
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Iya sayangku.''jawab Samudra sambil menggigit pelan pipi Aurora.
''Aww...sakit kak.''pekik Aurora.
''Maaf...maaf...sengaja...habis aku gemes banget sih sama kamu.''kata Samudra yang kemudian menarik kepala Aurora agar bersandar di dada bidangnya.
''Ra...''panggil Samudra.
''Hem.''jawab Aurora yang sedang menikmati posisinya saat ini sambil menghirup wangi tubuh Samudra.
''Aku minta untuk seterusnya kita bisa lebih saling terbuka ya...''pinta Samudra.''Aku ingin lebih mengerti dan tau tentangmu dan aku harap kamu pun juga begitu...karena aku menjalani hubungan denganmu ini bukan untuk main-main tapi aku berharap kita bisa berjalan ke arah yang lebih serius...''lanjutnya.''Aku mencintai kamu Aurora Putri Narendra...''ucap Samudra.
''Iya kak...aku juga mulai merasakan hal yang sama denganmu.''sahut Aurora sehingga membuat Samudra semakin mengeratkan pelukannya.
Tok...tok...tok...
''Sipa sih...ganggu aja.''gerutu Samudra yang merasa momen berharganya saat ini terganggu oleh kehadiran seseorang.
''Aku turun dulu kak.''kata Aurora lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah sofa yang didudukinya semula.
Setelah merasa penampilan mereka rapi dan gak ada yang salah...Samudra menekan tombol remote controlnya kembali.
Bip
''Masuk.''sahut Samudra.
Cklek
''Ada apa?''tanya Samudra langsung pada orang yang baru masuk itu.
Samudra dan Henry walaupun mereka seorang asisten tapi mereka mempunyai asisten juga yang bertugas membantu pekerjaan mereka juga menghandle pekerjaan mereka di saat mereka tidak berada di tempat.
''Maaf pak...ini saya mengantarkan berkas yang harus bapak periksa.''ucap sang asisten.
''Taruh saja di meja...nanti kalau sudah selesai aku panggil kamu.''kata Samudra.
''Baik kalau begitu saya permisi.''pamitnya.
''Hem.''jawab Samudra lalu kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda dan yang sebelumnya sudah bilang terlebih dahulu kepada Aurora.
*****
__ADS_1
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Anak-anak dan papi kemana pak Nuh?''tanya Shanum saat dirinya sampai di mension.
''Tuan besar tadi bilang kalau mau jemput tuan muda dan nona muda...setelahnya mau ajak mereka jalan-jalan sebentar.''jawab pak Nuh.
''Kalau Aurora sudah pulang belum pak?''tanya sang nyonya muda.
''Non Aura juga belum pulang nyonya,tadi supirnya pulang sendiri katanya nona muda Aurora sedang bersama asisten Samudra.''jawab pak Nuh lagi.
''Kalau gitu aku keatas dulu pak.''kata Shanum.''O iya tolong bilanggin ke bagian dapur suruh nyiapin bahan-bahan masakan untuk membuat sayur capcay bakso sama cumi asam manis...''kata Shanum lagi sebelum dia melangkah kakinya.
''Baik nyonya.''kata pak Nuh.
''Terimakasih ya pak.''ucap Shanum.
''Sama-sama nyonya.''jawabnya yang kemudian Shanum benar-benar pergi dari sana dan menuju ke kamarnya.
Shanum mengganti pakaiannya dan bersih-bersih sebentar baru setelah itu dia siap untuk bertempur dengan segala alat perangnya di dapur.
''Telpon Aurora dulu deh.''gumamnya lalu menghidupkan ponsel lalu menghubungi seseorang.
Begitu selesai menelpon Aurora...Shanum sedikit mencepol rambutnya keras lalu melenggang menuju salah satu tempat favoritnya di rumah sekaligus menjadi area kekuasaannya yaitu dapur.
