My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Ih,Seyem


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dan berbincang sebentar,pengantin baru itu memasuki kamarnya.


"Sayang," Panggil Raya dengan manja,sambil membentuk pola abstrak di dada bidang suaminya yang polos.


"Heum ?" Devan berdehem,kemudian memiringkan tubuhnya dan menangkap tangan Raya yang bergerak di dadanya.


"Kenapa orang tuamu langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan pada kita ? Apa mereka tidak menyukai ku ?" Tanya Raya,sambil menatap wajah suaminya yang super tampan itu.


Suami ku sangat tampan,hot,tahan lama dan besar lagi. Batin Raya disela ke resahan nya.


"Mereka adalah orang yang paling sibuk,sayang. Jadi maafkan mereka jika membuatmu resah,sebetulnya mereka sudah menitipkan salam untuk mu hanya saja aku lupa,he he he," Ucap Devan,mengelus wajah Raya.


"Heum,tapikan. Aku belum berbicara banyak dengan mereka," Ucap Raya sedih. "Aku baru bertemu dengan mereka dua kali saat kita bertunangan dan kita menikah kemarin", Lanjut Raya dengan wajah yang sendu.


Tidak akan ku biarakan,air mata mu jatuh hanya karena mereka. Batin Devan kesal.


"Ssstt,jangan berpikiran yang tidak-tidak. Mereka menyukai dan menyayangimu. Disini ada aku ! Kau tidak boleh memikirkan hal lain selain aku dan buang jauh-jauh rasa cemas dan pikiran negatif mu itu," Tegas Devan,mengeratkan pelukannya.


"Iya," Lirih Raya,membalas pelukan Devan tak kalah erat,sambil menciumi wangi tubuh Devan yang maskulin dan membuatnya candu.


Dalam benaknya,Raya sangat ingin berbincang bersama kedua mertuanya,tapi apa mau dikata jika mertua nya sudah kembali ke Kanada.


Salahkah dirinya jika ia berburuk sangka ?


Ia hanya takut jika kedua orang tua mertuanya terpaksa merestui pernihakannya dengan Devan.


"Dari pada memikirkan hal lain,mending kita ngadon dedek bayi yuk !" Ajak Devan,menaik turunkan alisnya.


Devan tidak ingin istrinya semakin sedih karena memikirkan kedua orang tuanya. Maka dari itu ia mengalihkan pembicaraan agar Raya melupakan kecemasan dan juga kesedihannya.


Mencari kesampatan dalam kesempitan nih Om ganteng ! 😆


"Ishh suka gitu deh," Ucap Raya,malu-malu Embek dan memalingkan Wajahnya.


"Mau tidak?" Tanya Devan dan dengan cepat Raya mengangguk.


Karena Devan mempunyai kebiasaan buruk yaitu selalu tidur tanpa mengenakan apa pun alias tela•njang,Goloknya sudah terlihat membengkak dan panjang ketika Devan menyibakkan selimutnya.


"Ih,seyemmm," Raya berpura-pura menutup kedua matanya,membuat Devan tergelak.


"Dasar mantan perawan," Ledek Devan,sambil memegang goloknya yang super jumbo itu.


"Ish,jadi enggak ? Kalau enggak jadi aku mau pakai baju ku lagi," Kesal Raya,karena Devan sekarang semakin gencar menggodanya.


"Jadi dong,mau gaya apa ?" tanya Devan yang sudah mengungkung tubuh istrinya.

__ADS_1


"Terserah aja,aku ikhlas di bolak-balik sama Om tampan ku ini," Ucap Raya,sambil mengecup bibir Devan.


"Oke ! Are You Ready ?"


"Ready !" Jawab Raya. Kemudian Devan membuka kedua kaki Raya lebar,selebar pinggangnya.


Devan memberikan pemanasan terlebih dahulu dari ujung kepala Raya hingga keujung kaki istrinya itu.


"Ahhh,Emmm," Raya mengeluarkan suara laknatnya,ketika Lidah Devan mengobrak-abrik di pintu sarung sempitnya sedangkan Jari Devan bermain di kacang tanah yang ada disana,membuat Raya tidak berhenti mendesaah.


"Ahh,sayang. Ughhh," Raya membusungkan dadanya,saat ia mencapai pelepasan pertama.


"Kau sangat seksih,Sayang. I love You," Bisik Devan,kemudian menindih tubuh Raya dan mellumat habis bibir berwarna merah ceri itu dengan sangat rakus,dan tangan kanan Devan menuntun si golok sakti yang sudah ngiler itu menuju sarung sempit kesukaannya.


