanya Oma Airin, sambil menatap putranya yang terlihat sedikit kesal.
"Murah! Cuma 8 Miliyard." Jawab Xander enteng, tapi terdengar ketus.
"OH, murah sekali." Jawab Oma Airin santai, membuat Xander mendengus kesal.
Bukan masalah uang atau harga mobilnya yang membuat Xander kesal, akan tetapi ibunya meminta mobil itu untuk apa? Tidak ingat umurkah?!
"Hei, kau tidak ikhlas membelikanku mobil ini?" Tanya Oma Airin, sambil membuka pintu mobil tersebut.
"Ikhlas sekali, Mom!" Jawab Xander menahan kesal.
"Nah gitu dong, jadi anak itu harus bisa membahagiakan orang tua, siapa tahu ini adalah keinginan Mom yang terakhir." Ucap Oma Airin, membuat hati Xander tersentil.
"Mom, bicara apa?" Xander mendekati ibunya, kemudian ia memeluk ibunya dengan erat.
"Mom, bicara apa adanya. Umur seseorang itu tidak ada yang tahu, bukan?" Ucap Oma Airin, di dekapan sang putra.
"Tetaplah bahagia Mom. Agar kau panjang umur selalu." Xander semakin mengeratkan pelukkannya, entah kenapa hatinya menjadi sedih dan bahkan ia tidak sanggup membayangkan jika ibunya pergi untuk selamanya.
Tanpa terasa kedua mata Xander mengembun, tapi dengan cepat Xander menerjabkan kedua matanya berulang kali agar air matanya tidak jatuh.
"Lepaskan, Mommy!"
"NO! aku ingin seperti ini terus, dalam dekapan Mommy!" Tolak Xander, dan semakin mengeratkan pelukkannya
"Jika kau seperti ini terus, yang ada Mommy cepat mati!"
"Kenapa Mommy berbicara seperti itu? Mom, tidak boleh pergi kemana-mana." Xander tetap mempertahankan posisinya.
"Mommy sesak Bodoh!" Oma Airin mengumpati putranya itu.
"Oh, maaf." Xander langsung melepaskan pelukkannya dan memundurkan langkahnya.
__ADS_1
"Dasar bodoh! Anak nakal! Kemari kau!" Oma Airin menjetikkan jarinya agar Xander mendekat.
Xander mendekati ibunya dan menundukan sedikit badannya.
CUP
"Ya!! Apa yang mommy lakukan?" Xander memekik sambil memegang kening.
"Tentu saja mencium putra Mommy, apa lagi?" Jawab Oma Airin, cuek.
"Aku tahu, tapi aku bukan anak kecil lagi. Mom." Ucap Xander sedikit kesal, apa lagi Oma Airin mencium keningnya di depan para penjaga yang ada di sana.
Apa yang akan di katakan mereka, jika ia di perlakukan seperti anak kecil oleh ibunya. Hilang sudah wibawanya saat ini!
"Mommy tahu kau sudah tua dan banyak uban! Tapi mommy tetap menganggapmu seperti anak kecil." Oma Airin berucap sambil terkekeh, saat melihat wajah putranya kesal.
"Walaupun aku sudah tua tapi aku masih kuat." Sungut Xander, membuat Oma Airin semakin terkekeh.
Memang benar bukan? Jika dirinya masih kuat, apalagi dalam urusan ranjang!
Wah jagonya! 😆
"Percaya, Mommy percaya" Oma Airin, menganggukan kepalanya berulang kali. "Mommy menyayangimu, Nak." Ucap Oma Airin sangat tulus kepada putranya, membuat Hati Xander tersentuh kemudian memeluk ibunya lagi.
"Aku lebih menyayangimu, Mom." Balas Xander.
Begitulah mereka, selalu bertengkar bagaikan kucing dan tikus, tapi percayalah mereka saling mengasihi dan menyayangi.
...Bahagiakan ibu selagi masih ada, buatlah dia bahagia, buatlah dia tertawa, dan buat dia tersenyum bangga. Jika mata ibu telah tertutup selamanya, maka hilanglah salah satu keberkahan di sisi Tuhan Yaitu DOA IBU. ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mom, jangan berpakaian seperti itu." Keluh Jeje, saat menatap penampilan ibunya.
