My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Pembuktian


__ADS_3

Alhamdulillah berkat doa kalian semua yang kusayangi, kini putri kecilku sudah sehat kembali dan sudah ceria.


Terimakasih semuanya ❤❤


Kasih Like dulu sebelum lanjut Oke!!!!


Xander menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajahnya di balkon kamar itu, pikirannya menerawang jauh ketika Ia mengingat pertemuan pertamanya dengan Jenita putri dan ia jatuh cinta pada pandangan pada gadis belia itu.


"Dad?" Jeje memanggil suaminya lalu memeluk Xander dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung kokoh itu sambil menghirup aroma maskulin suaminya. Aroma yang selalu membuatnya merasa tenang dan nyaman.


"Honey." Xander mengusap tangan istrinya yang melingkar di pinggangnya. Kemudian Xander melepaskan tangan mungil itu dan memutar tubuhnya berhadapan dengan istrinya.


"Kenapa? Apa yang daddy pikirkan?" Jeje mendongak dan menatap dengan dalam kedua bola mata berwarna abu itu yang terlihat gelisah.


"Tidak ada." Xander menggeleng pelan, lalu merengkuh tubuh ramping istrinya.


Jeje mengusap punggung kokoh itu dengan lembut, pasti ada hal yang tengah di pikirkan suaminya itu.


"Aku mencintaimu, Honey." Ucap Xander dengan lembut.


"Iya aku tahu." Jawab Jeje terkekeh lalu mengeratkan pelukannya, karena setiap saat dan setiap waktu pasti Xander mengucapkan kata cinta, membuat Jeje merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini karena di cinta dengan begitu tulus oleh suaminya.


Setiap wanita pasti menginginkan hal seperti itu bukan? Ingin selalu dicintai dan disayangi oleh pasangan hidupnya.


"Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kau adalah segalanya bagiku dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup. Aku selalu dipenuhi dengan rasa suka cita dan kedamaian yang mendalam setiap kali memikirkan fakta bahwa kita akan menghabiskan sisa hidup kita dalam pelukan satu sama lain." Ucap Xander Clark dengan lembut dan tulus. Setelah mengatakan hal itu, ia mengurai pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya.


Entah kenapa ketika mendengarkan penuturan suaminya membuat hati Jeje menghangat dan matanya pun mengembun.


Bolehkah dirinya saat ini berteriak kepada dunia, jika dirinya juga sangat mencintai suaminya!


"Hei, kenapa menangis?" Tanya Xander, sambil mengusap sudut mata indah istrinya yang berair.


Jeje menggeleng sebagai jawaban kemudian ia berjinjit lalu mengecup bibir suaminya dengan lembut dan penuh cinta.


Cup


Xander memejamkan matanya ketika bibir manis berwarna pink itu mendarat di bibir seksihnya, lalu Xander menekan tengkuk Jeje untuk memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Keduanya berciuman dengan lembut dan penuh perasaan, menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang mereka.


Ciuman itu kini berubah menjadi sangat menuntut, Xander dengan sigap menggendong istrinya menuju arena pertempuran tanpa melepas pagutannya.


"Eughhh." Lenguh Jeje ketika Xander merebahkannya di atas arena pertempuran lalu meraba perutnya dengan lembut kemudian Xander melucuti pakaiannya dan juga pakaian istrinya.


"Apa daddy ingin membuatkan adik untuk Four J?" Tanya Jeje, sambil memejamkan matanya ketika Xander melepaskan underware yang ia kenakan. Karena saat ini Jeje masih menggunakan pil pencegah kehamilan, Dan ia bertanya seperti itu karena ia tidak ingin mengecewakan suaminya.


"Tidak! Aku sudah terlalu tua cukup Four J dan Crystal saja, Honey." Jawab Xander, sambil mengecupi kaki mulus istrinya dan merambat hingga kepangkal paha.


"Ahhh Shhhh baiklah." Ucap Jeje, dengan susah payah ketika Xander membuka kedua pahanya dan memainkan kuaci yang tumbuh di sela sarung sempit dengan lidahnya dengan lincah dan kedua jarinya juga ikut andil untuk mengobok-obok sesuatu dbawah sana.


"Ughhhh, Daddy ahhh." Jeje menggelinjang dan terus mengeluarkan suara laknatnya, membuat Xander semakin bersemangat untuk mengobrak-abrik si sarung sempit.


"Yah, teruslah bernyanyi dengan suara indahmu itu sayang, aku sangat menyukainya." Ucap Xander, ia mendongak sesaat untuk melihat wajah frustasi istrinya.


"Pleasee cepat masukan!! Pleaseee." Rintih Jeje, ia sudah tidak tahan untuk segera di masuki oleh di pedang panjang yang besar dan berurat milik suaminya.


Xander menyeringai licik di bawah sana, kemudian ia merangkak naik dan mensejajarkan wajahnya tepat diwajah istrinya.


"Malam ini aku tidak akan melepaskanmu!" Ucap Xander sambil mencubit Choco Chips yang sudah menegang dari tadi membuat Jeje mendesaah enak.


"Owh, kau menantangku ya?!"


"Tidak! Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja." Ucap Jeje sambil tersenyum, lalu membelai si kepala botak yang sudah menganggukan kepalanya sejak dari tadi.


"Ouwwhh." Pekik Xander tertahan, ketika tangan mungil itu bergerak nakal dibawah sana.


"Kita buktikan!" Ucap Xander, kemudian ia melumaat habis bibir istrinya.


"Ahh daddy." Desaah Jeje, ketika Xander menggosokan si kepala botak di pintu sarung sempit dengan tempo yang pelan dan hal itu berhasil membuat Jeje semakin frustasi.


"Sekarang pleasee!!!" Pinta Jeje.


"Baiklah."


Jleb

__ADS_1


"Arghhhh." Racau keduanya ketika si pedang panjang itu masuk sempurna dengan sekali hentakan.


"Ahh Faster!" Pinta Jeje, dan Xander pun mempercepat gerakannya.


"Ahh, Daddy."


"Yes Honey." Xander meremat pepaya california itu bergantian.


"Ini sungguh nikmat sekali ahhh."


"Yeah, kue apemmu juga sangat nikmat dan menggigit." Ucap Xander di sela aktifitasnya sambil mengenyott choco chip dengan rakus dan bergantian.


Xander terus memompa naik turun hingga si kepala botak mabuk dan mual hingga pada akhirnya menyemburkan Vla puding kedalam si sarung sempit.


"Arghhhh." Racau keduanya saat mencapai pelepasan bersama.


Xander benar-benar lelaki sejati walaupun usianya sudah tidak muda lagi akan tetapi kekuatannya seperti kuda, bisa membuat istrinya mendesaah dan membuat istrinya puas setiap kegiatan panas mereka.


"Terimakasih sayang." Xander mengecupi seluruh wajah istrinya.


"Iya sayang, tapi minggir aku lelah sekali." Jeje mendorong dada bidang suaminya.


"Tapi, aku belum."


"Dad, please." Rengek Jeje.


"Kau yang menantangku jadi kau juga harus membuktikannya." Ucap Xander menyeringai licik.


"Daddy!!!!"


Panas-panas, kipas mana kipas 🔥


Vote!!


Like!!


Komentar!!

__ADS_1


Kasih kopi atau bunga!!


__ADS_2