
Siapin Vote dan hadiahnya yang banyak karena Emak mau Crazy Up π
Bukannya keluar dari kamarnya tapi Xander memilih duduk di sofa yang ada di sudut kamar itu.
"Honey ! Apa kau tega dengan suamimu yang super tampan,kaya dan paling Hot Ini ?" Ucap Xander dengan penuh percaya diri.
Xander duduk bersender di atas Sofa tersebut dengan berselendang selimut dan bergaya yang sangat menggoda,apalagi ia hanya menggunakan boxer berwarna putih dan memperlihat kan roti sobeknya yang sangat menggiurkan.
"Cih ! Tidak. Sudahlah sana keluar ! Jika Daddy didalam kamar pasti akan minta asah pedang terus," Sungut Jeje,dan menarik selimut hingga sebatas Leher.
"Kau itu terlalu pEdE. Aku hanya ingin memelukmu saja," Ucap Xander meyakinkan.
"Gombal !" Seru Jeje.
"Iya jika kau gombal maka aku akan menjadi gembel nya,karena aku rela menjadi apapun untuk mu asalkan kau tetap di sisiku," Gombalan Receh Xander untuk istrinya.
Eaaa..Eaaaaa.π
Jeje hanya memutar kedua bola matanya malas.
"Dasar bule KW !" gerutu Jeje,kemudian menarik selimut nya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Merk nya saja yang KW tapi onderdil nya original," sahut Xander tersenyum geli.
Blush
Wajah Jeje memerah karena mengingat pedang panjang milik suaminya.
Kemudian Jeje menutupi kedua telinganya,ia berusaha tidak memperdulikan gombalan suaminya itu.
Xander menahan tawanya,karena istrinya jika sedang marajuk terlihat sangat menggemaskan,dan biasanya akan luluh jika ia mengeluarkan gombalan recehnya.
Ya Tuhan,hanya Jenita putri yang membuatku seperti orang gila. Batin Xander.
Gila karena cinta ya kan ?.
"Cintaku padamu itu seperti cicak di dinding diam-diam merayap," Ucap Xander menahan tawanya.
"Kok cicak," sahut Jeje reflek,kemudian menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Bodoh ! Batin Jeje.
"Karena aku merayap diam-diam kehatimu dan kemudian menempel di hatimu untuk selamanya," Jawab Xander,tersenyum geli.
Ahh,So Sweet. Batin Jeje.
"Bohong !" Sahut Jeje di balik selimutnya.
"Bohong jika aku tidak mencintaimu,karena sejujurnya aku sangat-sangat mencintaimu Jenita putri," Sahut Xander.
Adek meleleh bang. Batin Jeje,sambil menggigit selimutnya dengan gemas.
__ADS_1
Xander perlahan beranjak dari duduknya kemudian menghampiri istrinya yang masih betah di balik selimut tebal itu.
"Aku sangat mencintaimu Jenita putri," bisik Xander.
"Ih !! Daddy !"Jeje menyibakkan selimutnya dan menatap sebal suaminya.
"Kenapa ?" Tanya Xander.
"Peluk," Rengek Jeje sambil merentangkan kedua tangannya.
Ah dasar Jeje,gampang banget luluh nya !.
Yes !!! Berhasil. Batin Xander bersorak senang.
Bye-bye selimut sialan ! Xander membuang selimut yang melingkar di lehernya ke sembarang arah.
"Dengan senang hati my Wife,my lovely,my heart," Xander tidak menyia-nyiakan kesempatan kemudian ia segera merebahkan dirinya di samping istrinya dan segera memeluk Istrinya dari belakang.
Karena jika memeluk Jeje dari depan terhalang oleh perut Jeje yang besar.
"Ayo tidur," Ucap Xander,mengusap perut istrinya.
"Bagaimana aku bisa tidur jika pedang Daddy menusuk terus," Kesal Jeje,ketika merasakan benda keras dan kenyal yang menusuk bokoβ’ong nya.
"Jangan di hiraukan,dia sudah jinak kok," Jawab Xander,sambil memejamkan matanya.
"Cih,daddy pikir ular apa ?" Tanya Jeje.
"Iya ular yang racunnya bisa membuat perutmu kembung," Ucap Xander tergelak.
"Ayo tidur ! anak-anak kita juga sudah tidur," Ucap Xander sambil mengusap-usap perut istrinya.
