
Sebelum lanjut baca kasih like,vote dan hadiah,pleaseee🙏🙏
Bantuin Emak buat naiki rating 🙏 Karena ratingnya turun lagi🙏🙏🥺🥺
Devan mendekap tubuh istrinya dengan erat ketika sudah di dalam kamar.
"Jangan dengarkan ucapan Mommy." Ucap Devan sambil mengecup kening Raya dengan lembut.
"Tapi yang di tanyakan Mom,benar adanya." Ucap Raya dalam dekapan Devan. "Aku juga tidak tahu,kenapa kita belum juga mendapatkan keparcayaan dari Tuhan,padahal setiap hari kita tidak pernah absen untuk Ber—" Ucapan Raya terhenti,ketika ia mengingat jika Devan tidak pernah absen untuk mengasah goloknya selama dua bulan ini dan ia baru teringat jika ia tidak mendapatkan tamu bulannya selama itu.
"Ber ?" Tanya Devan sambil mengurai pelukan nya. Devan menaikan salah satu alisnya dan menatap istrinya dengan penuh tanda tanya.
"Tidak, bukan apa-apa." Ucap Raya dengan cepat. Raya ingin memastikan semuanya terlebih dahulu,karena ia tidak ingin mengecewakan suaminya.
"Kau itu aneh sekali." Ucap Devan,menjawil hidung istrinya.
"He he heee aku lupa tadi mau bilang apa." Ucap Raya sambil terkekeh pelan.
"Dasar tukang pikun." Ucap Devan. "Dari pada di kamar bengong mending kita bikin dede gondrong yuk!" Ajak Devan,sambil menciumi wajah Raya.
"Ish,kamu nacaalllll. Tapi ayok deh he he hee." Ucap Raya pada akhirnya,karena ia pun sangat ingin di masuki oleh golok super jumbo milik suaminya itu yang dapat menyemburkan santan kental berpremium tinggi.
"Aku mulai ya." Ucap Deva,kemudian merebahkan tubuh istrinya diatas tempat tidur.
"Ya,tapi pelan-pelan." Lirih Raya.
"Tentu." Ucap Devan,sambil menciumi paha mulus istrinya,dan ciuman itu naik hingga sampai ke Sarung sempit yang masih terbungkus rapih.
Devan membuka pembungkus sarung sempit berwarna pink itu dengan giginya,karena Raya hanya menggunakan Dress jadi memudahkan Devan untuk mengekplor seluruh tubuh istrinya di bagian bawah sana.
"Ahhh Ssshhhhh Emmmmm ahhh." Suara laknat Raya mulai begentayangan ketika Devan menjilat pintu sarung sempitnya dan jari-jari besar itu bermain liar di bawah sana.
"Ahh,sayangg Ohhh Yeahhhhhh." Raya menggelinjang seperti ulat keket ketika merasakan lidah Devan semakin bermain liar di bawah sana.
Devan selalu membuat Raya puas dengan segala permainannya.
"Ahhh Aku sampai saa yangg arghhh." Raya mengenjang ketika ia sampai pelepasan.
"Hah ini gila." Lirih Raya,tubuhnya terasa sangat lemas ketika ia sampai pelepasan pertamanya.
Sedangkan Devan menyeringai licik dan mulai mengungkung tubuh setengah polos milik istrinya.
"Kau suka ?" Tanya Devan,sambil menciumi wajah Raya dengan lembut.
"Sangat sukaaa,emmmppphh ahhhhh." Pekik Raya ketika Devan mencium bibirnya dengan kasar bersamaan dengan golok sakti menghujam di bawah sana.
"Ouhhh sayang. I Love You." Bisik Devan,sambil terus menggerakan pinggulnya.
Pok
__ADS_1
Pok
Pok
Terdengar suara khas dari sebuah penyatuan panas itu diiringi dengan suara desaahan dan lenguhan dari bibir pasangan itu yang sedang bermain jungkat-jungkit dan bermain kelereng.
"Ahhh sayang pelan-pelan." Rengek Raya,karena Devan mengasah goloknya dengan kecepatan super maksimal.
"Sebentar lagi." Ucap Devan,lalu kembali mellumat bibir istrinya dengan sangat rakus.
"Ouhhhh aku sudah mau sampai." bisik Devan,kemudian semakin mempercepat mengasah goloknya.
"Arggghhhhhhh." Racau keduanya ketika mencapai pelepasan bersama.
Devan menghantakan goloknya hingga kebagian terdalam dan si kepala botak menyemburkan santan kental berkualitas premium kedalam sarung sempit Raya.
