Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
227.Bab 227


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Rombongan Panji telah tiba dan acara ijab qobul pun terjadi dengan sangat khidmat plus mengharu biru.


Karena setiap prosesi ijab qobul pada dasarnya selalu mengharukan di tambah lagi ini dengan kedua orangtua dari kedua mempelai tidak ada,yang satu sudah meninggal dan yang satu pihak lagi terhalang oleh restu orangtua.


''Selamat ya sayang...''ucap Shanum pada Aleta dan Panji.


''Terimakasih Tante.''ucap Aleta.


''Ada apa itu ribut-ribut di luar...''kata Lila yang mendengar suara berisik di luar.


''Biar aku periksa.''kata Henry.


''Ada apa ya dad?''tanya Shanum mendekati sang suami.


''Entahlah mom.''jawab Arya.''Kita tunggu Henry kembali.''lanjutnya.


''Biar aku lihat bang.''kata Samudra yang penasaran dan sudah tidak sabar menunggu Henry kembali.

__ADS_1


*****


Begitu keluar ternyata sudah ada beberapa orang yang membuat kegaduhan dan ingin menggagalkan acara pernikahan Panji dan Aleta.


Tapi sayang sungguh sayang...rencana mereka gagal total karena sebelumnya Alvan yang sudah berdiskusi dengan sang daddy sudah menebak kalau hal ini pasti akan terjadi,jadi mereka sudah mengantisipasinya terlebih dahulu dengan para pengawal bayangan keluarga Narendra.


''Tangkap mereka semua.''perintah Henry.


''Siapa kak?''tanya Samudra yang baru saja keluar.


''Entahlah...mereka baru saja meringkusnya dan belum sempat mengintrogasi.''jawab Hendry tanpa mengalihkan tatapannya pada para sang pembuat kegaduhan yang berjumlah sekitar 10 orang.


Karena sangking penasarannya...semua orang yang ada di dalam keluar untuk melihat apa yang terjadi.


''Biasa ada perusuh.''sahut Henry.


''Siapa kalian?''tanya Arya dengan aura dinginnya bahkan siapapun yang melihat tatapan tajam dari matanya akan di buat bergidik ngeri.


''Cepat jawab!''bentak ketua rombongan pengawal Arya pada salah seorang yang di bekuknya.


''Ka...kami...hanya orang suruhan tuan.''jawabnya sambil meringis karena tangannya telah di tekuk kebelakang dan sedikit di tekan oleh anak buah Arya.

__ADS_1


''Siapa yang menyuruh kalian?''kali ini Shanum yang angkat bicara dengan aura yang tak kalah dari sang suami.


Shanum memanglah wanita yang ramah,baik juga lembut tapi jika dia sudah merasa terusik atau ada yang bertindak semena-mena di hadapannya maka dia tak kalah dari sang suami...dan itu adalah didikan seorang Arya Narendra sang pengusaha.


''Ka...kami di su...suruh oleh tu...tuan besar Prakoso.''jawabnya.


Plak


Satu tamparan di layangkan Shanum pada orang tersebut untuk meluapkan segala emosi yang ada di dirinya.


Jiwa keibuannya terasa teriris melihat orangtua yang dengan teganya ingin menggagalkan pernikahan sang putra hanya demi harta dan bukannya memberikan restu untuk kebahagiaan anaknya.


''Mom.''lirih Alvan sambil memegang pundak sang mommy.


''Mommy tidak apa-apa bang.''kata Shanum.''Maaf mommy jadi sedikit lost control bang.''ucap Shanum lagi.


''Bawa mereka semua ke markas...beri sedikit pelajaran agar mereka jera dan berhenti berbuat jahat.''perintah Arya.


Panji yang mendengar nama papanya di sebut menjadi sangat sedih sekaligus bertambah kecewa...hingga tanpa sadar dia meneteskan air mata di tambah lagi dengan tangan yang terkepal kuat guna meredam emosi yang ada dalam dirinya.


Aleta yang mengetahui hal itu langsung memegang salah satu tangan Panji...di raihnya tangan itu dan dia memberi usapan lembut pada lengan sang suami dengan tangannya yang lain.

__ADS_1


''Sayang...''panggil Aleta dengan lirih.


''Aku tidak apa-apa sayang.''jawab Panji sambil menoleh ke arah sang istri,tak lupa di berinya seulas senyum yang walaupun di paksakan guna mengatakan pada sang istri bahwa dia baik-baik saja.


__ADS_2