Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
54.Bab 54


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Setelah kepergian dokter Harun,Arya kembali duduk disisi ranjang istrinya dengan terus menggenggam tangan dan sesekali menciuminya,hingga tak terasa ada buliran air mata yang menetes mengenai tangan Shanum.


''Mas...''ucap Shanum pertama kali.


''Sayang...''kata Arya bahagia.''Ayah...bunda...Shanum udah sadar.''seru Arya.


''Mas...aku ha...us...''kata Shanum lagi.


Diraihnya botol air mineral yang berada diatas nakas dan di beri pipet lalu di sodorkan ke arah mulut Shanum.


''Ini sayang...minumlah.''kata Arya.


''Ayah...bunda...kalian semua.''ucap Shanum yang melihat semua orang mengelilingi bednya.


''Maaf...''ucap Shanum lagi yang membuat semua orang heran di buatnya.


''Maaf untuk apa hem?''tanya Arya sambil membelai pipi Shanum.


''Maaf udah bikin kalian khawatir lagi...''ucap Shanum sendu.


''Kamu ini ngomong apa nak...''kata ayah.''Kami semua sayang sama kamu...udah ya jangan ngomong yang aneh-aneh.''tutur ayah.


''Hen,hubungi Harun.''perintah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab Henry lalu merogoh ponselnya untuk menghubungi harun agar segera datang ke ruangan Shanum.


*****


Cklek


''Cepat periksa istriku.''perintah Arya begitu Harun masuk.


''Bagaimana?''tanya Arya kemudian setelah melihat Harun selesai memeriksa Shanum.


''Semuanya baik-baik saja tuan muda tinggal menunggu lukanya kering saja.''jawab Harun.


''Hem...kamu boleh pergi.''kata Arya.


''Baik tuan muda,saya permisi.''pamit Harun.


*****


''Sebaiknya kalian pulang dulu untuk bersih-bersih,biar saya dengan Henry yang di sini.''ucap Arya karena melihat hari sudah sore.


''Baiklah.''jawab bunda.''Kami pulang dulu ya sayang...nanti kami kesini lagi.''pamit bunda pada Shanum.


''Iya bunda.''jawab Shanum.


*****


''Ar,bisa kita bicara sebentar diluar.''ucap Henry.

__ADS_1


''Aku keluar bentar ya sayang.''pamit Arya lalu mengecup singkat kening istrinya.


''Ada apa Hen?''tanya Arya setelah mereka diluar ruangan.


''Ini mengenai orang yang menusuk Shanum.''jawab Henry.


''Katakan.''kata Arya.


''Kita sedikit kesulitan mengenalinya karena dia memakai masker juga penutup kepala.''terang Henry.


''Jadi kalian belum menemukannya?''sinis Arya dan Henry hanya bisa menggelengkan kepalanya.


''Huh...panggilan anjing pelacak kita buat menangani ini.''ucap Arya lalu meninggalkan Henry dan masuk keruangan Shanum.


Perlu di catat ya anjing pelacak disini yang di maksud adalah hacker...karena setiap perusahan atau pengusaha ternama selalu ada hacker di belakangnya untuk keamanan sekaligus menyelidiki semua relasi bisnis ataupun yang bekerja padanya...intinya untuk keamanan.


*****


Disisi lain ada Naina yang bahagia mendengar kabar dari orang suruhannya bahwa dia sudah berhasil menjalankan tugas.


''Akhirnya...semoga saja cepet m**i tu perempuan.''ucapnya.


''Arya...tidak lama lagi kamu pasti jadi milikku dan selamanya tetap menjadi milikku.''gumamnya.


''Hanya aku...hanya aku yang pantas menjadi nyonya Arya Narendra bukan wanita itu maupun wanita lainnya.''kata Naina ketus.


Nyonya Rima serta Aldi pun bahagia mendengar kabar itu.


''Sebelum kita bertindak ternyata sudah ada orang lain yang bertindak.''kata nyonya Rima.''Tapi baguslah berarti kita tidak perlu repot-repot untuk menyingkirkannya.''lanjutnya.


Nyonya Rima mengangkat bahunya dan berkata ''Mami juga gak tau tapi siapapun itu mami sangat berterima kasih karena dia sudah memudahkan langkah kita tanpa harus kita bertindak.''


''Mami yakin anak s***lan itu pasti sekarang sedang menangisi istrinya...hahaha.''ucap nyonya Rima lagi.


*****


''Auwww...''pekik Shanum.


