
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Tadi siang setelah aku kembali dari rumah sakit papi datang ke kantor katanya ada yang mau di bicarakan tentang anak-anak..Alvan,Axel dan Alexa.''kata Arya.
''Tentang anak-anak?''tanya Shanum yang masih bingung.
''Iya,papi mengajakku membicarakan tentang masa depan anak-anak.''jawab Arya.''Papi dan aku sudah mulai memikirkan tentang apa bagian mereka masing-masing nantinya.''sambungnya.
''Bag...bagian apa maksudnya dad?''tanya Shanum lagi.
''Bagian harta yang aku dan papi miliki.''jawab Arya.
''Bukankah ini masih sangat terlalu dini untuk membicarakan hal itu...anak-anak saja masih kecil.''kata Shanum.''Abang masih SD sedangkan twins saja baru beberapa bulan.''kata Shanum lagi.
''Maka dari mereka masih kecil itu mom jadi nantinya kita bisa mengarahkan kesekolah apa serta jurusan apa yang harus mereka ambil nantinya.''kata Arya.''Kita juga bisa mengajarkan bagaimana nantinya mereka harus bersikap.''sambungnya.
''Kalau sekedar mengarahkan aku tidak masalah by tapi kalau sudah ke arah memaksakan kehendak...itu gak bisa aku tolerir.''kata Shanum penuh penekanan.''Aku gak mau kalau sampai anak-anak merasa terdiktei ataupun terkekang yang alhasil malah membuat mereka frustrasi ataupun berontak.''ujarnya mengutarakan ketahuan dan kekhawatiran dirinya sebagai seorang ibu.
''Aku janji sayang...hanya mengarahkan kalaupun nantinya mereka memilih pekerjaan atau usaha mereka sendiri aku gak masalah walaupun tetap mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang akan kami berikan kepada mereka.''kata Arya menenangkan sang istri guna menekan kekhawatiran yang di pikirkan Shanum.
''Baiklah,tapi kalau sampai kekhawatiran aku itu terjadi...aku bakalan sangat marah sama kamu by.''ancam Shanum.
Sebenarnya sebagai seorang ibu jujur rasa khawatir itu pasti ada dan juga terbesit rasa kasihan kepada ketiga buah hatinya karena sudah akan menanggung beban berat begitu mereka beranjak remaja tapi tak dapat di pungkiri juga ada rasa syukur karena anak-anaknya kelak tidak harus merasakan rasanya mondar-mandir mencari pekerjaan dan tidak perlu merasakan bagaimana rasanya kekurangan finansial dalam hidup mereka.
''Kamu bisa percaya padaku sayang.''jawab Arya.''Kamu gak penasaran apa yang aku bicarakan lagi dengan papi?''tanya Arya.
''Ehm...kalian bicara apa saja?''tanya Shanum.
''Gak ada cuma tentang anak-anak juga Aurora.''jawab Arya.''Aku dan papi sudah sepakat kalau nantinya NRD grup akan di pegang dan menjadi tanggung jawab abang karena dia putra sulung kita maka dia akan memegang perusahaan keluarga Narendra sedangkan Axel akan memegang kendali atas AN grup...perusahaan yang aku bangun sendiri dengan jerih payahku sedangkan Alexa akan mengambil alih rumah sakit yang sekarang sudah menjadi milikmu.''jelasnya.''Maaf kalau aku memberi Abang NRD bukan AN grup yang notabene lebih besar dari NRD...''tutur Arya.
__ADS_1
''Kenapa minta maaf by?''tanya Shanum heran.''Aku paham pasti kamu ingin memberikan perusahaan hasil jerih payahmu itu ke anak kandung kita sendiri walau sejatinya kita tidak pernah membeda-bedakan mereka.''sambungnya.''Dan aku rasa abang kelak jika sudah dewasa juga tidak akan mempermasalahkan tentang hal itu karena NRD grup juga sebuah perusahaan yang besar walaupun masih kalah beberapa tingkat dari AN grup...''kata Shanum lagi.
''Terimakasih atas pengertian kamu sayang.''ucap Arya.''Aku juga percaya dengan ketiga anak kita.''ujarnya.
''Eh terus Aurora gimana by?''tanya Shanum.