Setelah menikah dan begitu mengetahui bila sang istri sangat suka sekali berkutat di dapur... Arya merombak total dapurnya agar sang pujaan hatinya nyaman bila berada disana...contohnya mulai dari letak dapur yang langsung di rubah seperti sedikit terbuka ke arah taman dengan pembatas kaca transparan yang cukup lumayan besar...agar sang empunya tidak bosan karena bisa memandangi indahnya bunga-bunga dan tanaman yang ada di taman.
*****
''Sore...''sapa Shanum pada maid yang sudah berada di dapur.
''Selamat sore nyonya.''jawab mereka.
''Apa semua bahan yang aku butuhin sudah siap?''tanya Shanum.
''Sudah nyonya...kami sudah menyiapkannya sesuai dengan instruksi pak Nuh.''jawab salah satu maid.
''Baiklah ayo sekarang kita eksekusi...''kata Shanum semangat.
Mungkin kalau para istri pengusaha lainnya lebih senang berbelanja...perawatan...arisan...liburan sana sini tapi berbeda dengan nyonya muda yang satu ini...dia lebih senang di rumah menghabiskan waktu bersama anak-anak dan suaminya atau seperti sekarang ini lebih bersemangat berkutat dengan urusan dapur.
''Ya ampun...''seru Shanum tiba-tiba dengan sebelah tangannya yang menepuk jidatnya sendiri.
''Ada apa nyonya?''tanya para maid yang ada disana.
__ADS_1
''Lupa kalau anak-anak minta di masakin ayam kecap.''jawab Shanum.''Mbak apa ayam bagian sayap sama pahanya masih ada?''tanya Shanum.
''Saya periksa dulu nyonya.''jawab seorang maid.
Anak-anak Arya dan Shanum memang sangat menyukai bagian sayap dan paha ayam kalau untuk di buat ayam kecap sedangkan untuk sup ayam mereka sangat suka sekali dengan ceker ayam.
''Bagaimana mbak?''tanya Shanum lagi.
''Ini masih ada nyonya.''jawabnya.
''Syukurlah...kalau enggak bisa ngambek tu anak-anak.''ujar Shanum.''O iya mbak tolong siapin buah kiwi,anggur merah sama hijau terus jeruk manis ya...di potong kecil-kecil.''pinta Shanum pada maid lainnya.''Saya mau buat pai buah.''lanjutnya.
''Baik nyonya.''jawab maid yang di maksud.
Saat asik dengan kegiatannya tiba-tiba ada yang berteriak-teriak memanggilnya.
''Mom...mommy...mommy di mana?''teriak si Alexa.
''Iya sayang...mommy di dapur.''seru Shanum.
''Mommy...''panggil Alexa lagi sambil berlari dan memeluk sang mommy tak lupa di belakangnya sudah ada abang juga kakaknya.
''Anak-anak mommy sudah pulang...gimana tadi jalan-jalan sama garandpanya...seru?''tanya Shanum dan ketiga anaknya hanya menganggukkan kepalanya.
''Mommy masak apa?''tanya Alexa.
''Masak capcay,cumi asam manis sama ayam kecap pesanan kalian.''jawab Shanum.
''Ih asik.''seru Alexa.''Jadi laper...''kata Alexa dengan tangan yang mengelus perutnya serta lidah yang sudah menjilati bibirnya sendiri tanda bahwa dia sudah tidak sabar untuk menikmati masakan sang mommy.
''Sekarang kalian ke kamar dan bersih-bersih dulu ya...''kata Shanum.''Biar nanti kalau daddy pulang kalian sudah wangi...''lanjutnya.
''Iya mom...kalau begitu kami ke atas dulu.''jawab Alvan sedangkan Axel...bocah tampan itu langsung memegang tangan adik kembarnya lalu menariknya meninggalkan dapur.
*****
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Mbak tolong tunggu painya sampai matang ya...saya mau ke tuan dulu.''kata Shanum begitu mendengar suara suaminya.
''Baik nyonya.''jawab para maid lalu Shanum pergi meninggalkan dapur.
''By...''panggil Shanum begitu melihat keberadaan Arya yang masih berbincang dengan pak Nuh...entah apa yang sedang di bicarakan oleh daddy tiga anak itu kepada kepala pelayannya.
__ADS_1