My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Oh, jadi begitu!


__ADS_3

Byurr


"Mommy!!!!!" Pekik Xander tertahan, sambil memejamkan matanya dan menggertakan giginya dengan kesal. Kemudian Ia mengambil beberapa lembar tisue yang ada di atas meja untuk mengusap wajahnya yang basah.


"Maaf, mommy sengaja."


Ngenggg


Oma Airin segera melarikan diri dari hadapan putranya.


"Astaga, kenapa aku bisa mempunyai ibu yang gesrek seperti itu." Keluh Xander, sambil menggelengkan kepalanya.


"Untung saja anaknya yang tampan ini, tidak tertular kegesrekannya." Gumamnya, lalu beranjak dari tempat duduknya, karena selera makannya sudah hilang akibat terkena semburan maut dari ibunya.


Sama-sama gesrek jangan saling mengatai, Dad. 😂


Sementara itu di tempat lain, Raya yang habis pulang dari kampus kini tengah berada di sebuah mall bersama teman-temannya.


"Ra, lo enggak capek?" Tanya Luna, karena dirinya merasa engap sendiri ketika melihat perut Raya yang sudah terlihat membesar.


"Enggaklah, malah gue seneng dan semangat mumpung dapat ijin dari, Pak Su." Ucap Raya. Membuat kedua temannya tergelak.


"Kita takut kalau nanti lo capek dan kita juga yang kena semprot sama Om tampanmu itu." Ucap Mia dan di angguki oleh Luna.


"Enggak tenang saja, Karena gue udah punya jurus andalan buat Om tampanku itu bertekuk lutut." Ucap Raya tergelak.


"Dasar! Kasih tahu dong jurus apa yang kamu maksud." Tanya Mia penasaran.


"Anak kecil enggak boleh kepo!" Ucap Raya tergelak, membuat Mia memanyunkan bibirnya kesal.


"Ayo, kita makan disana." Raya menunjuk salah Restoran Jepang yang ada di mall tersebut. Dan kedua temannya pun mengikuti saja dengan keinginan ibu hamil.


"Eh, Ra. Itu bukannya Om tampan ya?" Ucap Mia, sambil menepuk pundak Raya dan menunjuk Devan dengan seorang wanita cantik, yang akan memasuki Restoran Jepang itu juga.


Raya yang sedang berbicara dengan Luna pun menoleh dan menatap seorang pria tampan yang di gelayuti oleh wanita cantik.

__ADS_1


"Oh, Jadi begitu!" Gumam Raya, sambil mengepalkan kedua tangannya erat di bawah sana.


Rasa lapar yang ia rasakan kini terganti dengan rasa panas yang menjalar keseluruh tubuhnya.


Siapa yang tidak marah dan kesal jika melihat suami berjalan dengan wanita lain.


Raya berusaha untuk mengotrol emosinya, agar bayi di dalam kandungannya tidak mengalami hal buruk.


Dadanya terasa sesak sekali!


"Ra, are you oke?" Luna menepuk pundak Raya.


"I'm Oke!" Jawab Raya dengan mantap dan kakinya melangkah memasuki Restoran tersebut.


Luna Dan Mia saling pandang seolah mereka tengah bertanya dengan bahasa isyarat, kemudian mereka berdua pun akhirnya mengikuti ibu hamil tersebut.


Dari kejauhan Raya melihat jika Devan terus menghindar tapi si uget-uget gatel itu yang selalu nemplok seperti lintah, membuat Raya semakin meradang.


"Gebetan baru, Bang?" Tanya Raya, tepat di belakang Devan, yang tengah di gelendoti si uget-uget gatel.


Ya! Dia sangat mengenali suara itu.


Mampus! Batin Devan, kemudian membalikkan badannya.


"Van!" Panggil wanita tersebut, ketika Devan berbalik arah.


"Sayang!" Pekik Devan, ketika melihat Raya yang tengah menatapnya tajam.


"Siapa dia Van?" Tanya Wanita tersebut.


"Di—"


"Gue mantan pacarnya!" Potong Raya, dengan tegas tanpa mengalihkan tatapan tajamnya.


"Perang dunia akan segera di mulai, Lun." Ucap Mia.

__ADS_1


"Ho'oh, kabur aja yuk. Gue takut kena imbas dari keganasan Raya." Ucap Luna.


"Yuk!" Mia menyetujui. Karena kedua temannya itu tahu jiwa bar-bar Raya yang sesungguhnya akan keluar jika gadis itu tengah emosi.


"Oh, mantan pacar doang! Kenalin nama gue Flora, mantan terindah Devan." Ucapnya dengan percaya diri.


"Flora dan Fauna sepertinya kalian cocok ya!" Ucap Raya.


Glek


Devan menelan ludahnya dengan susah payah, ketika melihat sorot mata indah itu kian menajam.


"Say—" Ucapan Devan terhenti lagi, ketika Raya mengangkat telapak tangannya di depan wajah Devan.


"Tapi, sayang sekali. Pria yang ada di sampingmu ini sudah beristri." Ucap Raya dengan penuh penekanan.


"Aku tidak perduli!" Ucap Wanita tersebut, sambil memperhatikan penampilan Raya yang sangat elegant dan tatapannya itu berhenti perut Raya yang terlihat menonjol.


"Oh, Ya? Bagaimana jika istrinya ada disini?"


"Aku akan mengahadapinya." Ucapnya dengan penuh percaya diri.


Sedangkan Devan hanya mengusap wajahnya dengan kasar. Kebodohannya terulang kembali disaat Flora mengajaknya bertemu dan ia meng iyakan dan berakhirlah seperti sekarang ini.


"Oke!" Raya menyingsing lengan Dressnya dan menatap tajam Si Flora uget-uget gatel.


"Hei! Kau mau apa?" Tanya Flora.


"Tentu saja ingin memberi pelajaran kepada bibit pelakor sepertimu! Dasar uget-uget gatel!"


"Arggghhh, Apa yang kau lakukan!!"


Tenang jangan emosi! 😄


Kasih hadiah dan Vote nya!

__ADS_1


__ADS_2