
"Awas Oma nanti nyungsep" Raya memperingati Oma Airin saat berjalan lenggak-lenggok seperti model ditambah lagi hells yang Oma kenakan sangatlah tinggi.
"Heh,aku ini profesional jadi kau tidak perlu khawatir seperti itu" Oma Airin berkata dengan sombong.
"Cih,Kalau sudah jatuh saja baru tahu rasa" Kesal Xander.
Pagi hari sudah di sungguhkan dengan penampilan Oma yang nyentrik ditambah lagi tingkah Oma layaknya seperti model papan atas.
"Hei ! Mom mendengarkannya anak nakal" Seru Oma Airin,sedangkan Xander menatap jengah ibunya.
"Oh iya Je ? Xander bilang jika pinggangnya terasa encok ya ? Nih Mom kasih obat kuat dan obat encok,biar Xander semakin hot dan menggelora,ha ha ha haa" Oma Airin kembali duduk di sofa dan mengambil dua botol yang berisi kapsul dari dalam tasnya.
"Momm !!!!" pekik Xander,sambil memijat kepalanya. "Aku ini kuat dan tenaga ku seperti kuda ! Jadi tidak memerlukan obat sialan itu" Kesal Xander.
"Heleh ! Tapi kenapa kau bisa encok hah ?".Tanya Oma Airin.
"Itu karena- Ehem" Xander ragu mengatakan alasan kenapa dirinya bisa Encok. Tidak Ragu tapi tepatnya malu.
"Jadi benar jika pinggang Daddy Encok ?" tanya Jeje khawatir. "Maafkan aku ya Dad" Jeje merasa bersalah.
"See ? Istrimu Strong women ! Dan kau kalah telak Xander,Heh !" Oma Airin mengejek putranya.
"Jadi terima Obat ini" Oma Airin membuka lebar tangan Xander dan meletakkan 2 botol obat itu di tangan Xander.
"Mom ! Sudah berapa kali aku bilang jika aku ini kuat,mau bukti ? Akan aku buktikan disini" Ucap Xander,sambil meletakan obat itu diatas meja.
"Ya ! Kalian mau menodai mata suci ku ?" Pekik Raya ,saat mendengar ucapan ayahnya.
"Cih ! mata suci" Ejek Oma Airin, dan Raya hanya mencebikan bibirnya kesal.
"Mom. Daddy kuat kok,tidak pakai obat itu aja pedangnya bisa tahan lama bisa sampai 2 jam lebih" Ucap Jeje frontal dan membuat Xander melotot lebar dan menatap istrinya tajam.
"Apa sih ? Memang benar kan daddy kuat sampai-sampai pedas rasanya disini,karena Daddy melakukannya bisa sampai 3 kali dalam semalam" Jeje menunjuk area intinya.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha" Oma Airin dan Raya lamgsung tertawa terbahak.
"Pantas saja kalian bisa mencetak 4 tuyul sekaligus itu karena vla puding Xander di semburkan berulangkali di kue apem mu" Ucap Oma Airin,membuat Jeje tersipu malu.
"Sudah jelaskan jika aku kuat dan tak terkalahkan" Xander berkata sombong.
"Astaga kalian ini berbicara hal yang meresahkan kepada anak perawan ?" Keluh Raya.
"Hei,anggap saja edukasi untukmu. Kan sebentar lagi kau akan menikah" Ucap Oma Airin.
__ADS_1
"Mom ! Jangan meracuni otak putriku" Seru Xander.
"Terserah Mommy lah,dia kan cucuku" ketus Oma Airin.
"Dan aku daddy nya" Xander tak mau kalah.
"Udah deh stop jangan pada berdebat !" Raya menghentikan perdebatan ibu dan anak itu.
"Oma,ayo kita kekamar aku ingin tahu tata cara memuaskan suami" Raya menarik tangan Oma nya.
"Tata cara memuaskan suami itu mudah kok Ra" Jawab Jeje,membuat Raya dan Oma menoleh.
Sedangkan Xander sudah mengusap wajahnya kasar.
"Bagaimana?" Tanya Raya penasaran.
"Kau tinggal terlentang dan buka kakimu dengan lebar " Ucap Jeje,membuat Oma tertawa terbahak.
"Astaga !" Pekik Raya,terkejut dengan ucapan ibu sambungnya dan otaknya jadi traveling liar.๐
"Ha ha ha ha,ternyata kau sekarang sudah ketularan Mommy ya" Oma Airin terbahak.
Istriku sekarang menjadi tidak waras. Batin Xander kesal.
Di markas tempur.