Tak membutuhkan waktu lama keduanya sudah menyelami mimpi bersama.
Minggu pagi di kediaman keluarga Clark.
Devan dan Raya sudah kembali kerumah dengan perasaan yang sudah lebih baik.
"Sayang,jangan sedih lagi. Ada aku disini," Ucap Raya,berjalan memasuki rumah sambil memeluk lengan kekar Devan.
"Aku akan bahagia selalu jika ada di dekatmu," bisik Devan dan mengecup pipi Raya dengan mesra,dan membuat Para pelayan disana merasa iri.
"Oh ya ampun,Tuan Devan itu titisan Herkules ya ?" Tanya salah satu pelayan,Sambil menatap kemesraan majikannya itu.
"Bukan tapi titisan Tuan Fadaei," sahut temannya.
"Ih ! Maksud aku body nya itu lho kekar dan menonjol seperti kue bantal," Ucap pelayan itu.
"Roti Sobek kali !"
"Nah iya itu,apa lagi tangannya kekar banget mirip popeye," Ucap pelayan itu lagi.
"Kalau Tuan Devan Popeye maka Non Raya yang jadi Olive nya dong ? ha ha ha haa," Kedua pelayan itu tertawa terbahak.
__ADS_1
Balik ke Raya dan Devan yang terus berjalan menuju ruang makan karena mereka ingin sarapan bersama keluarga.
"Oh Astaga !" Pekik Devan,ketika melihat sesuatu yang mengejutkan di ruang makan.
"Oma !!!" Seru Raya.
"Ih ! Kalian ini berisik sekali !" Ketus Oma Airin,sambil melambaikan tangannya di depan kamera.
"Kenapa baru satu hari tak bertemu jadi seperti ini ?" Gumam Devan.
"Oma mendengarnya Devan !" Sungut Oma Airin.
"Oma sedang apa ? Dan apa ini semua serba pink ? Iyuhhh," Ucap Raya ketika melihat penampilan Oma Airin serba pink.
Oh,Ya Tuhan. Jangan lupa anting,kaca mata, jepitan rambut dan gelas yang di pegangnya semua serba pink.
"Oma Sedang membuat Konten untuk Youkube," Ucap Oma Airin.
"Ya tapi tidak begini juga kan ?" tanya Raya,mendudukan dirinya di depan Oma Airin begitu juga Devan mendudukan diri di kursi sebelah Raya.
Tapi Oma Airin tak memperdulikan Ocehan Raya.
"Nah gaess,mohon maaf ya tadi ada iklan lewat,sekarang kita lanjutkan lagi ya," Ucap Oma Airin menghadap kamera.
"Ini adalah sereal yang paling mak Nyos yang pernah Miss Pinky coba," Ucap Oma Airin lagi.
"Pftttttt," Devan dan Raya menahan tawanya,ketika Oma Airin menyebut dirinya sendiri 'Miss pinky'.
"Sekarang kita coba," Oma Airin,mengambil satu sendok dan di masukan ke mulutnya dengan gaya yang kemayu.
"Huaahhh ternyata panas gaess," Pekik Oma Airin,tapi tetap dengan ekspresi tersenyum.
"Ha ha ha ha," Devan dan Raya sudah tidak dapat menahan tawanya lagi.
"Astaga Oma " Raya tertawa terpingkal sampai memukuli meja makan berulang kali.
"Dasar cucu luknut !" Maki Oma Airin dan menatap kedua cucunya dengan kesal.
"Aku pengen pipis,ha ha ha haaa aduh perutku sakit," Ucap Raya,ia tertawa sampai terkencing di celana karena melihat tingkah Absurd Oma nya.
Raya bergegas kekamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Apa !! Tidak sekalian saja kau ikut ke kamar mandi," Ucap Oma Airin menatap Devan dengan kesal.
"Oma Kalau marah cantik deh," Puji Devan.
"Cih !! Baru sadar ya ?" Ketus Oma Airin.
"Iya aku baru sadar,jika Oma Cantik tapi jika di lihat dari ujung sedotan,ha ha haaaa," Devan segera berlari menuju kamarnya,sebelum mendapat amukan dari si macan tutul.
"Ya Devan kesini kau !" Teriak Oma Airin.
__ADS_1
Om Devan kalau ngomong suka benar ππππ
Dukung terus karya othor ya gaeesss πππ