Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
215.Bab 215


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Saat ini Kinara sudah di pindahkan ke ruang VVIP,dia masih berbaring lah di ranjangnya.


''Kok belum bangun juga mom?''tanya Alvan yang terlihat jelas bahwa kecemasan tercetak di wajahnya.


''Sebentar lagi sayang.''sahut Shanum menenangkan.


''Eugh...''terdengar lenguhan lirih dari seorang gadis yang di cemaskan oleh sang putra sulung keluarga Narendra.


''Ra...''panggil Alvan lembut sambil memegang tangan Kinara yang tak terpasang selang infus.


''Pusing...''rintih Kinara.


Lalu perlahan Kinara pun membuka kedua kelopak matanya...di buka dan di pejamkannya lagi karena merasa sedikit silau...lalu di buka lagi matanya.


''A...aku dimana?''tanyanya sedikit terbata.


''Kamu sedang berada di rumah sakit Ra.''jawab Alvan.


Mendengar jawaban itu membuat Kinara mengedarkan pandangannya untuk menyapu melihat sekeliling,di lihatnya pula bahwa sebelah tangannya terpasang oleh selang infus.


''Aku kok bisa di sini kak?''tanya Kinara.

__ADS_1


''Kamu tadi pingsan waktu di taman.''jawab Alvan.


''Sekarang kamu istirahat saja ya nak...biar lekas pulih.''kata mommy Shanum.


''Aku gak apa-apa kok mom...aku mau pulang saja.''sahut Kinara yang tak ingin berlama-lama di rumah sakit sehingga menyusahkan ibu dan anak yang ada di depannya saat ini.


''No...keadaan kamu belum pulih sepenuhnya jadi kamu di sini beberapa saat lagi ya.''kata Shanum.


''Tapi mom...''kata Kinara lagi.


''Gak apa-apa sayang,kamu di sini dulu...oke.''dan di jawab anggukan kepala oleh Kinara karena menurutnya untuk kekeh membantah juga akan percuma lagian tubuhnya juga masih terasa sedikit lemas.


''Kamu di sini dulu temani Kinara ya bang.''kata mommy Shanum pada sang putra.''Mommy mau keruangan mommy sebentar sekalian cari makanan untuk kalian berdua.''katanya lagi.


''Mom.''panggil Kinara.


''Iya.''sahut Shanum.


''Terimakasih mom dan maaf Kinara jadi ngrepotin mommy.''ucap Kinara.


''Iya sayang...tidak apa-apa.''sahut Shanum.''Mommy keluar dulu,assalamualaikum.''pamit Shanum.


''Wa'alaikumsalam.''jawab Kinara juga Alvan.


*****

__ADS_1


''Ini kita di rumah sakit mana kak?''tanya Kinara.''Kamarnya mewah banget...Kinara takut gak bisa bayar.''ucapnya lagi yang langsung mendapatkan satu sentilan di keningnya.


''Auw...sakit kak.''ringis Kinara.


''Aduh maaf-maaf.''ucap Alvan.


''Akukan nanya Kak kok malah di sentil sih.''rajuknya.


''Ini rumah sakit milik mommy jadi kamu gak perlu mikirin bayarnya.''jawab Alvan.


''Maaf ya kak,aku jadi ngrepotin kakak sama mommy.''lirih Kinara.


''Kamu ini ngomong apa sih Ra...kami sama sekali gak ngerasa di repotin sama kamu kok.''sahut Alvan.


Kinara tiba-tiba terdiam dan air matanya lolos begitu saja tanpa permisi apalagi pemberitahuan.


''Kamu kenapa Ra?''tanya Alvan yang justru malah membuat Kinara menangis sesegukan.


Melihat Kinara seperti itu dengan refleks Alvan pun membawa tubuh toping itu kedalam pelukannya.


''Masih belum puas nangisnya...hem?''tanya Alvan namun tak mendapat jawaban sepatah katapun dari Kinara,hanya Isak tangisnya yang terus terdengar.


''Ya sudah kalau belum puas...nangis gih sepuasnya...''kata Alvan lagi.


Konyol memang tapi itu seharusnya yang harus di lakukan,saat kita melihat seseorang menangis karena sedih jangan menyuruhnya berhenti karena justru perkataan itu akan membuatnya lebih sesegukan dan jika tangisnya di tahan malah akan terasa sangat menyesakkan,tapi bicaralah...''Menangislah sampai kamu puas.''...karena jika sudah puas dia akan berhenti dengan sendirinya dan perasaannya pun akan lebih lega...lebih plong...perasaannya pun akan lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2