
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Mikirin apa Ar?''tanya Henry ketika mereka berada di mobil menuju perusahan Arya pagi ini.
''Lagi mikirin bumil.''jawab Arya.
''Kenapa?''tanya Henry lagi.
''Kalau masalah ngidam ingin ini itu sih masih bisa aku ngerti'in tapi ini bentar-bentar nangis,dikit-dikit nangis...hadeuh.''kata Arya.
''Mood ibu hamil kan memang gitu Ar...gak stabil.''ujar Henry.
''Iya aku juga tau itu tapi kadang juga bikin pusing karena takut salah ngomong.''katanya.
''Kamu mah masih mending Ar,daripada aku dulu waktu Lila hamil muda.''tutur Henry.
''Kenapa memangnya?''tanya Arya antusias.
''Tiap malam aku di usir dari kamar...gak mau tidur bareng sampai trimester pertama selesai.''kata Henry.
''Loh kok gitu?''tanya Arya yang makin penasaran.
''Katanya kalau aku tidur bareng dia...gerah lah,gak bebas geraklah,sempitlah...''jawab Henry sambil menerawang masa-masa ngidam Lila di trimester pertama kehamilannya.
''Puufftt...hahaha...''sontak Arya pun meledakkan dirinya,tak menyangka bahwa Henry mengalami hal itu.
''Ketawa aja terus.''ketus Henry.
''Eh...maaf...maaf...''ucap Arya.''Berarti aku masih bersyukur dong ya karena tiap malam Shanum tidur minta peluk aku sama minta di elus perutnya sebelum tidur.''ucapnya lagi.
Mereka berdua pun masih mengobrol banyak hal sampai mereka tiba di perusahaan.
*****
Hari ini jadwal Arya sungguh padat dan banyak pekerjaan yang menanti tapi walaupun begitu setiap jam makan siang dia pasti menghubungi sang istri untuk sekedar menanyakan sudah makan apa belum dan selalu mengingatkan untuk istrinya jangan capek-capek.
Arya sangat bersyukur dengan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini...mendapat istri yang sempurna di matanya serta akan di anugerahi dua malaikat kecil dalam kehidupan rumah tangganya.
Dia merasa mendapat kebahagian yang sempurna dalam hidupnya.
*****
Brak
Arya yang saat ini sedang sibuk serta konsentrasi memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya merasa kaget karena tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya yang dibuka dengan kasar dan sontak saja membuatnya langsung menoleh ke arah sumber suara.
''Naina.''gumam Arya begitu mengetahui siapa pelakunya.
''Br*****k.''umpatnya lirih.
''Ar...''panggil Naina dengan nada selembut mungkin.
__ADS_1
''Ma..ma...af...tuan muda saya tadi sudah melarang dan berusaha mencegahnya agar tidak masuk keruangan anda.''ucap Diva terbata karena takut sang atasan akan marah kepadanya.
''Keluarlah Diva.''perintah Arya.
''Baik tuan muda...saya permisi.''pamit Diva.
Setelah Diva pergi Arya menekan nomor Henry yang ada di ponselnya dan tanpa berkata apapun tapi Arya yakin jika telpon itu tersambung pasti Henry akan langsung bergegas keruangannya.
''Mau apa lagi kamu kemari?''tanya Arya dengan nada rendah namun penuh tekanan di setiap intonasinya dan jangan lupa dengan tatapan tajamnya bak elang yang sedang mengintai sang mangsa buruan.
''Ar...a...aku ke sini tentu saja ingin bertemu denganmu.''jawab Naina yang sebenarnya sedikit terintimidasi dengan tatapan tajam Arya.
Lalu secara perlahan Naina berjalan mendekat ke arah Arya hingga dia sampai di sebrang meja dan berhadapan dengan Arya.
''Apa maumu sebenarnya?''tanya Arya lagi.
''Kamu tanya mauku?''ulang Naina.''Mauku kita kembali bersama seperti dulu Ar.''jawabnya dengan penuh keyakinan.
''Hahaha...kamu bercanda Naina.''kata Arya disertai tawa mengejeknya.
''Aku gak bercanda Ar,aku mau kita bersama lagi.''seru Naina.''Hidup bahagian dengan anak-anak kita kelak.''lanjutnya.
''Dalam mimpimu.''ucap Arya datar.
''Aku yakin kalau kamu masih cinta sama aku Ar...kamu menikahi wanita itu hanya untuk pelampiasanmu saja.''seru Naina lantang dan dengan percaya dirinya.
''Percaya diri sekali anda nyonya.''ucap Arya.
