My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Si Merah


__ADS_3

Jika di markas tempur satu sedang terjadi asah mengasah pedang yang sakti mandra guna. Berbeda dengan Markas tempur dua yang masih terjadi perdebatan.


"Sayang,please aku tidak melakukan apa pun. Oke aku salah dan minta maaf," Ucap Devan pada akhirnya.


Raya menghapus air matanya,karena ia terlalu kesal dengan suaminya itu.


Wanita mana yang tidak marah jika suaminya menatap pepaya gantung milik wanita lain.


"Maaf ya sayang," Raya menganggukan kepalanya.


"Tapi jangan di ulangi lagi," Ucap Raya,kemudian Devan segera memeluk tubuh istrinya.


"Tidak akan," Jawab Devan.


"Jika Om,mengulanginya lagi. Aku akan membalas Om dengan melihat body seksoy pria lain," Ucap Raya,terdengar mengancam.


"Apa ? Enak saja ! Mata indah mu ini hanya boleh menatap tubuh kekar ku dan golos saktiku saja. Awas jika kau berani melakukannya," Balas Devan,sambil mengecup kedua mata Raya.


"Baru kayak gitu saja,Om sudah marah. Apa kabar diriku ini yang melihat Om ngiler saat lihat pepaya gantung uget-uget gatel !" Sindir Raya.


Sindir terossss. Batin Devan.


"Maaf," Hanya satu kata yang Devan ucapkan,karena ia tidak ingin singa betinanya mengamuk lagi.


"Jadi boleh enggak malam ini Golok sakti ku yang seperti talas bogor ini berkunjung di sarung sempitnya," Rayu Devan,sambil mengambil tangan Raya dan mengusapkan nya di permukaan golok saktinya yang sudah mengembang di balik celana nya.


Raya mengangguk malu,membuat Devan bersorak senang.


"Tapi,Om mandi dulu," Ucap Raya sambil mengelus dada bidang yang berotot itu dengan lembut.


"Tidak mau ! Karena nanti juga mandi lagi" Jawab Devan,sambil mengecupi leher jenjang Raya yang putih dan mulus itu.


"Sshhhhh," Raya tidak mampu menolak lagi,karena ia pun menginginkannya.


Walaupun Devan habis ngeGym dan mengeluarkan banyak keringat,tapi tubuh Devan tidak bau malahan bertambah wangi menurut Raya.😆


"Emppphhh," Bibir Raya langsung di patuk oleh Devan. Keduanya saling mellumat dan saling menyesap.


Devan yang sudah tidak tahan langsung mengangkat tubuh Raya tanpa melepaskan ciuman nya,dan berjalan menuju arena pertempuran yang sudah melambai-lambai sejak tadi.


Devan merebahkan tubuh Raya perlahan,kemudian ia mengungkung nya.


"Bersiaplah sayang," Bisik Devan.


"Iya,sayang," Balas Raya,kemudian mereka melakukan pemanasan.


Devan yang sudah tidak tahan,pun langsung menarik Underware Raya.


"Sayang,Kamu berdarah !"Pekik Devan ketika baru membuka sedikit Underware berwarna putih tersebut.


Tubuh Devan langsung melemas seketika,apa lagi golok saktinya yang tadi begitu semangat sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pun,menjadi ikut lemas dan menunduk sambil menggelengkan kepala botak nya.


"What !" Raya segera bangkit dan tanpa sengaja menendang lengan Devan.


Dug


"Awww," Devan mengaduh,ketika tangannya terkena tendangan maut.


"Maaf," Pekik Raya segera berlari kekamar mandi.


Devan menatap nanar pintu kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Sayang,boleh minta tolong ?" Raya menyembulkan kepalanya sedikit di pintu kamar mandi.


"Hem," Jawab Devan lesu.


"Tolong,ambilkan Underware ku dan pemba***," Ucap Raya,sebenarnya merasa tidak enak hati kepada suaminya.


"Dimana ?"


"Di ruang ganti,cari saja di laci lemari ku," Ucap Raya lagi.


Dengan langkah gontai,Devan mengambil apa yang di butuhkan istrinya.


"Nih," Devan menyerahkan dua barang tersebut.


"Terimakasih sayang," Ucap Raya sambil tersenyum manis.


"Iya," balas Devan.


Beberapa menit kemudian Raya baru keluar dari kamar mandi.


"Sayang,kenapa tidak memakai baju ?" Tanya Raya,saat melihat suaminya masih polos.


"Mau tidur," Jawab Devan singkat,kemudian merebahkan diri diatas tempat tidur dan segera menarik selimut.


Raya membuang nafas nya kasar,ketika melihat suaminya kesal.


"Sayang,kamu marah ? Maaf ya," ucap Raya,sambil memeluk Devan dari belakang.