"Kenapa menatap ku seperti itu ?" Tanya Jeje. Ia gugup dengan tatapan tajam suaminya,apa lagi melihat penampilan suaminya membuatnya panas dingin dan ingin segera di ah ah in sama Daddy Xander.๐
Xander melepaskan kaosnya dan terlihatlah roti sobek yang membuat mami Jeje berkeringat dingin, lalu Xander duduk di salah kursi yang ada di kamarnya dan menyandarkan punggungnya dinding,kedua tangannya di masukan di kantong celananya dan tatapan tajam itu mengintimidasi istrinya.
"Dad ?" Jeje memberanikan diri mendekati suaminya dan mengelus roti sobek yang sangat menggoda itu.
"Sekarang kau mesum sekali ya ?" Tanya Xander.
"He he he he,kelamaan bergaul sama Mom,otakku jadi ikutan mesum he he he" Jeje tertawa lalu duduk di pangkuan Xander.
"Jangan menyalahkan Mommy" Xander menunjuk kening Jeje,dan Jeje mengangguk.
"Dad ? pedangmu sudah ingin diasah ya ?" Jeje menggoyangkan pinggulnya.
"Ssshhh,kau menggodaku ?" Xander lalu meraup bibir pink itu dengan rakus dan mellumatnya kasar dan Jeje membalasnya dengan lebih ganas,sejak ia hamil gairah nya meningkat.
__ADS_1
"Emmm" Xander melenguh saat tangan Jeje masuk kedalam celananya dan memegang si pedang panjang yang siap untuk diasah.
"Aku akan memuaskan mu Dad" Jeje menarik celana Xander dan tersembullah pedang panjang yang sudah melambai-melambai memanggil si sarung sempit.
Jeje menaikan Dressnya lalu menurunkan underwarenya sendiri,kemudia ia duduk mengangkang diatas pedang panjang,dengan perlahan Jeje mengarahkan pedang itu menuju sarung sempit.
"Aahhhh" Keduanya mengeluarkan suara laknat,saat pedang itu sudah masuk sempurna di dalam sarunh sempit.
"Jangan terlalu dalam Dad,kasihan anak-anak" Ucap Jeje di sela aktifitasnya goyang Cendol.
"Tidak enak kalau tidak dalam" Xander menekan pinggul Jeje agar semua miliknya di lahap oleh kenikmatan Istrinya.
"Ahhh,Kau membuatku Frustasi sayang" Xander meraup bibir Jeje,tangan kanannya menahan pinggang Jeje dan tangan kirinya meremas pepaya gantung bergantian membuat Jeje terus mengeluarkan suara laknat yang membuat Daddy Xander semakin kejang-kejang.
"Ah,daddy" Pekik Jeje,saat Xander menggigit Coco Chip miliknya. Rasanya geli,enak dan sakit bercampur jadi satu.
"Ugghh,kau nikmat sekali sayang" Racau Xander,lalu mengkat tubuh Jeje dan mendudukan Jeje diatas meja rias tanpa melepas penyatuannya. Xander mengujam Jeje dengan posisi berdiri sedangkan Jeje ia dudukan di meja rias dan mengakat salah satu kakinya di lengannya sedangkan kaki satunya menjuntai kebawah.
"Ahh,Daddyy pelan ah pelannn ahh enak" Jeje terus mengeluarkan suara laknatnya seiring Pedang Xander mengasah di dalam sana.
"Ohh Yeahh," Xander memelankan gerakannya,ia sangat menikmati jepitan si sarung sempit itu. Gerakan Xander yang pelan membuat Jeje semakin mengerang karena rasanya begitu sangat nikmat.
"Ahh dad,aku sam--arggghhh" Jeje mengigit pundak Xander Saat pelepasan pertamanya itu akan tiba.
"Bersama Sayang bersama" Xander mempercepat gerakannya,maju mundur naik turun hingga vla pudingnya muncrat kedalam rahim istrinya.
"Arghhhhhh" Erang keduanya saat sudah sampai pucak kenikmatan.
"Terimakasih sayang terimakasih" Xander mengecup bibirnya sekilas.
"Dad,pasti anak-anak kita protes didalam sana" Nafas Jeje masih terengah,sambil bersandar di kaca meja rias.
"Mereka pasti senang karena di jenguk oleh daddynya apa lagi Daddynya selalu memberikan vitamin". Ucap Xander terkekeh, lalu mencabut pedangnya yang sudah mengkerut.
"Daddy !"
Panas panas ๐ฅ๐ฅ
Asah terus Dad,sampai kinclong ๐๐๐.
Maafin emak othor ya ๐คฃ ๐คฃ๐
Ayo tambahanin Vote dan hadiahnya juga kasih like, biar emak tambah semangat ngetiknya.๐น๐นโ
__ADS_1