Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
87.Bab 87


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Gak apa-apa ya sayang tempat kakek sama nenek dulu...kan masih ada acara untuk memberikan do'a buat mami dan papi kalian di rumah nenek.''jelas Shanum.''Nanti kapan-kapan kalian bisa nginep di rumah aunty,atau rumah bibi Lila,tante Angel,rumah opa atau rumah eyang juga boleh...lagi pula kami semua setiap hari juga bakalan datang kerumah nenek.''terangnya.''Kami semua sayang sama Nana juga Naura...''ucap Shanum lalu mengecup pipi kedua bocah malang itu.


Setelah terjadinya drama yang sangat memilukan dan menyayat hati itu akhirnya mereka semua pulang ke kediaman masing-masing untuk bersih-bersih sekaligus mengisyaratkan tubuh mereka sejenak sebelum hadir ke acara tahlilan Aldi dan Naina di kediaman orang tua Naina.


*****


Setelah tujuh hari kepergian Aldi juga Naina...tuan Alan mendatangi nyonya Rima di tahanan bersama sang pengacara.


''Apa kabar Rima?''tanya tuan Alan.


''Sayang...aku tau kamu pasti kesini...aku tau kamu pasti bebasin aku dari sini kan?''kata nyonya Rima.


''Maaf Rima...aku kesini mau memberikan ini.''kata tuan Alan.


''Ap...apa ini...?''tanya nyonya Rima seraya mengambil berkas yang di sodorkan oleh suaminya.''Hah...su...surat...per...perceraian...ini maksudnya apa?''tanya nyonya Rima yang terbata karena kaget.


''Seperti yang kamu lihat...itu adalah surat perceraian kita...aku ingin berpisah dari kamu.''ucap tuan Alan.


''Tega kamu ya...,aku di penjara dan anak serta menantuku baru saja meninggal dan sekarang kamu menggugat cerai aku!''seru nyonya Rima.''Di mana perasaan kamu Alan!''serunya lagi.


''Perasaan...?kamu tanya dimana perasaan aku?Hah...''seru tuan Alan.''Perasaanku kekamu sudah mati sejak aku tau dan mendengar sendiri apa yang kamu lakukan ke mendiang istriku juga putra dan menantuku.''katanya.''Sekarang aku yang tanya ke kamu dimana perasaan kamu saat kamu melenyapkan istriku?saat kamu mencelakai putra dan menantuku?''tanya tuan Alan balik dengan nada lirih namun terkesan menekan.


''Jadi kamu sudah tahu semuanya Alan...hahaha...''suara nyonya Rima.


''Kamu harus tanda tangani surat ini.''kata tuan Alan.


''Tidak akan...kamu dengar Alan...sampai mati pun tidak akan pernah aku mendatangani surat perceraian ini...''kata nyonya Rima lalu beranjak meninggalkan tuan Alan.


Bukannya tuan Alan tidak punya hati dan rasa prihatin atas apa yang terjadi dengan nyonya Rima tapi sungguh dia sudah terlanjur sakit hati serta sangat geram dengan semua kelakuan istri keduanya itu...dia merasa di bohongi serta di tipu mentah-mentah...dan bagaimanapun dia hanya manusia biasa bukan malaikat yang dengan sangat mudahnya untuk memaafkan.

__ADS_1


*****


Nyonya Rima begitu terpukul dengan semua kejadian yang menimpanya...mulai dari meninggalnya sang putra,di penjara sampai puncaknya hari dia akan di ceraikan oleh suaminya...


Kejadian demi kejadian yang beruntun membuat nyonya Rima tertekan hingga mengalami depresi dan melakukan aksi bunuh diri.


''Bagaimana ini bisa terjadi?''tanya tuan Alan yang sudah datang ke rumah sakit rujukan untuk tahanan bersama Arya,Aurora juga Shanum dan Henry.


''Kami menemukan nyonya Rima sudah tergeletak dengan darah yang sudah mengalir di dalam sel tuan lalu kami segera membawanya kesini tapi maaf beliau tidak dapat di selamatkan.''kata salah satu petugas menjelaskan yang membuat Aurora sudah menangis di pelukan sang kakak ipar.


