My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Sambal pete


__ADS_3

Setelah selesai berdansa romantis, Xander dan Jeje kini mulai menikmati makan siang mereka.


"Wah, sepertinya semua masakan ini sangat lezat, pasti istri cantiku ini 'kan yang masak." Puji Xander, ketika mencium aroma masakan yang sudah ada di atas meja.


Jeje hanya memasak Sayur Asam dengan lauk tempe goreng, ikan nila goreng dan sambal spesial. Walau pun hanya masakan sederhana, tapi Xander selalu suka dengan masakan istrinya dari jaman duda sampai menjadi mantan duda.🤭


"Tentu saja sayang, aku masak spesial untukmu." Jeje memperlihatkan sambal spesial untuk suaminya.


"Apa ini?" Tanya Xander, sambil menunjuk sambal yang berada di mangkok kecil yang dipegang istrinya.


"Sambal pete spesial for you." Ucap Jeje, lalu menuangkan sambal itu kepiring suaminya.


"Pete, apa enak?" Tanya Xander, karena ia tidak pernah memakan sambal pete dan Jeje juga baru kali ini memasakan untuknya.


"Enak dong, coba saja." Ucap Jeje, sambil tersenyum.


Xander mengangguk kemudian ia mulai mencoba memakan pete tersebut, Xander mengunyah perlahan dan detik berikutnya ia mulai ketagihan.


"Ternyata enak." Ucap Xander tidak jelas, karena saat ini mulutnya penuh.


"Daddy, pelan-pelan." Jeje mengingatkan, saat melihat suaminya makan seperti orang kesurupan.


Baru saja di ingatkan, Xander sudah tersedak.


"Tuh 'kan!" Lalu Jeje menuangkan air kedalam gelas suaminya dan dengan cepat Xander menenggak habis air di gelas tersebut.


"Habisnya enak banget sayang, besok-besok buatkan sambal pete lagi ya." Pinta Xander sambil menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangannya.


"Iya, daddy." Jeje merasa sudah kenyang duluan saat melihat suaminya makan dengan lahap.


"Huah." Xander kepedasan, walau begitu ia tidak kapok dan mau lagi dan lagi.


"Air sayang, pedas huahhhh." Xander sampai menjulurkan lidahnya dan keringat terus bercucuran di wajah dan lehernya.


Jeje menyodorkan segelas air lagi untuk suaminya, dan Xander segera meminumnya hingga tandas. Jeje dengan telaten menyeka keringat suaminya dengan tisue.


"Terimakasih sayang," Ucap Xander, sambil terus makan.


"Kau tidak makan?" Tanya Xander. Ia baru tersadar jika istrinya sejak tadi belum makan, bahkan nasi di atas piring istrinya pun masih utuh.


Jeje menggeleng sebagai jawaban.


"Aku suapi ya?" Dan Jeje langsung mengangguk cepat.


"Manja sekali, bilang saja minta di suapi." Ucap Xander terkekeh, sambil menyuapi Jeje.


"Biarin." Jawab Jeje cuek. "Manja sama suami ini." lalu membuka mulutnya ketika Xander menyuapinya.


"Ya, deh. Ayo aaaa buka mulutnya cantik."


"Nanti dulu aku belum menelannya." Jawab Jeje, sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


Kemudian makan siang itu berakhir dengan suap-suapan yang romantis seperti ABG baru jatuh cinta.


"Aduh...Aku kenyang sekali." Keluh Xander, sambil mengusap perutnya dan menyenderkan tubuhnya di senderan sofa.

__ADS_1


"Lagian rakus!" Cibir Jeje.


"Habisnya masakanmu enak sekali. Hokkkkkk." Jawab Xander, sambil bersendawa.


"Ih, Daddy. Kalau bersendawa di tutup mulutnya." Keluh Jeje, sambil menutupi hidungnya.


"Ha ha ha haa." Xander hanya tergelak saja disana.


"Aku mau pulang, Dad. Kasian anak-anak sudah di tinggal terlalu lama." Ucap Jeje, sambil membereskan piring bekas mereka makan.


"Sudah letakan disitu saja, nanti biar OB yang membereskan." Cegah Xander, dan Jeje pun hanya menurut saja karena jika dirinya menolak pasti berkahir dengan perdebatan.


"Aku pulang dulu ya." Pamit Jeje, lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Ya, maaf tidak bisa mengantarkan mu pulang karena setelah ini aku ada meeting. Kiss dulu." Xander memonyongkan bibirnya, minta di empok sama istrinya.


Jeje pun mendekat, tapi hanya mencium kedua pipi suaminya.


"Bibirnya?" Xander masih memonyongkan bibirnya.


"Nanti saja dirumah, Dad." Jeje mengerling nakal dan membuat Xander tersenyum penuh arti.


"Oh, ya Dad. Jangan lupa sikat gigi ya." Jeje mengingatkan sebelum keluar dari ruangan suaminya.


