
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Beh akhirnya tu anak ketemu juga sama Kinara.''kata Rama yang melihat Alvan serta Kinara masuk ke kantin.
''Siang kakak-kakak.''sapa Kinara.
''Siang Kinara.''sahut mereka semua.
Setelah sambungan telpon dengan mommynya terputus,Alvan mengajak Kinara untuk ke kantin kampus guna makan siang bersama.
Walaupun mommynya sudah membawakan mereka bekal tapi mereka tetap harus makan makanan utama saat makan siang.
''Duduk Ra.''kata Niko.
''Terimakasih kak.''ucapnya.
''Ra,kamu tadikan sudah kesini kok kamu pergi lagi?''tanya Dodi penasaran.
''Em itu kak tadi ada yang tertinggal di kelas.''jawab Kinara berbohong.
''Mau makan apa Ra?''tanya Alvan.
''Mie ayam aja deh kak.''jawab Kinara.
__ADS_1
''No,kamu harus makan nasi Ra jangan mie melulu.''kata Alvan dengan suara agak tegas.
Memang Kinara adalah penyuka makanan yang namanya mie ayam,jadi jika ada makanan itu maka dia akan langsung memilihnya tanpa melirik makanan yang lain.
''Ehem...ehem...''dehem ketiga sahabat Alvan yang seolah bersautan.
''Kayaknya ada yang mulai perhatian ni...''sindir Niko.
''Iya ni roman-romannya ada yang sudah mulai posesif.''sambung Rama.
''Berasa ada banyak kembang-kembang bermekaran ya...''timpal Dodi.
''Brisik.''seru Alvan lalu melangkah pergi untuk memesan makannya dan Kinara.
Ketiga sahabat Alvan itu berusaha mencari tau tentang hubungan Alvan dengan Kinara,karena mereka sangat penasaran akan hal itu dan mereka juga bersyukur karena akhirnya sahabat mereka yang gak pernah dekat dengan perempuan itu mendapatkan pelabuhan hatinya.
''Ehem...ehem...''dehem Alvan menghentikan interogasi mereka ke Kinara dan sejak tadi bertanya namun belum mendapatkan jawaban yang pasti dari Kinara...jawabannya abu-abu sama seperti jawaban Alvan.
''Sudah tanya-tanyanya?''tanya Alvan yang membuat ketiganya cengengesan.''Sudah seperti wartawan yang lagi cari berita aja.''sambungnya lagi.''Ini.''kata Alvan menyerahkan satu piring makan dan satu botol air mineral pada Kinara.
Kinara yang melihat apa makan yang di pesan Alvan membuatnya langsung mengerucutkan bibirnya.
''Kenapa mau aku ikat pakek karet tu bibir.''kata Alvan yang melihat kelakuan Kinara dan perkataan Alvan sontak saja langsung membuat Kinara menormalkan bentuk bibirnya kembali.''Sudah makan.''perintah Alvan.
''Tap...''kata Kinara.
__ADS_1
''Apa mau protes?''potong Alvan dengan tatapan mata mengintimidasinya.
''Eng...enggk kak.''kata Kinara lalu mulai memakannya.
''Pufttt hahaha...''ketiga sahabat Alvan pun langsung tertawa melihat interaksi kedua orang beda jenis yang ada di depan mereka.
''Ada yang lucu?''tanya Alvan masih dengan tatapan setajam elangnya.
''Eng...enggk kok Al...pis...santai bro.''kata Niko.
Alvan sesekali melirik kerah Kinara yang kelihatan ogah-ogahan makan makanan yang di pesankan Alvan.
''Habisin.''titah Alvan.
''Ish...iya...iya.''sahut Kinara.
Alvan memesankan Kinara sama seperti yang di pesannya..satu porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya karena di kantin tersebut ada penyajian secara prasmanannya jadi siapapun yang beli bisa ambil dan pilih sendiri apa yang mau mereka makan bersama nasi.
Di sela-sela makannya,Alvan mengeluarkan kotak yang ada di dalam tasnya,kotak makanan yang berisi cake dari sayur pokcoy buatan sang mommy.
''Wih di bawaan cake ni sama si mommynya Alvan.''seru Niko.''Pasti enak seperti biasanya.''lanjutnya.
''Dan sehat.''sambung Rama.
Alvan memang sering membagi bekal makanannya ke ketiga sahabatnya itu dan Shanum pun selalu memberi lebih banyak karena tau kebiasaan sang putra.
__ADS_1