''Sayang...''seru Arya lalu melangkah mendekati Shanum.''Sakit ya...?''tanya Arya sedih.


''Sedikit sayang...''kilah Shanum karena tidak ingin melihat suaminya khawatir.


''Kamu mau apa hem?''tanya Arya.


''Aku mau kekamar mandi sayang.''jawab Shanum.


''Ayo sini biar aku bantu.''kata Arya lalu menggendong Shanum ke kamar mandi.


*****


Setelah beberapa hari dirawat akhirnya Shanum sudah diperbolehkan untuk pulang.


Semua orang sangat bahagia menyambut kepulangan Shanum di rumah.


Orang suruhan yang menusuk Shanum pun sudah tertangkap tapi sayang di lebih memilih meminum racun yang selalu dia bawa dari pada memberi tahu siapa yang menyuruhnya karena dia sangat memegang teguh janjinya pada Naina dan dia juga cuma seorang diri tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini.

__ADS_1


Arya juga menjadi lebih over protective lagi terhadap istrinya...yang gak boleh inilah...gak boleh itulah...gak boleh kesanalah...gak boleh kesini lah...alasannya cuma tidak ingin kalau Shanum sampai kenapa-napa.


Shanum sudah istirahat di rumah lebih dari tiga Minggu dan keadaannya pun sudah benar-benar pulih...dia pun mulai merasa sangat bosan dirumah.


''Sayang...boleh ya aku berangkat kerja?''tanya Shanum.


''Enggak.''jawab Arya tegas.


''Sayang...''rengek Shanum sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


''Sekali enggak tetap enggak.''tegas Arya lagi.''Kamu ka...''kata Arya sudah terpotong oleh ciuman yang Shanum lakukan di bibir Arya.


''Aku harus nglakuin ini demi kebebasanku.''batin Shanum.


''Sayang kamu sudah mulai emmmp...''lagi-lagi bibir Arya sudah di bungkam oleh bibir manis Shanum.


Shanum pun mulai me****t,m******p bibir Arya dan bukan hanya itu diapun juga sudah mengabsen seluruh yang ada didalam mulut Arya...,tangan Shanum pun tak tinggal diam tapi dia sudah berani untuk meraba dari mulai rahang kokoh Arya turun ke leher terus bermain di dada Arya.


''Kamu yang mulai ya sayang jadi jangan salahkan aku.''ucap Arya di sela-sela ciuman mereka.


Hasrat kian menggebu,gairah pun sudah mulai terbakar...tidak ada yang mau mengalah saling berpacu dan saling menuntut untuk mendapatkan hal yang lebih untuk menghilangkan dahaga mereka yang selama beberapa minggu ini berusaha di tahan karena keadaan Shanum.


Suara erangan...suara desahan semakin bersautan...memanggil mesra nama pasangan mereka dengan begitu merdu...dengan nafas yang memburu dan tersengal-sengal..


Kamar yang dingin karena berAc pun menjadi terasa panas...terbukti dari peluh keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka berdua.


Tidak cukup sekali tapi mereka melakukannya berkali-kali sampai mereka puas,tidak perduli ada orang yang dari tadi sedang menunggu mereka keluar.


*****


''Ish kemana ni si Arya lama banget.''gerutu Henry berkali-kali bahkan dia sudah meminum beberapa gelas air putih karena sang tuan muda tidak kunjung keluar.


''Telpon aja deh.''gumamnya lalu merogoh ponselnya.


Sedangkan Arya yang mendengar ponselnya berdering berkali-kali membuatnya menjadi sangat kesal.


''Mass...''panggil Shanum.''Angkat telponnya dulu mas siapa tau penting.''kata Shanum lagi dengan napas tersengal.


''Ish...menyebalkan...''umpatnya.


''Apa!''ketus Arya begitu mengangkat ponselnya dan mengetahui siapa yang menghubunginya.


''Maaf tuan muda apa anda masih lama keluarnya karena kita ada...''jawab Henry di sebrang sana.


''Kamu saja yang handle...aku gak kerja hari ini.''potong Arya lalu mematikan ponselnya dan melanjutkan aktivitasnya kembali.


Sedangkan Henry sedang mengumpat tuan mudanya itu yang seenaknya sendiri.


''Untung bos kalo enggak...''geram Henry lalu langsung berangkat ke kantor untuk melaksanakan yang di perintahkan oleh sang tuan muda.


*****


Maaf telat up🙏🙏🙏


Ig ennita_diana

__ADS_1


__ADS_2