
Siang hari di Holitron Grub
Plak
Oma Airin memukul kepala Xander dengan tasnya. Xander tengah berada di kantornya dan Oma Airin dengan kesal mendatangi perusahaan putranya itu.
Ya,Oma Airin sudah mengetahui permasalahan anak dan menantunya.
"Mom ! Sakit !" Pekik Xander,sambil mengusap kepalanya.
"Apa ? Sakit ? Sakitan mana sama Jeje,Hah !" Bentak Oma Airin dengan sangat kesal.
"Aku salah Mom,aku salah."
Plak
Satu pukulan mendarat lagi di kepala Xander.
"Mom !"
"Rasakan ! Anggap saja ini pembalas dari Jeje untuk mu !," Ucap Oma Airin menggebu.
"Pulang sekarang !" Titah Oma Airin.
"Mom ! Pekerjaanku masih sangat banyak" Keluh Xander.
"Oke,lihat saja ! Mom akan membakar berkas-berkas sialan ini !" Oma Airin mengambil semua berkas yang ada di meja Xander dan melemparkannya ke tempat sampah.
"Mom ! Itu berkas bernilai triliyunan rupiah !" Xander kembali memungut berkas-berkas itu dengan perasaan kesal.
"Mommy tidak peduli ! Kebahagiaan istrimu seharusnya itu yang kau utamakan,apa lagi keadaan istrimu tengah mengandung !"
"Aku tahu Mom ! Aku tahu ! tapi mau bagaimana lagi,sekarang sudah di penghujung Tahun dan pekerjaan sedang padat-padatnya ! Sedangkan Devan pun juga sama dengan ku dan dia juga sudah membantuku sebisanya" Jelas Xander dengan nada melemah.
Ia terlihat sangat putus asa,disisi lain istrinya sangat membutuhkannya dan disisi lainya juga perkerjaanya tidak bisa ditinggalkan,banyak ribuan karyawan yang bergantung padanya.
"Oke !" Oma Airin memundurkan langkahnya lalu berbalik dan keluar dari ruangan Xander.
"Huh" Xander menyugar rambutnya dengan kasar.
"Bos" Panggil Devan yang sudah memasuki ruangan Xander. Devan mendengar semua percapakan Oma Airin dan Xander.
Xander yang tengah bersandar di sandaran kursinya sambil memijit pangkal hidungnya menoleh sejenak.
"Pulanglah. Aku akan mengurus semuanya" Ucap Devan,menatap bosnya itu dengan rasa iba.
"Aku tidak yakin jika kau bisa mengurus semua ini ,Dev" Ucap Xander lemah.
Bukan karena tidak percaya dengan kemampuan Devan,akan tetapi pekerjaannya sangatlah banyak dan harus selesai sebelum pergantian tahun. Ditambah lagi pekerjaan Devan sendiri dan terkadang harus turun langsung kelapangan.
"Percayakan padaku" Ucap Devan meyakinkan.
__ADS_1
Xander bangkit dari duduknya kemudian menepuk bahu Devan beberapa kali.
"Aku percayakan semua kepadamu,Dev dan hanya kau yang bisa ku andalkan" Ucap Xander penuh harap.
"Tentu dan saya tidak akan mengecewakan bos" Balas Devan sambil mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah,aku pulang" Ucap Xander,lalu mengambil jas,tas dan kunci mobilnya.
"Seharusnya seperti itu sejak kemarin,karena ada yang lebih membutuhkan mu dirumah" Ucap Devan,dan Xander hanya membalasnya dengan senyum kegetiran,lalu segera beranjak pergi.
"Huh,waktunya berperang" Ucap Devan lalu duduk di kursi Xander.
Hari ini aku lembur,sayang.
Bisakah kau datang kesini ? Aku membutuhkan asupan nutrisi dan juga penyemangat !😩
Devan mengirimkan pesan kepada Raya calon istrinya.
Ting
Ponsel Devan bergetar menandakan ada pesan masuk.
Benarkah ? Baik nanti aku akan kesana tapi nanti belikan aku tas Chan** yang baru launching itu. Raya.
Semua permintaanmu akan aku penuhi tuan putri, tapi aku ingin kau segera kesini. Devan.
Oh. Sayang,sebentar lagi ya, aku sedang memakai underwareku 😉. Raya.
Devan melanjutkan pekerjaanya tanpa membalas pesan Raya,jika ia membalas pasti Raya akan semakin menggodanya dan akan berakhir lagi ia bersolo karir dikamar mandi.
Om Devan,sial sekali nasib mu. 😆
Jeje manatap Raya dengan keheranan,karena gadis itu sejak tadi tersenyum sendiri sambil memainkan ponselnya.
