Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
86.Bab 86


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Para polisi yang mengejarnya tadi langsung membawa Aldi dan istrinya ke rumah sakit tapi sayang keduanya dalam keadaan kritis dan meninggal setelah beberapa saat berada di rumah sakit karena benturan yang cukup keras di bagian kepala mereka dan juga kehilangan terlalu banyak darah.


Sedangkan nyonya Rima sudah di gelandang ke kantor polisi oleh pihak berwajib.


*****


''Bagaimana keadaan mereka?''tanya tuan Alan yang sudah berada di rumah sakit.


''Mereka tidak bisa di selamatkan tuan.''jawab salah satu polisi yang berada di sana.


''Innalilahi wa innailaihi rojiun.''ucap tuan Alan.


Tap...tap...tap...


Terdengar jelas suara sepatu berbenturan dengan lantai dengan tergesa-gesa.


''Tuan Alan.''panggil ayah Naina.


''Tuan Edi...nyonya Lisa.''kata tuan Alan.


''Bagaimana keadaan anak-anak kita?''tanyanya lagi dan tuan Alan menggelengkan kepalanya sebagai isyarat.


''Innalilahi wa innailaihi rojiun...bagaimana ini bisa terjadi tuan?dan dimana nyonya Rima?''tanyanya kembali sedangkan sang istri sudah menangis sesegukan di dekapannya.


Mendapat pertanyaan dari besannya itu mau tidak mau tuan Alan pun menceritakan semuanya yang terjadi termasuk tentang keterlibatan putri mereka dan hal itu membuat mereka sangat kaget,karena mereka tidak menyangka bahwa putrinya itu bisa melakukan sebuah kejahatan.


*****

__ADS_1


Kedua jenazah di bawa ke kediaman orang tuan Naina.


Ibundanya tak henti-hentinya menangis meratapi kejadian yang menimpa putri dan menantunya itu...kalau boleh memilih dia lebih memilih putri serta menantunya di penjara...dia masih bisa berbincang dan memeluknya dari pada seperti sekarang ini.


Hati orang tuan mana yang tidak sakit...yang tidak hancur melihat putri yang di rawat dan di cintanya dari sejak di dalam kandungan terbujur kaku di hadapannya...apalagi hatinya semakin teriris kalau melihat kedua cucu mereka yang masih kecil yang tentunya masih sangat membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Balik lagi kepada takdir yang Maha Kuasa...kita tidak akan tau apa yang akan terjadi pada diri kita nantinya...


Nyonya Rima pun di berikan ijin oleh pihak berwajib untuk melihat putra dan menantunya untuk terakhir kalinya,tentunya dengan pengawalan yang sangat ketat.Dia datang dengan pakaian biasa pada umumnya dan polisi yang mengawalnya pun memakai pakaian bisa(kenapa bisa...ya tentu saja karena kekuasaan keluarga Narendra...ini hanya ada di novel ini ya hanya halunya author saja).


Nyonya Rima tak kalah hancur seperti halnya nyonya Lisa...putra yang di sayanginya harus menghembuskan nafas terakhirnya akibat ulah serta obsesi mereka yang ingin menguasai harta keluarga Narendra...menyesal pun untuk saat ini sudah tiada guna lagi...karena penyesalan tidak akan bisa memutar waktu dan membalik keadaan.


Seluruh keluarga dan beberapa pelayat mengantarkan jenazah pasangan suami istri itu ke istirahatan terakhirnya...semua yang ada di sana tidak ada yang tahu tentang permasalahan yang ada di keluarga tersebut hanya orang tua Naina,orang tua Shanum,Henry,Lila,Satria,Angel,Aurora,Shanum,Arya,tuan Alan dan nyonya Rima tentunya.


Jangan lupakan kedua putri Naina yang sekarang sudah bersekolah Taman kanak-kanak serta kelas dua sekolah dasar...tak henti-hentinya mereka menangis memanggil-manggil kedua orangtuanya...di usia mereka sedikit banyak mereka sudah paham dengan apa yang terjadi dengan orangtuanya.


