My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Gara-gara mimi peri!


__ADS_3

Keabsurdtan yang terjadi di kamar Four J masih berlanjut, malahan bertambah heboh dengan kehadiran Miss Em.


Sedangkan Jeje dan para baby sitter yang baru selesai istirahat makan siang pun hanya menjadi penonton di ujung kamar itu.


Semua wajah para baby sitter terlihat memerah karena mereka sudah terlalu lelah tertawa karena melihat tingkah ketiga wanita tersebut.


Eh, salah Miss Em kan bukan wanita. 😄


"Ha ha ha haaa." Jeje dan para baby sitter ikut gila karena tingkah Ema yang goyang gergaji lalu goyang kayang.


"Miss Em! Awas nanti pinggangmu patah." Seru Jeje ,sambil tertawa.


Sedangkan Four J masih terlihat bersemangat dan menggerakan kaki mereka sambil tersenyum. Dan yang paling antusias adalah si Bungsu Ansel.



"Awhhhh,Trio macan ingin menggoyang kamar Four J." Seru Ema sambil goyang ngebor.


Diriku pokok'e montok


Diriku pokok'e montok


Punya pacar, punya yayang


Cantik begini


Body sexy, pinggul bohay


Kurang apa lagi?

__ADS_1


Ema bernyanyi sambil berlenggak lenggok seperti model papan penggilasan yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksoy.


Masih saja abang nakal


Mata jelalatan


Lihat cewek asal montok


Abang kegatelan


Emang dasar Buaya


Cari-cari mangsa


Emang dasar buaya


Oma Airin menghentikan goyangannya sambil mengatur nafasnya dan selanjutnya ia tertawa terbahak karena Melihat tingkah Ema.


"Aduh aku sudah tidak tahan. Astaga! Ema!! Kau membuatku ngompol di celana." Seru Oma Airin yang tidak bisa menghentikan tawanya. Kemudaian Oma Airin keluar dari kamar Four J dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Sama halnya dengan Raya dan Jeje juga para baby sitter yang tertawa terpingkal karena melihat Ema bergoyang begitu lincah,dari goyang ngecor, ngebor, gergaji, Goyang ulek-ulek sambel, goyang polisi tidur, goyang ulat keket, Goyang kayang dan goyang cacing kepanasan, ia sikat semua.


Ema begitu lihai dengan goyangannya yang nampol sampai terkendol-kendol.


"Raya! Aku pipis dicelana." Ucap Jeje, sambil menutup mulutnya karena ia pun sama tidak bisa menghentikan tawanya.


"What? Pantas saja bau pesing." Ucap Raya, sambil terbahak.


"Aduhh Raya, bagaimana ini.Ha ha ha haaa." Jeje masih tertawa terabahak begitu juga dengan Raya.

__ADS_1


"Ayo Four J goyang sama mimi peri yang aduhai ini." Ucap Ema, sambil berjoget di depan Four J.


"Astaga!" Raya semakin tertawa terbahak karena tingkah Ema yang semakin menjadi.


"Dia seperti cacing kepasanan." Ucap Raya, sambil menunjuk Ema.


"Bukan Cacing tapi belatung nangka yang lompat kesana dan kemari." Jawab Jeje.


"Ya ampun! Apa pinggangnya itu terbuat dari per? Atau karet? Kenapa bisa lentur begitu?" Tanya Raya dengan herannya.


"Mungkin tubunya habis di rendam dengan minyak tanah makanya jadi lentur begitu."Jawab Jeje sambil terkekeh.


"Bisa jadi!" Raya mengangguk sambil tertawa.


A few moment later.


Ema sudah terjatuh dan terkapar diatas lantai dengan nafas yang ngos-ngosan. Sedanngkan Four J sudah tidur nyenyak setelah puas melihat Ema berjoget.


"Ya amidong ! Tolongin ambilin eike minum." Pinta Ema.


"Nih, bangun dan berdiri." Ucap Raya, sambil menyodorkan jus jeruk.


"Eike tidak bisa bangun, sepertinya pinggang eike patah." Ucap Ema dengan gaya gemulai.


"Makanya kalau goyang itu ada batasannya." Ucap Raya, lalu membantu berdiri Ema.


"Aihhh, ya amidong! Apa ini?" Seru Ema, saat tangannya terasa basah seperti menyentuh air dari lantai.


Ambyar pokoknya. Emak nulisnya sampai ngegigit lidah biar gak ketawa 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Ema: "Ya amidong! Pinggang eike serasa mau patah! Jadi awas kalo yei semua tidak ngasih Hadiah dan Vote! Kasih like juga, jangan lupa!!".


__ADS_2