"Sikat gigi?" Beo Xander, ketika istrinya sudah tidak terlihat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan, meetingnya sebentar lagi akan di mulai." Ucap Manager keuangan, yang menggantikan posisi Devan sementara.


"Ya!" Xander berkata tegas lalu beranjak dari duduknya.


"Em.. Iya Tuan." Jawabnya sambil menundukan kepalanya.


Ya ampun, Tuan nafas anda bau sekali. Aku saja sampai tahan nafas. Batin Manager tersebut.


"Tuan, apa tidak sebaiknya anda sikat gigi terlebih dahulu." Ucap Manager itu dengan sangat lembut dan penuh hati-hati.


Astaga mulutku lancang sekali!


Xander melotot sempurna disana. "Tidak ada waktu! Untuk apa aku menggosok gigi jika nafasku sudah wangi." Jawab Xander, dan menatap kesal pria yang ada di depannya itu.


Ya! Wangi sangat wangi sekali, bahkan lalat yang mencium wangi nafasmu bisa langsung kejang-kejang. Batin Manager itu lagi, sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan bosnya itu dan di ikuti Xander dari belakang menuju ruang meeting.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meeting berjalan lancar seperti biasa, tapi ada satu hal yang membuat Xander bertanya-tanya. Kenapa semua jajaran Direksi yang ada disana menundukan kepalanya, mereka seolah menghindari dirinya dan terlihat tidak sopan sekali.


"Ada yang salah dengan ku!" Tanya Xander dengan dingin dan tegas.


"Tidak, Tuan." Jawab Mereka.


"Lalu kenapa kalian seolah menghindariku ketika aku berbicara!! Kalian sudah bosan bekerja disini! Tegakkan kepala kalian!!!" Sentak Xander dengan keras, membuat semua orang yang ada disana menegang.


Situasi di ruangan meeting itu tiba-tiba berubah sangat dingin dan mencekam.

__ADS_1


"Maaf Tuan maafkan kami, hanya saja—" Salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk berbicara.


"Hanya saja apa!!!" Potong Xander.


"Hanya saja, em itu wangi nafas anda sangat bau."


"Kau ini kalau bicara yang benar!! Wangi atau bau!" Kekesalan Xander semakin bertambah saja.


"Emm... Bau.. Bau pete." Ucapnya menunduk takut sambil memeejamkan matanya.


Embek


Xander yang tadi marah kini berubah pias dan wajahnya memerah karena malu.


"Benarkah?!" Tanya Xander dengan suara yang sudah sedikit melemah.


"I iya Tuan." Jawabnya, mempoutkan bibirnya agar tidak tertawa, begitu pula yang lainnya melakukan hal yang sama.


Xander berbalik badan dan membelakangi mereka.


"Hah...Hah..Hah." Xander menghembuskan nafasnya di telapak tangannya kemudian menghirupnya.


Xander memejamkan matanya ketika ia mencium bau nafasnya sendiri. "Bau sekali, haiss memalukan." Gumam Xander kesal, setelah itu ia berbalik badan lagi.


"Ehem.. Meeting selesai!!!" Ucap Xander dengan tegas juga menahan malu, lalu memanggil Manager keuangan untuk ikut dengannya.


"Ha ha ha ha haa." Para Jajaran Direksi tertawa terbahak ketika big bosnya sudah keluar dari ruang meeting.


BRAK


"Potong gaji 50%!" Ucap Xander sambil menggebrak pintu. Setelah mengatakan itu Xander benar-benar pergi dari ruangan tersebut.


Semua orang yang ada di ruangan meeting seketika terdiam dan wajah mereka berubah menjadi pias.


"Beraninya mereka menertawakan aku!" Gerutu Xander dengan kesal. "Kau juga, kenapa tidak mengingatkan aku!" Sentak Xander kepada Manager tersebut.


"Tuan, saya sudah memberitahukan sebelumnya." Ucapnya takut.


"Aku tidak mendengarnya!! Jadi disini kau yang salah!" Kesal Xander.


"Iya, maaf Tuan saya salah, tapi yang harus di salahkan lagi adalah Nyonya—"


"Hei!!!!!!" Teriak Xander, membuat Manager itu sangat ketakutan.


"Kau benar, istriku yang salah." Ucap Xander pelan, membuat manager itu merasa lega, tapi hanya sesaat.


"Tapi tetap saja kau yang patut untuk di salahkan." Sentak Xander lagi.


Ya aku selalu salah dan anda selalu benar, Tuan bau naga.


🤣


Maaf ya belum bisa crazy up seperti biasa 🙏


Si cantik lagi terserang batuk dan pilek jadi setiap emaknya pegang Hp pasti marah dan selalu bilang " Mah, pencet-pencet hp terus. Dede lagi sakit nih."

__ADS_1


Aduh, bayangin anak usia 3 tahun bisa bilang begitu, hati aku sakit mendengarnya 😢


Jadi mohon pengertiannya🙏


__ADS_2