My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Yang penting keluar!


__ADS_3

Jika di markas tempur satu sedang terjadi acara mengasah pedang dan olah raga malam yang menghangatkan badan, berbeda dengan yang terjadi di markas tempur dua yang salah satu penghuninya merajuk dan mendesah kesal lantaran gadis kecil yang tidur di tengah mereka tidak kunjung tidur padahal waktu sudah menunjukan jam 10 malam.


"Crys, ayolah tidur sudah malam." Bujuk Devan entah yang keberapa kali.


"No! Aku masih mau ngobrol sama dede bayi!" Tolak Crystal, sambil menatap sinis ayahnya. Kemudian Crystal mengusap-usap lagi perut Ibunya sambil berbicara di dekat perut Raya.


Ayolah Crys, Papi mau asah golok yang sudah karatan. Devan hanya berucap dalam hati.


Raya hanya terkekeh geli, tapi saat melihat wajah frustasi suaminya, ia pun tidak sampai hati karena suaminya sudah puasa dua bulan lamanya.


"Crys, dedenya sudah ngantuk dan mau bobo juga." Ucap Raya, kepada putrinya.


"Masa? Tapi Crystal tidak mendengar Dede menguap?" Tanya Crys dengan polosnya, membuat Raya menghembuskan nafasnya pelan. Putrinya itu tidak mudah untuk di bohongi.


"Dedenya cuma bilang sama Mami, makanya Crys tidak dengar. Jadi sekarang Crystal bobo ya." Bujuk Raya lagi.


"Oh begitu, tapi Dedenya bilangnya bagaimana? Dede 'kan belum bisa berbicara cuma bisa menangis, owekkk.... oweekkkk." Ucap Crystal, sambil menirukan suara tangis bayi.


Ya ampun, dia ini titisan Xander Clark sangat menyebalkan! Batin Devan kesal, sedangkan Raya menepuk jidatnya sendiri dengan kesal, karena membujuk Crystal sangat sulit dan harus mengeluarkan seribu satu cara.


"Dedeknya cuma bilang di dalam hati saja sayang." Ucap Raya lagi.


"Didalam hati? Ih, mami bohong ya? Kalau kita berbicara dalam hati, orang lain itu tidak akan mendengar, seperti Crys saat ini bicara dalam hati, Mami sama Papi tidak bisa mendengarkannya." Ucap Gadis kecil itu dengan bahasa cadelnya.

__ADS_1


"Iya ya." Ucap Raya sudah kalah telak, sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal sedangkan Devan mengusap wajahnya frustasi.


"Bohong itu dosa. Kan Mami sama Papi juga yang bilang begitu sama Crys." Ucap Gadis kecil itu lagi, membuat Raya dan Devan merasa malu.


"Iya, deh iya maaf. Sekarang Crys tidur ya, kalau tidak mau tidur besok tidak di belikan Eskrim, permen dan coklat." Bujuk Raya lagi, seketika mata Crys berbinar saat mendengar makanan kesukaannya di sebut.


"Oke Crys tidur, tapi besok belikan yang banyak ya, Mami." Ucap Crys tersenyum, lalu mulai memejamkan matanya.


"Iya sayang." Jawab Raya, sambil mengusap-usap punggung Crystal memberi kenyamanan agar putrinya itu cepat tidur.


A Few Moment later


"Sudah tidur?" Tanya Devan, sambil menatap wajah cantik putrinya.


"Ya, sudah tunggu sebentar lagi." Ucap Devan, lalu merebahkan tubuhnya kembali.


"Psstttt." Raya memanggil Devan berulang kali, tapi sayangnya suaminya itu yang sudah memejamkan matanya.


"Sayang!!!" Kesal Raya tertahan karena suaminya tidak kunjung bangun.


Buk


Raya melemparkan bantalnya tepat di wajah Devan, membuat suaminya itu tersentak dan langsung mendudukan diri sambil mengusap dadanya berulang kali.

__ADS_1


"Ada apa? Kau membuatku terkejut." Ucap Devan, menatap istrinya dengan sedikit kesal.


"Jadi tidak?" Tanya Raya dengan nada sewot. Seketika Devan baru teringat jika dirinya ingin mengasah goloknya, karena terlalu lama menunggu Crystal tertidur pulas, ia pun ikut ketiduran.


"Jadi dong, ayo!" Devan beranjak, lalu memindahkan Crystal agak ke pinggir tempat tidur.


"Lakukan dengan cepat, nanti Crys bangun." Ucap Raya, kepada Devan yang sedang membuka bajunya.


"Mana enak cepat-cepat!" Devan mendengus kesal.


"Banyak omong, kan yang penting keluar!" Sungut Raya.


"Iya deh iya."


🤣🤣🤣


Bacanya jangan senyam-senyum woy, wkwkwwkwkwk


Kasih like!


Komentar!


Vote!

__ADS_1


Kasih bunga dan kopi yang banyak!


__ADS_2