My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Crystal


__ADS_3

Yang benar saja Oma Airin memberikannya Miss Lux dengan ukuran yang cukup besar dalam kemasan Botol.


Devan semakin menekuk wajahnya seketika Anggota keluarganya terus meledeknya.


"Puas-puaskan kalian meledekku." Sungut Devan, lalu menghempaskan dirinya diatas Sofa dan meletakkan Miss lux diatas meja.


"Apa masih kurang? Jika iya, tuh di paper bag masih ada beberapa lagi." Ucap Oma Airin sambil menunjuk paper bag yang ada di sebelah Devan.


"Oma!!!!" Kesal Devan, tertahan.


"Ha ha ha haaa." Xander tertawa terbahak sangat keras hingga membuat Jeje kesal.


"Awwww." Pekik Xander, ketika pahanya di cubit sang ratu.


"Sayang, kenapa kau mencubitku?" Keluh Xander, sambil mengusap pahanya yang terasa perih dan juga panas.


"Berisik!! Kau mengganggu waktu istirahat cucu kita." Kesal Jeje, sambil menatap suaminya dengan tajam.


"Oh, Astaga aku lupa, he he heee." Xander menatap cucunya yang sudah tertidur di dalam box bayi.


Sebelumnya Jeje membantu Raya untuk meletakkan dede gondrong kedalam box karena sudah tertidur pulas setelah mengisi perutnya.


"Maklum sudah punya anak lima dan cucu satu." Balas Devan lalu tergelak. Sedangkan Xander mendengus kesal.


"Sayang, lihat aku di buly oleh menantumu itu." Rengek Xander kepada istrinya.


"Kenyataan jika daddy sudah tua, hi hi hi hi." Jeje menggoda suaminya.


"Walaupun aku tua tapi, aku masih bisa membuatmu hamil sepuluh anak lagi!" Bisik Xander, di dekat telinga Jeje.

__ADS_1


Sontak saja mendengar bisikkan tersebut, membuat Jeje menegang dan bulu kuduknya meremang.


Xander menyeringai licik saat melihat perubahan wajah istrinya itu.


Dasar maniak, Bule KW! Batin Jeje, sambil menatap suaminya kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari semakin malam Xander, Jeje dan Oma Airin memutuskan pulang kerumah setelah kedatangan kedua orang tua Devan.


Kedua orang tua Devan, meminta maaf karena datang terlambat sebab mereka tengah melakukan perjalanan bisnis keluar kota.


Ya, semenjak hubungan orang tua dan anak itu membaik, Tuan Fadaei memindahkan pusat perusahaannya ke Jakarta agar ia lebih mudah untuk memantau. Bahkan kini Tuan Fadaei sudah membangun cabang perusahaannya di berbagai kota di Negara ini.


"Selamat Devan Raya kalian sudah menjadi orang tua." Ucap Kedua orang tua Devan bersamaan.


"Ya ampun, cantik sekali cucuku." Ucap Nyonya Fadaei, sambil mengusap pipi cucunya yang tengah ada di pangkuannya.


"Iya, dia seperti ibunya." Tuan Fadaei menimpali.


"Iya, ya. Bahkan Tidak ada satupun yang mirip Devan." Ucap Nyonya Fadaei terkekeh.


"Karena aku yang mengandung, Mom." Jawab Raya dengan bangga.


"Tapi, aku yang menabur benih dan bekerja keras. Bahkan aku selalu menyirami kepalanya dengan santan kelapa dan lihatlah rambutnya bisa lebat seperti itu. Ini, sungguh tidak adil!" Cerocos Devan. Membuat Raya kesal dan juga malu karena sikap suaminya.


"Kau itu sungguh memalukan!" Sungut Raya, sambil melemparkan bantalnya kearah Devan, beruntung Devan segera menangkis dengan tangannya jika tidak, mungkin bantal itu sudah mendarat sempurna di wajahnya.


Tuan dan Nyonya Fadaei menahan tawanya saat melihat perdebatan antara anak dan menantunya.

__ADS_1


"Sudah, kalian ini malah bertengkar." Lerai nyonya Fadaei.


"Oh, iya siapa nama si cantik ini?" Tanyanya.


"Crystal Berliana Fadaei." Jawab Devan tersenyum begitu pula dengan Raya.


"Namanya indah dan cantik." Ucap Nyonya Fadaei lalu menciumi pipi cucunya dengan gemas.


"Apa kalian sudah membicarakan dengan Tuan Xander, jika putri kalian memakai marga 'Fadaei'?" Tanya Tuan Fadaei kepada Devan dan Raya.


"Sudah, Dad. Daddy tidak perlu khawatir karena Daddy Xander sudah menyetujuinya." Jawab Raya.


"Syukurlah." Ucap Tuan Fadaei.


Tuan Fadaei merasa tidak enak hati. Karena bagaimana pun Crystal juga cucu pertama Tuan Xander, bukan?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di dalam markas tempur satu, Jeje tengah dibuat kesal dengan tingkah suaminya.


"Daddy!!!" Kesal Jeje.


"Ayolah sayang, kita bikin adik untuk Four J yang lebih cantik dari Crystal." Ucap Xander membujuk istrinya yang kini sudah ada di bawah kungkungannya.


"No, Dad! Ahh iya dad—"


Ah Iya dad, lanjutinnya nanti malam aja karena masih sore. 🤪🤪🤪🤪


Tambahin Vote dan hadiahnya, juga jangan pelit Like!!

__ADS_1


__ADS_2