Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
66.Bab 66


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Segitu percaya dirinya kamu...''kata Naina dengan nada dan senyum mengejek.


''Oh tentu saja karena memang itu faktanya...dan satu lagi...''jawab Shanum.''Dan satu lagi...bagiku mantan hanyalah sampah yang harus dibuang.''lanjutnya.


Kenapa Shanum tidak terprovokasi dengan ucapan Naina?ya itu karena Shanum sudah tahu bagaimana masa lalu Arya termasuk perjalan serta kisah cinta Arya pada Naina dari Arya sendiri maupun dari Henry.


''Kau...''seru Naina geram.


Naina lalu mengangkat tangan kanannya hendak melayangkan tamparan di wajah Shanum,tapi sayang sebelum tangan itu mendarat di pipi mulus Shanum sudah dicekal terlebih dahulu oleh Viana.


''Lepas!''bentak Naina.


Lalu Viana pun melepas cekalan tangannya.


''Sekali lagi anda berusaha menyakiti nyonya muda kami maka kami tidak akan tinggal diam nyonya.''tegas Viana.


''Mari nyonya muda...tuan muda sudah menunggu anda.''ajak Jane sopan.


''Dengar ya wanita ja***g...urusan kita belum selesai.''seru Naina saat Shanum hendak keluar maka Shanum pun langsung membalikan badannya setelah mendengar seruan itu.


''Bukan saya tapi anda nyonya Naina dan tolong ingat batasan anda.''ucap Shanum lalu meninggalkan Naina.


''Br*****k!''umpat Naina.


''Lihat saja...aku bakal pastikan Arya akan kembali menjadi milikku dan hanya aku yang patas menjadi nyonya muda Arya Narendra.''katanya lagi.


*****


Saat menuju ketempat Arya berada Shanum sudah mewanti-wanti Viana juga Jane untuk tidak memberi tahu kejadian di dalam toilet tadi kepada Arya atau siapapun...karena dia tidak ingin urusan ini bertambah panjang dan maka suaminya itu bakal tambah over protective lagi padanya.


''Sayang...''sambut Arya dengan mengulurkan tangannya begitu Shanum mendekat.


''Lama banget sih...''ucap Arya yang kali ini sebelah tangannya sudah bertengger di pinggang Shanum.


''Maaf by tadi mampir ke stand minuman dulu...haus soalnya.''jawab Shanum.


''Kak Henry kapan baliknya?''tanya Satria.


''Lusa kayaknya sama orangtua aku sama beberapa keluarga aku juga.''jawab Lila mewakili Henry.''Soalnya mereka ingin tahu rumah ayah sama bunda jadi bisa mampir kapan-kapan.''jelasnya.''Gak pa-pakan?''tanya Lila sambil menampilkan deretan giginya.


''Kayaknya gak papa sih.''kata Shanum.''Udah ngomong sama ayah bunda belum?''tanya Shanum kemudian.


''Kayaknya bapak sama ibu deh yang ngomong.''kata Lila.

__ADS_1


''O iya honey nanti setelah orangtua sama keluargaku balik kita langsung pindah ke apartemen kamu aja ya...soalnya aku gak enak sama ayah bunda.''kata Lila pada Henry.


''Gak pa-pa dong kak,aku sama ayah bunda senang kok...rumah jadi tambah rame.''kata Satria.


''Kalian akan pindah setelah kalian pulang honeymoon.''kali ini Arya ikut buka suara.


''Wih honeymoon kemana ni kak?''tanya Angel antusias sambil menyenggol bahu Lila tapi yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya.


''Ke Swiss.''jawab Arya.


''Serius kak?''tanya Angel lagi pada Lila.


''Aku aja gak tahu Gel.''jawab Lila.


''Pasti surprise dari kak Henry ya?''kata Angel.


''Kakak juga baru tahu Angel.''jawab Henry.


''Itu hadiah dari aku sama Shanum.''ucap Arya.


''Tapi bang aku kan gak punya visa atau paspor.''kata Lila.


''Tenang aja semua sudah diurus kalian tinggal berangkat aja.''jawab Arya.''Dan satu lagi panggil aku Arya saja jangan Abang karena kamu sekarang sudah jadi kakak ipar aku.''sambung Arya.


''Baik bang...eh Arya,terimakasih banyak karena kalian berdua udah banyak membantu kita.''ucap Lila.


''Itulah gunanya kelurga kakak ipar...''goda Shanum.


''Besok kita semua sudah balik...kan mau mempersiapkan untuk menyambut besan kak.''jawab Shanum.