*****


''Gak mau...aku mau di sini sama papi dan mami nek...hiks...hiks...hiks...''jawab Nana putri sulung Aldi.''Kami mau sama papi dan mami aja...hiks...hiks...hiks...''


''Nana sama Naura sudah tidak punya siapa-siapa lagi...hiks...hiks...hiks...papi...hiks...mami...mereka sudah ninggalin Nana sama Naura...hiks...hiks...hiks...''kata Nana lagi.


''Nek,apa Nana dan Naura nakal?apa papi sama mami sudah gak sayang sama Nana dan Naura lagi sampai mereka pergi ninggalin kita...hiks...hiks...hiks...''lanjut Nana.


''Hiks...hiks...hiks...Naura mau sama mami...papi...hiks...hiks...hiks...''pekik Naura yang dari tadi hanya diam saja.


Nyonya Lisa yang diberondong pertanyaan oleh cucunya itu lidahnya terasa kelu hingga tidak bisa menjawab semuanya...tangisannya pun sudah tidak bisa terbendung lagi dan langsung di peluk oleh sang suami.


Keluarga inti yang tersisa di sana pun ikut meneteskan air matanya melihat kedua bocah yang tak berdosa itu.


''Sayang...princesnya aunty...''panggil Shanum lembut lalu berlutut di hadapan kedua bocah yang sedang menangis di pusaran orang tuanya.

__ADS_1


''Sayang...sini peluk aunty...''kata Shanum lalu merentangkan kedua tangannya dan kedua bocah itu pun langsung memeluk Shanum.


''Nana sama Naura mau sama papi mami aunty...hiks...hiks...hiks...''.katanya.''Kami sama siapa aunty?''ucap Nana pilu.


''Sayangnya aunty...Nana sama Naura sayangkan sama mami dan papi?''tanya Shanum dan di angguki oleh kedua anak itu.''Nana sama Naura sayang dengirin ya yang aunty bilang.''katanya lagi dan lagi-lagi dia mendapat anggukan kepala.''Kalau Nana sama Naura sayang sama mami dan papi...kalian berdua jangan nangis terus ya...nanti mami sama papi jadi sedih kalau mereka lihat putrinya nangis kayak gini...gak makan lihat papi sama mi sedih?''ucap Shanum dan diangguki lagi oleh mereka.''Allah lebih sayang sama mami juga papi kalian jadi Allah memanggil mami dan papi kalian untuk tinggal di surga sayang...''


''Di surga aunty?''tanya Naura.


''Iya di surga sayang...surga itu tempat yang indah banget.''jelas Shanum.


''Kami juga mau di surga aunty...''kata Naura lagi.


''Nanti kita semua bakal bertemu dan berkumpul di surga sayang tapi ada saatnya nanti kita kesannya...,tidak sekarang sayang.''jawab Shanum.''Sekarang kita pulang ya...dan gak boleh sedih lagi.''kata Shanum.''Kalian gak maukan papi sama mami sedih karena lihat kalian nangis?''tanya Shanum.


''Iya aunty kita gak bakal sedih lagi.''jawab Nana.


''Promes?''kata Shanum.


''Promes aunty.''jawab Nana dan Naura.


''Tapi aunty kita tinggal sama siapa?''tanya Nana sedih.


''Kalian maunya sama siapa?''tanya Shanum balik.


''Eummm...''kata Nana bingung.


''Sama aunty boleh?''tanya Nana ragu-ragu.


''Sama nenek juga kakek saja ya sayang.''ucap nyonya Lisa yang sekarang ikut berlutut seperti Shanum.


''Tapi...''ucap Nana.

__ADS_1


''Gak apa-apa ya sayang tempat kakek sama nenek dulu...kan masih ada acara untuk memberikan do'a buat mami dan papi kalian di rumah nenek.''jelas Shanum.''Nanti kapan-kapan kalian bisa nginep di rumah aunty,atau rumah bibi Lila,tante Angel,rumah opa atau rumah eyang juga boleh...lagi pula kami semua setiap hari juga bakalan datang kerumah nenek.''terangnya.''Kami semua sayang sama Nana juga Naura...''ucap Shanum lalu mengecup pipi kedua bocah malang itu.


__ADS_2