Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
37.Bab 37


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Pagi menjelang...semua penghuni rumah sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


Setelah sarapan pagi orangtua Lila pamit untuk pulang,Satria akan berangkat ke cafenya,ayah serta bunda siap-siap untuk pergi mengajar,sedangkan Henry juga Arya dan Shanum akan pulang ke mension pribadi milik Arya.


''Baik-baik ya nak...layani suami kamu dengan ikhlas dan sepenuh hati,serta janganlah pernah membantah perintah suami karena surga seorang istri terletak dari ridho suami.''pesan bunda.


''Ayah titip Shanum ya nak,tegur dia jika salah dan sayangilah dia sepenuh hatimu.Jika ada masalah maka bicarakanlah,saling terbukalah satu sama lain dan Sha layani suamimu sepenuh hati,contohlah bundamu.''nasehat ayah.


Setelah banyak sekali nasehat yang terlontar dari ayah serta bunda akhirnya kami berpamitan untuk pergi.


*****


Di perjalanan kami bicara banyak hal termasuk tentang acara pernikahan Henry dengan Lila hingga tak terasa kami sampai di depan gerbang dengan gerbang serta pagar yang menjulang tinggi dengan gagahnya dibandingkan dengan rumah-rumah yang lain.


Klakson mobil pun di bunyikan dan pintu gerbang pun terbuka lebar,terlihat pohon-pohon yang tertata sapi serta terawat di samping kanan dan kiri jalan yang berpaping.


''Sayang...ayo turun.''ajak Arya ketika mobil sudah sampai di teras depan rumah.


Henry keluar dari mobil lebih dulu lalu membukakan pintu untuk tuan mudanya,setelah Arya keluar dia menjulurkan tangannya untuk pegangan Shanum.


''Sayang ini...?''bisik Shanum ketika sudah berada di samping Arya.


''Ini mension kita sayang.''bisik Arya.''Ayo.''ajaknya.


Shanum dan Arya masuk kedalam rumah...mereka di sambut dengan semua pelayan yang ada dimension itu,bukan tanpa alasan karena Arya ingin memperkenalkan istrinya pada seluruh penghuni mension termasuk para bodyguard yang menjaga mension tersebut.


''Selamat datang nyonya muda.''sapa para penghuni mension.


''Terimakasih.''jawab Shanum dengan senyum manisnya.


''Sayang perkenalkan ini pak Nuh...dia adalah kepala pelayan di sini...yang itu istrinya...kamu sudah kenalkan serta mereka semua adalah para pekerja di mension kita.


''Hai semua...salam kenal,saya Shanum istri dari mas Arya.''kata Shanum ramah.


''Salam kenal nyonya.''jawab mereka kompak.


''Banyak banget yang kerja disini...kira-kira butuh uang betapa buat gajih mereka semua setiap bulan.''kata Shanum dalam hati.


''Ayo sayang aku tunjukkan semua ruangan yang ada di mension ini.''ajak Arya dengan terus menggandeng tangan Shanum.''Mension ini ada 3 lantai...bla...bla...bla...''kata Arya panjang lebar.


*****


Setelah Arya dan Shanum pergi berkeliling para pekerja pun saling berbicara.


''Nyonya muda cantik sekali ya.''kata si A.

__ADS_1


''Iya ramah lagi.''jawab si B.


''Semoga dengan adanya nyonya muda bisa membuat hidup tuan muda bahagia.''kata si C.


Dan masih banyak lagi kasak kusuk dari para penghuni mension.


*****


''Dan ini yang terakhir adalah kamar kita sayang.''ucap Arya setelah mereka sampai di ruangan yang terakhir kali di tunjukkan oleh Arya.


''Ini kamar gedenya kayak satu rumah.''gumam Shanum yang baru memasuki kamarnya.


''Sayang itu kamar mandinya,trus ini...''kata Arya sambil mengajak Shanum memasuki sebuah ruangan dikamar tersebut.''Ini adalah WIC,bagian sebelah sini berisi segala keperluanku seperti pakaian,sepatu,kaus kaki,dasi,saputangan,juga jam tangan,sedangkan yang ada di bagian sana adalah segala keperluanmu...coba kamu lihat dulu...''jelas Arya.


''Sayang ini semua buat aku?''tanya Shanum terkesima melihat semua yang ada disana mulai dari sepatu,tas,pakaian,aksesoris, makeup dan yang lainnya.


''Apa masih ada yang kurang sayang?biar aku suruh Henry untuk membelinya.''ucap Arya.


''Enggak sayang ini sudah lebih dari cukup.''kata Shanum,''Ini terlalu berlebihan sayang...''katanya lagi.


''Gak ada yang berlebihan untuk istriku tersayang.''ucap Arya sambil memeluk pinggang Shanum.


''Sayang...ngantuk...tidur yuk.''ajak Arya kemudian.