"Hei,apa ada yang lucu ?" tanya Jeje,sambil memakan Cilok bakar yang baru dibuatkan oleh Raya.
Keinginan ibu hamil itu suka aneh-aneh,beruntung Raya begitu sabar meladeni ibu hamil itu.
'Harusnya mami bilang sama Daddy jika ingin makan cilok buatannya.' Ucap Raya saat Jeje merengek minta cilok bakar.
'No,Mami tidak ingin merepotkan Daddy mu lagi. Cukup kamu aja ya kan ? Kamu calon kakak yang sangat baik.' Jawab Jeje melemah dan membuat Raya menghembusakan nafasnya kasar.
"Aku sedang menggoda Om Devan hi hi hi" Raya memperlihatkan layar ponselnya.
"Dasar mesum !" Jeje memukul lengan Raya pelan,saat melihat isi pesan tersebut.
"Ha ha haa" Raya malah tertawa terbahak,sedangkan Jeje menggelengkan kepalanya pelan sambil memasukan cilok kedalam mulutnya.
Tak berselang lama Xander datang sambil membawa sebuket bunga yang di sembunyikan di belakang punggungnya.
"Dad ?" Ucap Jeje dan Raya lalu berdiri dari duduknya bersamaan.
__ADS_1
Mereka begitu heran karena melihat sang Daddy pulang kerja di siang bolong.
"Kenapa ?" Tanya Xander,saat melihat kedua wanita kesayangannya menatapnya heran.
"Tidak ? Tapi-" Ucapan Jeje terhenti kala Xander berlutut dihadapannya sambil menyerahkan sebuket bunga lily putih yang sangat cantik dan indah.
"Mami,maukah kau berkencan denganku ?" Jeje dan Raya sampai syok dan menutup mulutnya.
Aku baper,ah Daddy romantis sekali. Batin Raya.
"Dad ? Aku mau" Jawab Jeje cepat lalu mengambil sebuket bunga lily itu.
"Terimakasih" Xander bangkit,lalu merengkuh pinggang Jeje dan mellumat bibir mungil itu dan Jeje juga membalasnya dengan sangat lembut.
Bahkan mereka melupakan kehadiran seseorang yang ada di dekatnya.
"Woi !disini ada orang woi !" Teriak Raya kesal.
"Ayo kita keatas,abaikan suara goib itu" Ucap Xander saat melepaskan pagutannya,lalu menuntun Jeje menaiki anak tangga.
"Dasar orang tua tidak ada akhlak !!" Kesal Raya sambil menghentakkan kedua kakinya.
"Daddy jahil sekali sih ?" Jeje memukul pelan lengan kekar suaminya.
"Biarkan saja" Jawab Xander cuek dan mengajak Jeje menuju markas tempur.
"Dad ? Benarkah mau mengajakku berkencan ?" Tanya Jeje saat sudah sampai kamar dan mendudukan diri tepi tempat tidur.
"Tentu saja sayang,maafkan aku karena selama ini aku begitu egois" Xander menggenggam tangan Jeje dengan sangat lembut,lalu tangan satunya lagi mengelus perut Jeje.
"Tidak apa-apa Dad,aku mengerti dengan keadaan Daddy" Jeje tersenyum lalu mengecup tangan suaminya.
"Terimakasih,aku beruntung mendapatkanmu Sayang" Xander menyandarkan kepala Jeje di dada bidangnya.
"Sekarang bersiaplah,aku akan mengajakmu kesuatu tempat" Ucap Xander mengelus halus rambut istrinya.
"Baiklah,tapi temani aku memilih pakaian" Jeje menggandeng tangan Xander menuju ruang ganti.
Sedangkan Raya di kamarnya masih mengumpat kesal karena kelakuan Ayah dan ibu sambungnya.
"Huh ! Dasar aki-aki ketemu daun muda ya begitu main nyosor saja". Umpat Raya.
"Aku harus segera berdandan secantik mungkin agar Om Devan makin tergila-gila padaku,hi hi hi hi". Ucap Raya sambil memoles wajah cantiknya.
Setelah selesai berdandan dan berpakaian Raya memfoto dirinya lalu mengirimkan ke Devan dengan caption,
Tunggu aku sayang. Aku akan segera datang untuk memuaskan mu.🤗
Devan yang menerima pesan itu langsung menelan salivanya kasar.
Setelah Daddy dan mami berbaikan,kini giliran Devan yang dibikin kejang-kejang oleh Raya 😆😆😆
__ADS_1
Jangan lupa kasih,like,vote,hadiah biar othor makin mangat nulisnya 😘😘