"Aku tidak marah,hanya saja kesal," Ucap Devan,membalikan badannya kemudian membalas pelukan Raya.


"Kenapa Si Merah harus datang ?" Tanya Devan.


"Karena sudah waktunya. Seharusnya datang nya satu minggu lagi," Jawab Raya,semakin mengeratkan pelukannya di tubuh kekar dan gagah suaminya itu.


"Maaf,sayang. Aku belum bisa--"


"Ssst. Kita akan mencoba sesering mungkin sampai kita berhasil. Lagi pula kita baru menikah selama satu minggu bukan ?" Ucap Devan menenangkan istrinya yang sudah ingin menangis.


Devan jadi merasa bersalah.


Raya mengangguk kemudian tersenyum.


"Lalu,golok Sayang bagaimana ini ?" Tanya Raya,sambil memegang golok sakti super jumbo itu.


"Jangan nakal sayang," Devan melepaskan tangan Raya perlahan.


"He he hee,habisnya gemes kalau lagi Besar gitu," Ucap Raya,tak berfilter.


"Ck," Devan hanya berdecak kesal. Karena kepala atas dan bawah terasa pusing akibat ulah Raya.


"Mau di bantuin atau mau sama Miss Lux ?" Goda Raya.


"Jangan menggodaku sayang," Ucap Devan,penuh penekanan.


Devan mengambil tangan Raya lagi dan meletakkan di golok saktinya.


"Sshhhh," Devan mendesis ketika goloknya di urut oleh tangan mungil Raya.


"Enak ?"


"Lumayan dari pada sama miss lux," jawab Devan,membuat Raya terkekeh.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari telah tiba dan hari ini Raya mulai masuk kuliah lagi,karena ia hanya mengambil cuti selama 1 minggu.


"Sudah siap sayang ?" tanya Devan pada istrinya yang masih duduk di depan meja rias.


"Ya,sebentar lagi," Ucap Raya sambil mengoleskan lipstik di bibirnya.


"Sayang,kau itu sudah sangat cantik jadi tidak perlu berdandan lagi," Devan kesal melihat istrinya sangat cantik hari ini. Ia hanya tidak mau jika para pria di luar sana melirik istrinya.


"Masa ? Tapi kenapa mata suamiku masih jelalatan padahal istrinya sudah cantik maksimal begini," sindir Raya.


Nyindir terus. Batin Devan.


"Ayo," Raya menggandeng tangan Devan. Mereka keluar dari dalam kamar dan menuju ruang makan.


Di ruang makan


"Pagi Oma," Sapa Raya dan Devan.


"Pagi sayang," balas Oma Airin.


"Mami sama Daddy mana ?" Tanya Raya,setelah duduk di kursi meja makan.


"Sebentar lagi mereka turun," Jawab Oma Airin,menatap pasangan pengantin baru itu.


"Sayang,mau sarapan Roti atau Nasi goreng ?" Tanya Raya,kepada Devan.


"Nasi goreng saja,sayang," Jawab Devan. Dengan cekatan Raya mengambilkan nasi goreng untuk suaminya.


"Kopi ?" Tanya Raya lagi.


"Tidak. Aku mau susu saja," Ucap Devan,sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


Raya menuju dapur untuk membuatkan susu keinginan suaminya.


"Apa kau tidak kenyang ? Padahal setiap malam sudah meninum susu dari sumbernya,ha ha ha" Ucap Oma Airin tak berfilter.


"Uhuk-uhuk," Devan tersedak makanannya kemudian segera meminum air putih yang ada di atas meja.


Astaga Oma. Batin Devan,sambil menepuk dadanya.


"Oma !!" Tegur Raya dari dapur karena ia mendengar perkataan Oma Airin.


Tidak berselang lama pasangan pengantin lawas,menuju meja makan.


"Pagi semua," Sapa Jeje tersenyum ceria.


"Pagi menantu Mom,tadi malam berapa ronde," Tanya Oma Airin,karena ia melihat rambut Anak dan menantunya itu masih terlihat basah.


"Mommm !!" Xander memperingati ibunya.


"Ha ha haaa," Oma Airin tertawa terbahak.


"Jangan lupa janji kalian ! Hari ini ya !" Oma Airin mengingatkan.


"Beres Oma,sebentar lagi sepatu Oma akan sampai," Ucap Devan,tersenyum. Berbeda dengan Xander yang langsung menelan ludahnya kasar.


Pakaian nyentrik ! Oh No !. Batin Xander berteriak.


Emak udah nyiapin pakaian Daddy,tapi tenang saja walaupun nyentrik Daddy masih telihat tampan kok😆

__ADS_1


Seninn oh senin keluarin semua Vote dan hadiahnya 😘😘


__ADS_2