''Asal kamu tau Naina...rasa cintaku ke kamu sudah hilang dari saat kamu pergi ninggalin aku dengan keadaan terpurukku.''kata Arya.''Dan aku bahkan sangat menyesal kenapa dulu aku bisa cinta dengan wanita sepertimu.''sarkas Arya.
''Cukup Naina.''bentak Arya.''Kamu sudah melampaui batasan mu.''serunya lagi.''Wanita yang kamu sebut wanita j****g itu istriku...pemilik seluruh jiwa dan ragaku...wanita yang mengisi seluruh relung hatiku bahkan tanpa setitik celahpun yang tersisa.''ucap Arya lantang.
''Sekarang lebih baik kamu pergi dari hadapanku sekarang juga.''kata Arya.''Pulanglah kerumah suamimu.''kata Arya lagi.
''Gak Ar...aku gak akan pergi kemana-mana sampai kamu mengakui kalau kamu hanya mencintaiku.''ucap Naina.
''Keluar dari ruanganku Naina.''perintah Arya namun Naina menggelengkan kepalanya.''Keluar Naina...keluar...jangan sampai aku melawati batasanku.''bentak Arya.
''Gak...aku gak akan keluar dari sini.''ucap Naina kekeh.
''Suruh scurity kesini Hen.''perintah Arya pada Henry yang sudah ada disana,lalu Henry pun menyuruh diva untuk menghubungi keamanan yang berada dibawah.
''Kamu gak mungkin ngusir aku dari sini Ar.''ucap Naina dan setelahnya tidak ada satu orang pun yang membuka suaranya.
''Selamat siang tuan muda.''ucap dua scurity yang baru datang keruangan Arya.
''Bawa wanita ini keluar dari ruanganku.''perintah Arya.''Seret saja jika dia memberontak dan pastikan bahwa ini terakhir kalinya dia menginjakkan kakinya di perusahaan ini.''perintahnya lagi.
''Mari nyonya.''ucap salah satu scurity.
''Gak Ar...kamu gak bisa nglakuin ini ke aku.''ucap Naina.
''Silahkan anda keluar dari ruangan ini nyonya.''kata scurity tapi Naina tetap tidak bergeming.''Anda mau keluar dari sini secara baik-baik atau kamu seret nyonya.''tegasnya lalu menyeret Naina keluar dari ruangan Arya.
__ADS_1
''Bikin tambah pusing saja.''ucap Arya yang saat ini sudah duduk di kursi kebesarannya dengan menyenderkan tubuhnya serta sebelah tangan memijat pelipisnya.
''Minum dulu Ar biar kamu sedikit tenang.''saran Henry yang masih berada di sana.
''Aku heran sama wanita itu...bener-bener gak punya malu...apa udah putus kali ya urat malunya.''kata Arya.
Kemudian Arya dan Henry pun berbincang-bincang...berdiskusi masalah pekerjaan.
*****
Begitu Henry keluar dari ruangan...Arya pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda akibat drama yang terjadi di dalam ruangannya...drama sang mantan.
Dret...dret...dret...
Senyum manis langsung terbit dari bibir Arya begitu melihat siapa yang sedang menghubunginya.
''Halo,assalamualaikum sayang.''ucap Arya.
''.....''
''Lagi apa sayang ku?''tanyanya.
''.....''
''Apa?''tanya Arya.''Tunggu-tunggu biar aku catat dulu biar gak lupa.''ucapnya lalu meraih kertas dan pulpen yang terletak di meja kerjanya.
''.....''
''Sudah itu saja sayang?''tanya Arya meyakinkan.
''.....''
''Iya nanti aku bawain...apa sih yang enggak untuk istriku tercinta.''kata Arya.
''.....''
''Wa'alaikumsalam.''jawab Arya lalu melihat jam mewah yang ada di salah pergelangan tangannya.
''Sudah sore ternyata.''gumamnya setelah melihat jamnya menunjukkan pukul 4 sore lalu membereskan berkas yang berserak di mejanya lalu melangkah keluar.
''Pulang sekarang Hen.''kata Arya begitu berpapasan dengan Henry di luar ruangannya.
''Baik tuan muda.''jawab Henry.
*****
''Hen,nanti mampir dulu di tempat yang jual jajanan...yang deket arah mension itu,yang bisa orang-orang nongkrong sore-sore.''kata Arya.
''Ngapain Ar?''tanya Henry.
''Biasa bumil ngidam minta di beliin jajanan.''kata Arya.
*****
__ADS_1
''Hah sebanyak ini Ar.''kaget Henry begitu mereka berada di pusat jajanan yang di maksud.''Dan...''katanya.