
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti Tahun, tidak terasa kini sudah 6 tahun usia pernikahan Xander dan Jeje begitu pula dengan Raya dan Devan. Dan usia Four J sudah 5 tahun sedangkan Crystal sudah berusia 4 tahun.
Kelucuan dan tingkah menggemaskan kelima anak itu membuat kediaman keluarga Clark menjadi semakin ramai dan penuh dengan kebahagiaan. Jeje dan Raya pun sudah menyelesaikan pendidikannya.
"Tuhan, aku berharap kau memperpanjang umurku, agar aku bisa menyaksikan cucu dan cicitku tumbuh sampai dewasa dan terimakasih karena telah memberikan kami kebahagian, keberkahan dan rejeki yang tiada ada batasnya." Doa Oma Airin, yang setiap hari di panjatkan kepada Tuhan sang pencipta Alam semesta.
"Oma, ayo kita goyang dua jari." Ajak Crys dengan bahasa cadelnya, sambil menarik tangan Oma Airin dengan semangat.
"Aduh, bisa patah pinggang Oma nanti." Walau begitu Oma Airin mengikuti permintaan cicitnya meski dirinya harus susah payah mengimbangi langkah kaki Crystal menuruni tangga.
"Crystal, jangan menarik tangan Oma! Nanti Oma terjatuh!" Raya memperingati dengan nada tegas dan terdengar seperti membentak.
Crystal yang tengah menarik tangan Oma Airin pun langsung menghentikan langkahnya dan memanyunkan bibir bawahnya, membuat anak gembil itu terlihat semakin menggemaskan.
"Eh, Oma tidak apa-apa. Raya kau tidak boleh seperti itu!" Oma Airin memarahi Raya.
"Tapi Oma, nanti jika Oma jatuh bagaimana. Ingat Crystal tidak boleh begitu lagi sama Oma." Ucap Raya kepada Anaknya.
Crystal semakin memanyunkan bibirnya lalu menatap ibunya dengan kesal.
Ah, jika sudah begitu pasti sebentar lagi drama akan segera dimulai.
"Daddy, hiksss....hiksss Daddy!!!" Xander datang terpongoh ketika mendengar terikan cucunya.
__ADS_1
"Ada apa Cantik?" Tanya Xander, sedikit membungkukan badannya.
"Mami jahat! Dia memarahiku." Adu Crystal kepada Xander.
"Raya!!"
"No dad! Aku tidak memarahinya, aku hanya memberitahunya saja." Bantah Raya.
"Mami bohong, tadi membentak aku kalau daddy tidak percaya tanya saja sama Oma." Ucap Crys, sambil menatap Oma Airin seolah meminta persetujuan, dan Oma Airin pun mengangguk sambil terkekeh pelan.
"Oma!" Kesal Raya tertahan.
"Awas kau ya berani memarahi cucuku yang paling cantik ini." Xander menatap tajam Raya, sedangkan Raya memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Daddy ayo kita tinggalkan Mami, aku ingin bersama Mommy saja!" Ucap Crys, lalu mengulurkan tangannya seolah minta gendong, dan Xander dengan sigap menggendong Cucunya yang gembil dan menggemaskan itu.
Crystal mengeratkan kedua tangannya di leher Xander dan wajahnya menghadap kebelakang sambil menjulurkan lidahnya ke arah sang ibu.
"Wlekkk, aku sebal sama mami!" Ucap Crys, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Xander.
"Haiss!! Dia itu sebenarnya anaknya siapa sih!!!" Kesal Raya, sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Tentu saja anakmu!" Ucap Oma Airin terkekeh.
__ADS_1
"Tapi dia tidak seperti anakku malah dia terlihat seperti musuhku." Ucap Raya lagi dengan bersungut. Karena Crys selalu bertingkah manja dan suka mengusai Devan jika sedang di rumah, bahkan dirinya tidak di perbolehkan mendekati Devan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mommy." Panggil Crystal kepada Jeje yang tengah duduk sambil membaca majalah di markas tempur 1.
Jeje mendongak lalu tersenyum saat melihat Crystal datang menghampirinya.
"Kenapa cucu Mommy?" Tanya Jeje kepada Crystal yang kini sudah duduk di pangkuannya.
"Biasa lagi kesal dengan Maminya." Jawab Xander lalu mendudukan diri di samping istri cantiknya.
"Aku bukan cucu mommy, tapi aku anak mommy dan daddy." Ucap Crystal, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan memanyunkan bibirnya, membuat Xander dan Jeje tergelak.
"Daddy jangan dekat-dekat dengan mommy." Ucap Crystal, saat melihat Xander merebahkan kepalanya di pundak Jeje.
"Tapi, daddy ingin berdekatan dengan Mommy bagaimana dong?" Xander semakin menggoda cucunya sambil memeluk perut Jeje dari samping, membuat Crystal menangis kencang.
"Dad!!" Tegur Jeje.
Kira-kira Crystal itu titisannya siapa ya? 😆
Jangan lupa dukungannya😉
__ADS_1