
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Sesuai dengan permintaan Shanum akhirnya mereka membawa bocah laki-laki tadi kemension mereka.
''Pak Nuh tolong siapkan kamar untuk anak ini.''titah Arya begitu mereka sampai.
''Baik tuan muda.''jawab pak Nuh lalu pergi untuk meminta beberapa maid membantunya membereskan kamar.
''Ini di mana?''tanya anak itu karena sejak di bawa ke rumah sakit sampai sekarang baru dia buka suara.
''Ini rumah kami sayang..''jawab Shanum lembut.''Kamu maukan tinggal di sini bersama kami?''tanyanya.
''Gak...aku gak mau.''jawabnya.''Aku gak mau kalian kena masalah gara-gara aku.''lanjutnya.
''Maksud kamu apa boy?''tanya Arya.
Lalu dia menceritakan tentang hal yang di alaminya sampai ke ketua pimpinan preman yang di takuti kelompoknya.
''Kamu tenang saja,kamu aman di sini dan kami juga bakal baik-baik aja.''jawab Arya.
''O iya nama kamu siapa?''tanya Shanum.
''Juna...Arjuna.''jawabnya.
''Kenalin saya Shanum dan ini suami saya Arya.''kata Shanum.''Trus itu Aurora dan Samudra.''katanya lagi sambil menunjuk ke arah adik iparnya dan asisten sang suami.
''Kamu mau ya tinggal di sini dan menjadi anak kami?''rayu bumil itu lagi dan Arjuna hanya diam.
''Sayang sekarang biarkan Juna istirahat dulu ya...''kata Arya.
''Baiklah sekarang kamu istirahat ya...kami keluar dulu.''kata Shanum pada Juna.
*****
Saat ini semua anggota keluarga sudah berkumpul di kediaman Arya di tambah lagi dengan Samudra.
''Sekarang anak itu ada di mana?''tanya Lila.
''Ada di kamar,dia sedang istirahat.''jawab Shanum.
''Kata Arya kalian ingin mengadopsinya Sha?apa benar?''tanya bunda.
''Iya,bolehkan bunda.''jawab Shanum.
''Ar,aku sudah dengar dari Samudra.Terus apa yang harus kita lakukan?''tanya Henry.
__ADS_1
''Besok aku akan bawa anak itu ke markas bos para preman dan anak jalanan yang di maksud.''jawab Arya.''Kamu ikut aku sedangkan Samudra bawa sebagian anak buah kita untuk mengepung dan kamu Sat tolong ajak polisi ke tempat itu tapi tunggu aba-aba dariku.''tutur Arya panjang lebar menjelaskan rencananya.
''Oya satu lagi,kamu Hen tolong hubungi Gery untuk mengurus semua dokumen tentang pengabdosian Arjuna menjadi putra kami serta semua berkas-berkas yang nanti di butuhkan untuk mengurus sekolahnya.''titahnya.
''Jadi namanya siapa Ar?''tanya Henry.
''Arjuna Arsha Narendra.''ucap Arya.''Gak apa-apakan Pi aku gunain nama keluarga kita?''tanya Arya pada papi Alan.
''Gak pa-pa nak...kalau dia sudah resmi kalian adobsi berarti dia sudah resmi menjadi anggota keluarga kita.''jawab papi Alan.
*****
''Juna...hari ini saya akan membawa kamu kemarkas preman itu,apa kamu sudah siap?''tanya Arya dan anak itu menganggukkan kepalanya.
''Kami berencana untuk mengadopsi kamu menjadi putra kami,apa kamu mau?''tanya Arya lagi.
''Tapi saya...''ucap anak itu.
''Istri saya sudah sangat jatuh hati saat pertama kali melihat kamu...jadi apa kamu bisa mengabulkan permintaan kami untuk menjadi orang tuamu?''kata Arya.
''Ehm...baiklah.''jawab Arjuna.
''Baiklah mulai sekarang kamu menjadi anak kami...menjadi bagian dari keluarga ini.''ucap Arya dengan senyuman di bibirnya.
''Wah...wah ada apa ini...?''tanya Shanum dan Aurora dari arah dapur menuju ruang makan dimana Arya dan Arjuna berada.
''Benarkah?''tanya Shanum yang langsung menatap ke arah Arjuna yang bertanda minta jawaban dari bocah yang berumur 9 tahun itu.
''He'um.''jawabnya dengan menganggukkan kepala.