''Ih manja...''kata Shanum.''Seorang tuan muda Arya Narendra Yaang terkenal dingin tak tersentuh ternyata manja kayak gini...''ledek Shanum.


''Sayang...apa ada yang kamu tidak suka dari ruangan ini?''tanya Arya.''Kamu bisa merubahnya kalau kamu mau.''kata Arya kemudian.


''Enggak sayang...aku sangat suka dengan ruangan ini dan sama sekali tidak ada yang ingin aku rubah.''ujarnya.


*****


''Eugh...''geliat Shanum dari tidurnya.


Dia melihat sang suami masih nyenyak dalam tidurnya lalu pelan-pelan memindahkan tangan sang suami yang melingkar di perutnya.


Karena sudah sore setelah mencuci mukanya dan menggosok gigi dia memutuskan untuk kedapur membuat makan malam untuknya juga sang suami.


*****


Ting


Pintu lift pun terbuka lalu Shanum melangkah menuju ke dapur,sebenarnya dia masih bingung dimana letak dapurnya...dia sedikit lupa karena terlalu banyaknya kamar dan ruangan di mension itu.


''Ada yang bisa saya bantu nyonya?''tanya salah seorang maid yang melihat Shanum sedikit kebingungan karena menoleh kesana kemari.


''Oh iya mbak,saya bisa minta tolong tunjukkan dimana letak dapurnya?soalnya saya lupa mbak.''kata Shanum sopan.


''Panggil saya Inem saja nyonya.''kata maid itu.''Mari saya antar nyonya.''katanya sopan.

__ADS_1


''Baiklah mbak Inem,mbak tunjukkan saja arahnya biar saya kesana sendiri.''kata Shanum.''Mbak lanjutin saja kerjaannya.''katanya lagi.


''Nyonya bisa jalan lurus saja lalu belok ke kanan.''kata Inem memberi tahu.


''Terimakasih ya mbak.''ucap Shanum ramah lalu melenggang pergi.


''Nyonya Shanum bener-bener ramah dan cantik,beruntungnya tuan muda bisa mendapatkan istri seperti nyonya.''gumam Inem.


*****


''Permisi...''kata Shanum begitu memasuki dapur bersih di mension itu.


''Eh nyonya muda.''sapa semua maid yang ada di dapur.''Maaf nyonya apa ada yang bisa kami bantu?''tanya salah seorang maid.


''Ada apa nyonya muda?Apa nyonya membutuhkan sesuatu?''tanya pak Nuh yang kebetulan melewati dapur.


''Eh pak Nuh,ini saya hanya ingin memasak untuk makan malam nanti.''kata Shanum.''Apakah boleh?''tanyanya.


''Maaf nyonya biar para maid saja yang memasak,lagi pula disini juga ada chef yang menyiapkan makan.''ujarnya.''Kami takut nanti akan membuat tuan muda murka jika anda yang membuat makanan.''jelasnya.


''Pak Nuh dan yang lainnya tenang saja,nanti saya yang akan bertanggung jawab bila tuan muda marah.''kata Shanum kekeh.


''Tapi...''kata pak Nuh.


''Baiklah biar saya ke atas dan minta ijin langsung pada suami saya,tapi kalau tuan muda murka karena tidak mengijinkan saya untuk memasak makanan buatnya...''Shanum menjeda kata-katanya.''Jangan salahkan saya...''lanjutnya lalu ingin melangkahkan kakinya keluar dari dapur.


''Nyonya muda jangan...''cegah pak Nuh.''Baiklah anda boleh membuatnya nyonya...''kata pak Nuh pasrah.''Dan kalian tolong bantu nyonya muda.''perintah pak Nuh pada maid yang disana.


''Baik pak Nuh.''jawab para maid kompak.


*****


''Oke...mari kita masak.''seru Shanum.


Shanum dengan lincahnya memotong serta meracik bumbu dan memasaknya...terlihat sekali kalau dia sudah terbiasa mengerjakan semua ini...bahkan para maid yang disana merasa heran sekaligus kagum pada nyonya mudanya.


''Selesai.''Ucap Shanum setelah 1 jam berkutat dengan alat masaknya.


''Mbak,tolong nanti ditata di meja makan ya...''pinta Shanum.''O iya kalo mbak-mbak mau cicip masakan saya...itu masih ada sisanya.''kata Shanum.''Kalau gitu saya keatas dulu ya mbak...mau bersih-bersih...''pamit Shanum.


Begitu Shanum meninggalkan dapur...para maid yang ada disana langsung mencicipi masakan Shanum karena penasaran.


''Wah enak banget masakan nyonya muda.''ucap maid A.


''Iya bener kayak masakan chef restoran.''ucap B.


''Gak nyangka ternyata nyonya muda pandai sekali memasak.''ucap C.


''Paket komplit...cantik,ramah,sopan,pinter masak lagi.''ucap D dan diangguki oleh semuanya.

__ADS_1


__ADS_2