
"Apa??!!!" Wajah Raya sangat Syok, apalagi dirinya tidak merasakan tanda-tanda kehamilan, seperti kehamilan pertamanya dulu.
Dan Raya juga baru teringat karena sudah dua bulan dirinya tidak kedatangan si merah.
Aku hamil!.
"Made in BALI!" Ucap Devan, sambil menaik turunkan alisnya dan menatap mesum Raya.
"Papi!" Rengek Raya manja, saat Devan menatapnya seperti itu, membuat si sarung sempit sendat-sendut ingin segera di todong si golok sakti.
"Ck, dasar mesum!" Umpat Ricky, saat melihat pasangan yang ada di depannya itu.
"Sirik bilang, Bos!! Makanya kawin biar tahu rasanya surga dunia." Sindir Devan, membuat Ricky memutar kedua matanya malas.
"Kalian ini bertengkar terus! Ayo cepat periksa Raya, Ky!" Titah Xander dengan nada yang datar.
"Siap Om." Ucap Ricky, kemudian ia memanggil perawat yang membantunya untuk memeriksa Raya, sedangkan dirinya hanya memberi intruksi kepada perawat tersebut.
"Lihat monitor itu, usia kandungannya sudah memasuki 7 minggu jadi masih rentan dari keguguran, ini kehamilan kedua jadi pasti kalian sudah tahu apa yang tidak boleh di lakukan." Ucap Ricky, sambil melirik Devan.
"Ck, aku tahu!" Devan berdecak kesal, membuat semua orang disana tergelak.
Semua orang disana menatap kearah monitor dengan perasaan yang bahagia dan bercampur haru. Terlihat jelas jika di layar monitor yang ada di hadapan mereka ada bulatan kecil berukuran sebesar biji kacang hijau.
Usahaku ternyata tidak sia-sia. Batin Devan bangga.
"Kita akan punya cucu lagi." Ucap Jeje, kepada nyonya Fadaei.
__ADS_1
"Iya, Je. Aku senang sekali." Jawab Nyonya Fadaei, tersenyum senang.
Sedangkan Xander dan Tuan Fadaei tersenyum bahagia.
"Berarti sekarang sudah jelas, jika Devan tengah mengalami sindrom Couvade atau biasa di sebut kehamilan simpatik." Jelas Ricky.
"Oh, jadi karena itu aku tidak merasakan mual dan muntah?" Tanya Raya, sambil mendudukan diri di bantu oleh Devan.
"Tidak apa-apa jika aku yang tersiksa, yang penting kau dan anak kita sehat." Ucap Devan, mengecup pucuk kepala Raya setelah itu mengusap lembut perut istrinya.
"Ahh, mereka manis sekali." Jeje menyatukan kedua tangannya di dada sambil memandang iri anak dan menantunya itu.
"Aku juga bisa manis seperti mereka." Bisik Xander, membuat Jeje mendelik kesal.
"Ingat umur, Dad!" Kesal Jeje, sambil melirik tajam suaminya yang berdiri di sampingnya.
Setelah di rawat satu hari di Rumah sakit, kini Devan di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah lebih baik, hanya saja setiap pagi Dirinya harus merasakan mual yang sangat luar biasa.
Dan kabar kehamilan Raya di sambut bahagia oleh seluruh keluarga Clark termasuk kelima anak yang sebentar lagi akan mempunyai teman baru.
Bahkan Oma Airin sampai menangis haru, karena ia masih di beri kesempatan untuk merasakan kebahagiaan itu.
"Mami, apa Dede bayinya nakal?" Tanya Crystal sambil mengusap-usap perut Raya dengan lembut.
Semenjak tahu jika di perut Maminya ada dede bayi, Crystal terus saja mengekori Raya kemanapun ibunya pergi, kecuali jika Raya pergi kamar mandi. Bahkan Devan saja sampai berdecak kesal karena tingkah putrinya itu sangat berlebihan.
"Dede bayinya pintar seperti kakak." Jawab Raya sambil menjawil Hidung mancung Crystal membuat gadis kecil itu tertawa.
__ADS_1
"Aku harap nanti Dede bayinya laki-laki seperti kita." Celetuk Ansel.
"Memang kenapa kalau perempuan?" Tanya Raya.
"Jika perempuan pasti akan sangat menyebalkan seperti Crystal." Jawab Nathan, membuat Crystal cemberut kesal.
"Kalian menyebalkan!" Rengek Crystal, lalu menangis histeris.
"Nah 'kan, dia sangat manja dan cengeng, maka dari itu kami ingin dede bayi laki-laki saja." Sean semakin menggoda Crystal.
"Boleh ya Mami? Jika Dede bayinya laki-laki." Tanya Aiden kepada Raya, sambil melirik Crystal yang masih terisak sambil mengusap kedua matanya.
"Iya." Raya hanya menjawab begitu saja, agar ke empat adiknya itu berhenti menggoda putrinya.
"Ih!! aku benci sama Mami dan Four J, huaahhhhh Papi.... Daddyy.. Mommy." Crystal berlari dari Ruang tengah itu dan mencari keberadaan Devan dan juga Xander dan juga Jeje.
"Ha ha ha haaa." Four J malah tertawa terbahak saat melihat Crystal menangis histeris.
"Ya ampun." Keluh Raya, sambil mengusap perutnya dan berkata. "Amit-amit jabang bayi."
Raya oh Raya🤣
Kasih vote!
Like!
Komentar!
__ADS_1
Bunga sekebon dan Kopi sedrum!