"Ughhhh," Dessah Devan dan Raya,saat golok sakti itu sudah tertancam sempurna di dalam sarung sempit.


Devan menggerakan pinggulnya secar perlahan.


Rasanya sangat lah nikmat,membuat keduanya merem melek,merasakan sensi yang luar biasa enaknya.


"Ah,sayang. Emmppp," Racau Raya,tapi dengan cepat Devan membungkam bibir itu dengan ciuman ganasnya.


Keduanya saling mematuk dan menyesap,hingga menimbulkan suara decapan.


Bibir Devan beralih menyesap Biji ketapang yang tumbuh di pepaya gantung milik Raya.


Entah gaya apa itu,Othor juga tidak tahu hanya saja pernah mempraktekkan. 😆🙏


Jika Di markas tempur dua sedang terjadi asah mengasah golok,sama halnya di markas tempur satu juga akan terjadi asah mengasah pedang panjang.


Xander memberi sentuhan yang sangat memabukkan di setiap inci kulit Jeje yang mulus dan putih itu dengan lidahnya,bahkan sarung sempitnya pun tak terlewatakan dari jamahan lidah nakal nya.


Xander sudah tidak tahan untuk memasukan kepala si pedang sakti mandra guna itu kedalam sarung sempit itu.


"Ah,Dad. Jangan terlalu dalam nanti kepala anak-anak kita kepentok helm pedang Daddy," Racau Jeje,sambil memejamkan matanya menikmati rasa yang sangat luar biasa enak.


Bagaimana bisa anaknya,kepentok helm nya ? Ada-ada saja pemikiran istrinya itu. Batin Xander.


"Ahh ,Daddy ini ahh sangat ahh en nnnakkk eughhh."


"Nikmat bukan ? Keluarkan terus suara indahmu itu sayang," Ucap Xander,terus bergerak di atas istrinya.


Xander mellumat bibir Jeje dan mengemmut Coco Chips itu bergantian.


"Arghh,sayang. Kau selalu nikamat," Racau Xander, sambil mengecupi leher Jeje hingga meninggalkan Jejak Cinta nya dan pinggulnya terus bergerak pelan dibawah sana,membuat Jeje tak berhenti mendessah.

__ADS_1


"Oh,Yeah. Honey."


"Ah ,Dadd. Ughhh,aku mau samp aii ahhh terus Dad,lebih cepat,emmpp," Racau Jeje,dan segera di bungkam ciuman Xander.


"Bersama sayang," Ucap Xander semakin cepat menggerakan pinggulnya.


"Ughhhh," Keduanya mengerang tertahan karena bibir mereka masih bertaut. Xander berhasil menumpahkan Vla pudingnya kedalam sarung sampit milik Istrinya.


Sedangkan di Markas tempur dua,Devan dan Raya masih melakukan gaya bebas yang membuat keduanya merasa puas.


"Argghhhh," Devan mengeluarkan Santan kentalnya untuk yang kesekian kali nya di dalam rahim Raya.


"Aku lelah sangat lelah,Sayang," Ucap Raya,sambil mengatur nafasnya.


"Terimakasih karena telah memuaskan ku," Ucap Devan sambil mengecup bibir Raya dan Mellumatnya sesaat.


"Sudah menjadi tugasku,Sayang," Ucap Raya tersenyum,masih di bawah kungkungan Devan.


Devan tersenyum kemudian menarik goloknya yang sudah menjadi terong imut.


Kecil dan mungil.🤭


"Ayo bersihkan diri dulu."


"Gendong," Rengek Raya sambil merentangakan kedua tangannya.


Hap


Devan menggendong Raya ala bridal style menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ah,Om. Jangan lagi !" racau Raya,ketika Devan memepetnya ke dinding kamar mandi dan menciumi leher jenjangnya di bawah guyuran Shower.


"Tapi lihatlah,golok ku sudah berubah jadi talas bogor," Devan menunjuk benda kenyal itu yang sudah berubah menjadi sangat besar.


"Satu kali lagi," Bisik Devan dengan sensual.


Raya pun mengaggukan kepalanya pelan,bertanda jika ia menyetujui kemauan Devan.


Dan terjadilah asah mengasah golok ronde berikutnya di markas tempur Dua.


Ih,Seyemmm🙈


Emak tutup mata jadi enggak tahu adegan selanjutnya 😆😆


Emak Mau bobo dulu ya 🤭

__ADS_1


Tambahin vote sama hadiahnya lho,rela ngetik tengah malam nih buat kalian semua🤗


__ADS_2