"I Love You." Bisik Devan dengan nafas terengah,kemudian ia menarik dirinya dan tumbang di samping Raya.
"I Love You To,My husband." Balas Raya kemudian mengecup seluruh wajah suaminya.
Raya terdiam sejenak,setelah memastikan Devan sudah terlelap barulah ia beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian nya,Raya keluar dari kamarnya perlahan dan menuju suatu tempat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah Tuan dan Nyonya Fadaei pamit pulang,Xander segera menyusul istrinya yang berada di kamar.
"Ansel sudah tidur ?" Tanya Xander ketika memasuki kamarnya.
"Sudah Dad,Lihat lah putra kita yang bungsu ini sangat manja sekali." Ucap Jeje tersenyum sambil mengelus pipi mulus putranya yang tertidur pulas diatas arena pertempuran mereka.
"Hem,dia menguasaimu sayang." Keluh Xander dengan manja,kemudian memeluk istrinya.
"Saatnya kau memanjakan aku." Rengek Xander.
"Baiklah Bayi besarku." Ucap Jeje,kemudian mencium bibir suaminya dengan lembut.
"Emppphhh." Bibir Jeje segera di llumat oleh Xander dan di sesap dengan penuh gairah.
"Sayang,ingat puasa dulu." Jeje mengingatkan Xander,ketika suaminya itu membuka dressnya.
"Aku tahu." Jawab Xander,kemudian mengangkat tubuh istrinya menuju Sofa yang ada di markas tempur 1 tersebut.
"Ah sayang. Nanti kuah nya keluar." Desaah Jeje,ketika Xander memelintir Choco cipsnya.
"Aku hanya memainkannya saja sayang dan tidak akan keluar." Ucap Xander kemudian menurunkan celana panjang dan juga boxer putihnya.
Glek
__ADS_1
Jeje menelan salivanya dengan kasar ketika melihat Pedang panjang suaminya yang sudah satu minggu ini tidak memasukinya.
"Pegang sayang dan buatlah dia mabuk dan memuntahkan Vla pudingnya." Ucap Xander serak,ketika ia berdiri tepat di hadapan Jeje.
Dengan ragu Jeje memegang Pedang panjang itu dengan sangat lembut.
"Seperti ini,Dad ?" Tanya Jeje. Sambil menaik turunkan tangannya.
"Yeahhh,ouhhhh." Xander memejamkan matanya,menikmati spa yang begitu nikmat dari istrinya.
"Apa enak ?" Tanya Jeje.
"Ya,sangat tapi lebih nikmat sarung sempitmu itu." Jawab Xander sambil mendesaah.
"Tapi sayang,sarung sempitnya jalannya sedang di blokir." Ucap Jeje nakal.
"Sshh Honey." Gerakan tangan Jeje semakin liar dan itu membuat kepala si botak semakin mabuk sambil menggelengkan kepalanya.
"Faster !"
"Yeah." Jeje mempercepat gerakan tangannya.
Dan tak berselang lama si kepala botak benar-benar mabuk dan memuntahkan Vla puding yang begitu banyak di telapak tangan Jeje.
"Sory,Honey." Ucap Xander,kemudian menggendong tubuh setengah polos Jeje menuju kamar mandi.
"Tidak apa-apa,Dad. Apa daddy puas?" Tanya Jeje.
"Puas,aku sangat puas sekali." Ucap Xander,lalu mendudukan Jeje diatas Closet.
Jeje bernafas lega,ia pikir suaminya tidak akan luas dengan pelayanan Spa nya dan ia juga takut jika suaminya akan Jajan di luar jika ia tidak bisa memuaskan suaminya.
"Hei ! Buang jauh pikiran kotormu itu." Ucap Xander,seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Jeje.
"Aku hanya takut Daddy Jajan apem di luar sana." Ucap Jeje dengan jujur.
"Jangan berpikiran seperti itu sayang." Ucap Xander sambil membersihkan telapak tangan Jeje dengan sabun. "Aku bukan pria brengsek yang mudah menghianati istri." Lanjut Xander.
"Apalagi Istri cantikku ini sudah memberikan empat putra sekaligus untukku." Ucap Xander,membuat hati Jeje menghangat.
"Terimakasih Dad." Ucap Jeje dengan tulus,lalu Xander menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tapi sepertinya makan kue apem enak juga." Ucap Xander menahan tawanya.
"Daddy !!!"
Hareudang 🥵🥵
Gerahhh bangettt 😆😆
__ADS_1