Arya dan Henry mengajak istri-istri mereka untuk bertemu dan sedikit berbincang dengan para kolega serta rekan bisnis Arya yang hadir di resepsi tersebut.


''Sudah malam lebih baik kamu ajak Lila istirahat dulu Hen.''ucap Arya yang menyadari kalau hari sudah larut.


''Tapi...''kata Henry.


''Sudah biar aku yang menemui dan berbincang dengan mereka.''potong Arya.


''Baiklah...terimakasih ya Ar,aku istirahat dulu.''pamit Henry.


''Sayang,sebaiknya kamu istirahat juga ya.''kata Arya.


Sebelum Shanum menjawab...Arya sudah memanggil Viana juga Jane.


''Kalian berdua antar dan temani nyonya muda kalian kekamar sampai saya kembali.''perintah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab keduanya.''Mari nyonya...''ajak Viana.

__ADS_1


''Aku kekamar dulu ya by.''pamit Shanum tapi sebelum melangkah tangannya di cekal oleh Arya.


''Kamu istirahat dulu ya sayang karena setelah aku selesai dengan semua ini...aku gak bakal biarin kamu istirahat walau sebentar saja.''bisik Arya disertai dengan senyum smirknya,tentu saja bisikan itu membuat Shanum membelalakkan matanya juga sedikit membuat bulu kuduknya berdiri karena dia tau kemana arah dari omongan Arya itu dan bisa di pastikan kalau besok badannya pasti bakal terasa remuk karena di gempur habis-habisan oleh suaminya...memang Arya tidak pernah hanya cukup dengan satu kali permainan tapi bakal berkali-kali dia memintanya.


Setelah cekalan tangan Arya terlepas Shanum lalu melangkah kekamarnya.


*****


Sedangkan di kamar pengantin baru kedua mempelai itu saling bergantian untuk membersihkan tubuh mereka.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Henry yang hanya mengenakan celana boxer dan kaos putih polosnya.


Sedangkan Lila sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


Grep


Henry pun langsung menghampiri Lila dan memeluknya dari belakang tidak lupa pula dengan kepala yang sudah bertopang pada bahu wanita yang baru tadi pagi di nikahinya.


''Honey.''bisik Henry tepat di telinga Lila sehingga membuat tubuh Lila sedikit meremang.


Lalu Henry memberikan kecupan-kecupan serta gigitan-gigitan kecil di leher Lila...sehingga meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disana...setelah puas bermain di area itu dia membalikkan tubuh Lila agar menghadapnya.


Mencium bibir manis sang istri yang dari tadi sudah sangat menggoda buatnya.


Yang semula hanya c**man-c**man sekilas menjadi c**man yang bertambah panas dan saling menuntut tidak lupa pula Li**h Henry mengabsen seluruh rongga mulut Lila.


Tanpa sadar Lila mengalungkan tangannya di leher Henry dan Henry pun memeluk pinggang Lila untuk lebih merapat ke tubuhnya kemudian menuntun Lila untuk keranjang pengantin mereka tanpa melepas tautan b***rnya.


Di rebahkannya tubuh sang istri pelan-pelan seolah-olah tubuh istrinya seperti barang yang mudah pecah...


Henry terus menc**m serta menc***u istrinya...mulai dari seluruh wajahnya lalu turun ke leher yang membuat sang empu mende**h sehingga sehingga membuat Henry lebih bersemangat dan lebih membangkitkan gairahnya.


Dari leher turun ke dua gunung kembar yang sudah terpampang nyata di depan matanya karena entah dari kapan kedua manusia itu sudah polos tanpa satu helai benang pun.


Henry sangat rakus mengh***pnya secara bergantian seolah-olah seperti bayi yang sedang kelaparan tak lupa pula dengan tangan yang sudah bergerilya kemana-mana.


Tak perlu lama setelah Lila mengijinkannya untuk mengambil haknya dia langsung menghu**m milik Lila tapi dengan hati-hati karena ini adalah pengalaman pertama untuk keduanya.


*****


Sedikit curcol(curhat colongan)


Kadang seperti males untuk menulis...kalau melihat jumlah like serta pembaca yang emmm...


Sudah berusaha mikir buat menulis tapi level bukannya naik malah turun...jadi bikin tambah drop...pembaca serta like yang tidak bertambah...

__ADS_1


Ayo dong para readers...kasih semangat buat kami para penulis dengan kasih like,hadiah atau vote...karena hal itu bisa menambah mood serta motivasi kami untuk terus berkarya...


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2