''Kami tidak tahu kalau ternyata nyonya Rima menyimpan senjata tajam dan kami juga tidak tahu dari mana beliau mendapatkan itu.''lanjutnya.


''Beberapa hari belakangan ini setelah anda berkunjung beliau sering memanggil-manggil nama Aldi...kadang beliau juga berteriak-teriak dan menjerit histeris...kadang tertawa sendiri dan kata dokter kami beliau tertekan dan mengalami depresi tuan.''jelas petugas itu lagi menjelaskan kejadian sebelum aksi bunuh diri ini terjadi.


''Terus bagaimana keadaannya sekarang?''tanya Arya.


''Maaf tuan...kata dokter beliau tidak dapat di selamatkan...dan kami sungguh menyesal atas kejadian ini.''jawabnya.


''Mami....hiks...hiks...hiks...''seru Aurora.


Bruk


''Aurora...Aurora...''seru Shanum begitu Aurora merosot dari pelukannya dan membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Shanum.


''Ya Allah Rora...''kata Arya yang langsung menghampiri Aurora lalu membawanya keruang perawatan.


*****


Eughh


''Aurora...''panggil Shanum lirih begitu mendengar lenguhan Aurora.


''Kak...''panggil Aurora.''Mami kak...mami...hiks...hiks...hiks...''histeris Aurora dengan spontan Shanum pun langsung meraih Aurora di pelukannya.

__ADS_1


''Ini...ini...hanya mimpikan kak...ini gak benerkan kak?''tanya Aurora.''Iya ini hanya mimpi...hanya mimpi Rora...''kata Aurora berusaha menenangkan dirinya.


''Yang sabar ya sayang...''ucap Shanum.


''Ja...jadi ini bukan mimpi kak?''tanya Aurora dan Shanum hanya mampu menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang adik ipar sambil menangis sesegukan.


''Enggak...mami...hiks...hiks...mami...hiks...hiks...''jerit Aurora histeris lagi.


''Sayang...jangan gini...hiks...kamu harus ikhlas...do'akan mami...mami sudah tenang disana...hiks...hiks...''tutur Shanum.


''Aku sudah gak punya mami kak...hiks...hiks...hiks...''kata Aurora.


''Tapi kamu masih punya kakak,abang,papi dan semua orang yang sayang sama kamu sayang...''kata Shanum.''Dan ingat kamu masih jauh lebih beruntung di bandingkan Nana juga Naura serta banyak anak yatim piatu yang ada di luaran sana...''lanjutnya.


Arya serta tuan Alan yang baru masuk pun menitihkan air matanya melihat betapa terpukulnya sang putri bungsu keluarga Narendra...sang putri kesayangan dan akhirnya mereka berdua pun ikut berpelukan dengan dua orang wanita yang ada di hadapannya.


Lagi-lagi tidak ada berita yang tersebar atau terekspos kecuali hanya berita tentang meninggalnya nyonya Rima karena sakit seperti meninggalnya Aldi dan naina yang hanya di sebabkan oleh kecelakaan...siapa lagi orang yang bisa menekan serta menutupi semua berita itu kalau bukan asisten Henry atas titah sang tuan muda.


*****


''Papi...abang...maafin mami ya...hiks...hiks...hiks...''ucap Aurora begitu mereka pulang dari pemakaman.


''Abang sudah maafin mami kamu dek...abang juga minta maaf ya...''ucap Arya sambil mengelus kepala sang adik.


''Papi juga sudah maafin segala kesalahan mami kamu sayang dan maafkan papi juga.''kata tuan Alan.


''Terimakasih papi...abang...Abang sama papi sama sekali gak bersalah jadi gak perlu minta maaf...''ucap Aurora.''Abang sama kakak nginepkan?''tanya Aurora.


''Iya sayang kami akan menginap di sini dan menemani kamu sampai tujuh hari meninggalnya mami.''jawab Shanum.


''Terimakasih ya kak...''ucap Aurora lalu memeluk Shanum.


''Iya sama-sama sayang...''jawab Shanum.

__ADS_1


__ADS_2