''Oh sayang...mommy seneng banget dengernya.''ucap Shanum yang langsung memeluk anak itu.
''Mulai sekarang panggil kami mommy dan daddy.''kata Shanum.''Coba sekarang panggil...''pintanya.
''Mom...my...dad...dy.''ucap anak itu.
''Eits jangan lupa panggil aku dengan sebutan buna...oke.''seru Aurora.
''Baik...buna.''jawabnya.
''Mulai saat ini nama kamu Arjuna Arsha Narendra anak dari Arya Narendra dan Shanum Narendra.''tutur Arya.
''Iya dad...dy.''jawab Arjuna.
Arjuna yang notabene adalah anak yatim piatu sejak bayi terasa kaku memanggil sebutan untuk kedua orang tua batunya itu...
''Sekarang kamu sarapan dulu ya nak.''ucap Shanum sambil mengambilkan makanan untuk Arjuna serta Arya.
__ADS_1
*****
''Jun,dimana?''tanya Arya dan Henry serta Arjuna yang saat ini sudah berada di bangunan tua tempat markas para preman itu.
''Mereka biasanya berkumpul di bangunan sebelah sana karena bangunan itu yang paling besar ruangannya.''jawab Arjuna.
''Baiklah,ayo sekarang kita kesana.''ajak Arya lalu dua merogoh ponselnya untuk menghubungi Samudra.
''Ikuti kamu terus.''perintah Arya lalu dia mematikan sambungannya.
Saat ini Arya dan Henry hanya memakai pakaian kasual serta sepatu Ket.
Cklek
''Wah...wah...lihat siapa ini yang datang...''seru ketua preman itu sebut saja Codet.
''Bang...''sapa Arjun.
''Inget pulang juga loe...!''bentaknya lalu berjalan mendekati Arjuna dan meraih tangannya untuk di cekal.
''Sudah bosan hidup loe...hah!''bentaknya lagi.''Apa masih kurang selama ini pelajaran yang gue kasih ke elo!''katanya lagi.''Mau gue cambuk dan gue kurung lagi loe!''hardiknya.
''Dan kalian siapa?mau apa kalian kemari sama nih anak?''tanyanya setelah mengalihkan tatapan matanya ke Arya dan Henry.
''Kami kesini mau meminta kamu agar melepaskan anak itu.''jawab Arya.
''Melepaskan?!hahaha''katanya.''Tidak semudah itu.''lanjutnya.''Gue sudah ngebesarin dia dari kecil dan itu semua tidak gratis bung...''sambungnya.
''Terserah apa kata kamu yang jelas aku mau bawa anak ini keluar dari sini.''tegas Arya.''Dan satu lagi...terimakasih atas semua ucapanmu tadi karena hal itu akan bisa menjadi tambahan bukti untuk kejahatan mu.''lanjut Arya.
''Bersiap-siaplah karena sebentar lagi kebebasanmu berakhir.''bisik Arya dengan senyum smirknya sambil melangkah lalu menepuk pundak sang penjahat lalu meraih tangan Arjuna dan membawanya melangkah menjahui penjahat itu.
''Bangsat loe jebak gue...hah!''bantaknya begitu menyadari arti dari ucapan Arya,tak ayal dia hanya bisa merutuki kebodohannya.
Dan Henry yang mendengar bentakan ketua preman itu hanya menanggapinya dengan senyuman smirk sambil melambaikan tangannya yang membawa alat perekam.
''Sial...''umpatnya.
Lalu dia berlari ke arah pintu belakang sambil mengajak para anak buahnya tapi sialnya ternya di sana sudah ada para pihak berwajib dan juga anak buah Arya...alhasil dia dan komplotannya di bekuk dan di tahan.
''Hen,kasih bukti rekaman itu ke pihak berwajib.''tutur Arya.''Satu lagi kamu tolong minta bukti hasil visum Juna kemarin pada Harun untuk tambahan buktinya.''lanjutnya.
''Baik Ar.''jawab Henry lalu pergi meninggalkan Arya.
''Hai boy...ayo pulang.''ajak Arya pada Juna.''Pasti mommy kamu sudah cemas menunggu kita di rumah.''katanya lagi...
*****
__ADS_1
Ayo dong kasih dukungan...kasih like,gift,vote juga komennya...biar tambah semangat buat nulis bab selanjutnya...terimakasih😊🙏