My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Mie setan!!!


__ADS_3

"Maksudku, jangan pernah menyentuhku hingga sampai batas waktu yang belum di tentukan!" Ucap Raya tegas, kemudian ia turun dari tubuh suaminya.


"Whatt!" Pekik Devan.


Kepala Devan mendadak pusing tujuh keliling dan golok yang tadinya seperti talas bogor sambil menganggukan-angguk kini menjadi menggelengkan kepalanya dan berubah menjadi terong rebus


Mengkerut dan mungil.🙈


"Sayang, kau tega denganku?" Teriak Devan, saat melihat Raya berjalan menuju ruang ganti.


Devan beranjak dari tempat tidur lalu mengambil boxernya yang teronggok diatas lantai dan memakainya.


"Sayang!" Devan mengikuti istrinya kedalam ruang ganti.


"Apa? Jangan pikir, aku akan melupakan kesalahanmu dalam sekejab!! Nehi Nehi." Ucap Raya, sambil menggerakan jari telunjuknya kekanan dan kekiri.


"Tapi, aku kan sudah minta maaf." Ucap Devan melemas, sambil menatap istrinya yang tengah memakai pakaiannya.


"Maaf saja tidak cukup! Dua kali kau melakukan kesalahan yang sama. Untuk yang pertama aku masih memberikan toleransi dan untuk yang kedua kali kau harus di beri hukuman." Ucap Raya, menatap suaminya dengan tajam.


"Oke aku salah. Tapi, apakah boleh hukumannya di ganti. Please." Rengek Devan.


"Tidak!" Tegas Raya.


"Sayang." Ucap Devan dengan nada merengek.


"Sekali lagi kau merengek, maka hukumanmu ditambah yaitu tidur di luar!" Ucap Raya, dengan tegas sambil menatap tajam Devan.


Glek


Devan menelan ludahnya kasar ketika mendengar ucapan istrinya tidak main-main.


"Kau tega sekali! Bagaimana nanti jika golokku karatan dan tak berfungsi lagi?" Ucap Devan dengan lesu.

__ADS_1


"Di servis saja ketukang las!" Ucap Raya asal.


"What!" Dengan reflek Devan membekap golok saktinya yang terbungkus boxer hitam.


Bisa-bisa golokku nanti melumer jika di bawa ke tukang las. 😆


"Cih! Di pikiranmu hanya ada jungkat-jungkit saja! Pikirkan dan renungkan kesalahanmu!" Dumel Raya, dan berlalu begitu saja melewati suaminya yang masih terkejut karena ucapannya.


"Huh, nasib. Golok oh golok kau harus bersiap bertemu Miss Lux hingga batas waktu yang belum di tentukan." Ucap Devan lesu, sambil menundukkan kepalanya menatap goloknya yang sudah bobok ganteng di bawah sana.


Disisi lain, Raya yang sudah berada di dapur untuk memasak mie instan untuk dirinya sendiri.


"Nona, biarkan saya saja." Ucap Pelayan wanita menawarkan diri.


"Aku bisa sendiri." Jawab Raya, sambil memasukan cabe rawit lumayan banyak kedalam panci.


"Tapi, Nona jika nanti Tuan besar dan Tuan Devan melihat Nona memasak sendiri, saya bisa di pecat." Ucap Pelayan, tersebut dengan hati-hati.


Raya menghembuskan nafas lelahnya dan akhirnya ia pun mengalah.


"Terimakasih Nona." Ucap pelayan tersebut.


"Aku yang seharusnya berterimakasih." Ucap Raya tersenyum. "Nanti bawa ke ruang tengah ya, Mbak." Lanjut Raya, dan pelayan tersebut mengangguk patuh.


Tak berselang lama mie yang di inginkan Raya sudah ada di hadapanya.


"Hem, sepertinya enak sekali." Ucap Devan, yang tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Raya.


"Cih!" Raya berdecih lalu menggeser duduknya menjauhi suaminya.


"Dosa loh menjauhi suami seperti itu." Ucap Devan.


"Lebih dosa lagi jika seorang suami berjalan dengan mantan pacarnya dan lebih parahnya lagi di depan istrinya sendiri." Sindir Raya.

__ADS_1


Ngek


Devan langsung bungkam sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sindirr terus!. Batin Devan.


Lalu Raya mulai menyeruput kuah mienya itu.


Huh, pedas. Batin Raya.


Devan tak kehabisan akal untuk meluluhkan hati istrinya.


"Sayang, sini aku suapi." Ucap Devan, penuh perhatian.


"Tidak perlu." Ucap Raya, sambil menyerahkan semangkok mie itu ke suaminya.


"Lah, katanya tidak mau di suapi?" Heran Devan, tapi ia tetap menerima semangkok mie itu.


"Aku ingin melihatmu makan mie ini." Ucap Raya, menyeringai licik.


"Wah, benarkah? Kebetulan sekali perutku sangat lapar." Ucap Devan.


"Selamat menikmati, Sayang." Ucap Raya, kemudian meninggalkan Devan.


"Tentu sayang dan terimakasih." Hati Devan sangat berbunga-bunga karena semangkok mie instan yang di berikan oleh istrinya. Kemudian ia mulai menyuapkan mie tersebut kedalam mulutnya.


Baru saja ia mengunyah mie tersebut matanya berubah berkaca-kaca dan bibirnya bergetar.


Lalu ia berteriak.


"Mie Setann!!!!!!!"


🤣🤣🤣

__ADS_1


Seneng lihat Om Dev-Dev menderita🤣🤣🤪


Kasih Vote,hadiah dan jangan pelit like!


__ADS_2