"Memang kenapa? Mom 'kan masih cantik." Jawab Oma Airin.
"Iyakan saja biar senang." Ucap Xander kepada istrinya. Tak berselang lama Four J dan Crys datang dari arah tangga kemudian ikut bergabung di ruang tengah.
"Hai, miss pinky?" Sapa Four J dan juga Crystal bersamaan, saat melihat Oma Airin berpakaian serba pink.
"Oh, hai. Four J dan Crys. Oma hari ini akan berjalan-jalan mengelilingi ibu kota sambil membawa mobil baru Oma."
"Aku tidak bertanya." Jawab Sean dengan cepat, membuat Oma Airin mendengus kesal. Sedangkan mereka yang ada disana hanya terkekeh geli.
"Oma hanya memberi tahu saja." Jawab Oma Airin.
"Miss pinky, harus bayar pajak kepadaku." Crystal menengadahkan tangannya kepada Oma Airin.
"Bayar pajak apa?" Beo Oma Airin dengan kening yang mengerut.
"Bayar pajak mobil itulah. Jika bukan karena aku, Miss pinky tidak akan mendapatkan mobil itu. Ayo sekarang cepat bayar." Masih menengadahkan tangannya.
"Hais, kau itu seperti ibumu, Matre." Sungut Oma Airin, walau begitu Oma Airin memberikan selembar uang berwarna biru.
"Nah, buat beli es krim." Ucap Oma Airin memberikan uang tersebut kepada Crystal.
"Yei, terimakasih Miss pinky." Crys berseru heboh sambil bertepuk tangan, persis seperti ibunya jika sedang bahagia.
"Nanti kalian akan aku traktir beli es krim." Ucap Crys kepada Four J.
"Oke!!" Jawab Four J bersamaan dengan girang.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak beli eskrimnya, beli yang harganya lima ribuan saja. Dan sisa uangnya nanti di tabung." Xander mengingatkan kepada anak dan Cucunya.
"Oke daddy." Jawab kelima anak itu bersamaan.
Bukannya pelit, akan tetapi Xander mengajarkan anak dan cucunya untuk berhemat dan juga menabung sejak dini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana penampilanku?" Tanya Oma Airin kepada salah satu penjaga.
"Oma Cantik." Jawabnya.
"Hei! Kau mau menggodaku ya?!" Seru Oma Airin.
Lah
Penjaga itu ternganga ketika mendengar ucapan Nyonya besarnya itu.
"Maaf, maksud saya. Oma jelek." Ralatnya.
"Apa kau bilang!!" Sentak Oma Airin sambil melotot tajam.
Aduh, bagaimana sih? Di puji salah dan enggak di puji salah lagi. Batin penjaga bertubuh tegap dan sedikit tambun itu bingung.
"Pantas saja jomblo abadi!" Cibir Oma Airin.
"Lah, apa hubungannya?" Penjaga itu menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Sudahlah, sekarang fotokan aku." Oma Airin menyerahkan ponselnya kepada penjaga itu.
"Foto yang bagus! Nanti akan ku bayar, satu jepretan 100 ribu." Ucap Oma Airin.
"Benar Oma?"
"Iya!" Jawab Oma Airin, yang sudah duduk di dalam mobilnya sambil bergaya.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Hanya tiga jepretan saja, penjaga itu tidak berani mengambil keuntungan banyak.
"Ini Oma." Ia menyerahkan ponsel mehong itu ke pemiliknya.
"Bagus." Oma Airin menganggukkan kepalanya saat melihat hasil foto di ponselnya. Kemudian Oma Airin menyerahkan tiga lembar uang berwarna merah kepada penjaga tersebut.
"Terimakasih, Oma. Semoga panjang umur dan sehat selalu." Ia menerimanya dengan senang hati.
"Amin dan sama-sama."
Berbagi itu indah ❤
Bonus visual miss pinky 😆
Hari senin, sajennya mana!!
Emak mau crazy up!!!
__ADS_1