''Sebenernya hal ini juga sudah di bicarakan bersamanya...dia gak mau pegang perusahaan dia lebih memilih mengejar impiannya seperti yang di katakan padamu tempo hari.''jawab Arya.''Tapi dia tetap mempunyai bagian saham di NRD begitu juga Axel dan Alexa,Alvan dan Alexa juga punya saham di AN sedangkan Alvan dan Exel juga akan punya saham di AN hospital.''tuturnya lagi.''Cuma beda yang pegang kendali saja.''lanjutnya.
''Memangnya kamu serius gak mau punya anak lagi by kok sudah main mau bagi-bagi saja?''goda Shanum.
''Gak...gak...gak...aku gak mau yank cukup mereka bertiga saja.''jawabnya cepat.''Aku gak tega dan gak mau melihat kamu kesakitan lagi...masih sangat membekas di ingatanku bagaimana perjuanganmu waktu melahirkan twins.''lanjutnya sendu.
''Yah padahal aku masih ingin punya lagi lo by.''tambah Shanum.
''No...gak aku ijinin kamu hamil lagi yank.''tegas Arya.
''Memangnya kamu bakalan tahu by aku itu KB atau enggak?''tanya Shanum.
''Hah...''seru Shanum melongo.''Ma...maksudnya by?''tanyanya cengok.
''Aku ber-KB yank...''jawab Arya.''Aku cuma takut kalau kamu kekeh dan nekat untuk hamil lagi.''lanjutnya.''Aku gak mau itu.''tegasnya.
''Aku nurut apa baiknya saja by...apapun keputusan dan kemauan kamu,aku gak ingin hamil lagi...karena aku juga gak mau melihat suamiku yang tampan ini sedih,mereka bertiga sudah cukup buatku...buat keluarga kita.''sahut Shanum sambil menangkup kedua pipi suaminya menggunakan kedua tangannya.
''Terimakasih sayang.''ucap Arya yang lalu melabuhkan ciuman lembut tanpa nafsu di bibir manis sang istri.
''Tidur yuk by,sudah malem kan besok aku harus pelajari semua berkas rumah sakit dari dokter Harun.''ajak Shanum dan Arya menganggukkan kepalanya tanda setuju.''Selamat malam by.''ucap Shanum sambil mencium bibir suaminya.
''Selamat malam sayang.''Arya pun membalas mencium bibir dan mengecup kening sang istri seperti itulah rutinitas mereka berdua sebelum beranjak ke alam mimpi.
*****
__ADS_1
''Selamat pagi.''sapa Shanum dan Arya begitu mereka sampai di ruang makan yang di mana sudah ada sang putra sulung disana.
''Pagi mom,dad.''ucap Alvan.
''Gimana apa tidur kamu nyenyak semalam bang?''tanya Arya.
''Iya dad.''jawab Alvan.
''Sudahi dulu mengobrolnya...sekarang lebih baik kita sarapan dari pada nanti kita semua terlambat.''kata Shanum.
''Baik mom.''jawab Arya dan Alvan patuh.
''Selamat pagi semuanya.''seru Aurora yang baru melangkah masuk bersama papi Alan membuat ketiga orang yang baru saja menikmati sarapannya langsung menoleh.
''Pagi.''jawab Shanum dan Alvan.
''Bisa gak sih dek kalau masuk itu gak usah teriak-teriak...berisik tau.''dengus Arya.
''Hehehe maaf bang.''kata Aurora cengengesan.
''Sini papi sama adek sarapan dulu.''ajak Shanum.
''Tau aja sih kak kalau kita belum sarapan.''ujar Aurora.''Hai abang Al.''sapanya saat mengambil posisi duduk di samping bocah tampan itu yang kemudian hanya membalas dengan sedikit senyuman tipis di bibirnya.
Alvan itu tipe anak yang seperti Arya entah ini kebetulan atau apa...dia cenderung cuek bahkan dingin juga pendiam tapi dia akan berubah sedikit hangat jika bersama keluarga serta orang-orang terdekatnya dan jika hanya bersama orangtua serta adik-adiknya dia akan bertransformasi menjadi sangat hangat.
''Cih anak sama bapak sama saja.''kesal Aurora.''Sama-sama dingin.''sungutnya.
*****
Maaf lagi-lagi kemarin gak up karena kesibukan di dunia nyata yang bener-bener sangat menyita...sekali lagi tolong di maafkan dan di mengerti ya readers...terimakasih😊🙏
__ADS_1