
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Hari ini adalah hari dimana Panji dan Aleta akan mengikat janji suci mereka.
Hati di mana dia insan yang berbeda akan di satukan dengan nama yang Maha Kuasa.
Hari di mana sepasang anak manusia akan memulai perjalanan hidup dengan saling melengkapi.
Acara ijab qobul masih akan di laksanakan pada jam sepuluh nanti,tapi sejak pagi hari di kediaman Aleta sudah sangat ramai dengan para tetangga,tak lupa pula pelayang dari mension Arya Narendra yang memang di minta Alvan untuk membantu di sana.
Sedangkan di kontrakan Panji saat ini juga sudah ada Alvan Arsha Narendra beserta ketiga sahabatnya.
Dan sejak semalam memang keluarga Narendra sudah berbagi tugas mengingat Panji hanya sendiri,begitu pula dengan Aleta.
*****
''Kamu sudah menghubungi orangtua kamu nak?''tanya Lila namun Panji hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah sendunya.
Saat ini Lila dan Henry juga berada di kediaman Panji yang berperan menggantikan tugas orangtua Panji,karena mereka sangat kasihan dengan kisah cinta dua anak manusia itu.
''Entah mereka datang...merestui atau tidak,kamu tetap harus memberi tahu mereka dan meminta do'a restu,terutama pada ibumu.''sahut Henry.
__ADS_1
''Benar nak,coba sekarang kamu hubungi mereka.''timpal Lila.
Panji pun menghubungi telpon rumah yang di huni oleh kedua orangtuanya.
Tut
Tut
Tut
📱''Halo.''
📱''Halo...ma...mama.''
📱''Iya ma ini Panji.''sahut panji.''Bagaimana kabar mama?''tanyanya.
📱''Panji...mama kangen nak.''kata mama Panji tanpa menjawab pertanyaan dari sang putra.
📱''Panji juga ma.''kata Panji.''Emmm ma...''
📱''Ada apa nak?''tanya mama Panji yang mendengar suara putranya sedikit ragu untuk membicarakan sesuatu.
📱''Huft...hari ini Panji akan menikah dengan Aleta ma.''kata Panji.''Panji minta do'a restu dari mama dan papa.''katanya lagi.
__ADS_1
📱''Mama merestui kalian nak.''kata mama Panji.''Tapi maafin mama ya nak...mama tidak bisa datang ke sana...hiks...mama tidak ada di saat kami butuh mama...hiks...hiks...''ucap mama Panji di sertai dengan tangisan pilunya.
Bukan tanpa sebab mama Panji tidak datang ke sana...bukannya karena dia takut pada sang suami namun dia hanya tidak ingin kalau sampai suaminya itu mengacaukan pernikahan putranya.
Ibu mana pun akan sedih dan hancur bila tidak bisa hadir di pernikahan anaknya...melihat putranya mengucap ijab qobul dengan suara tenang namun lantang.
📱''Tidak apa-apa ma...Panji ngerti kok.''ucap Panji.''Panji tutup ya ma...''katanya lagi.
📱''Iya sayang.''jawab mama Panji.''Mama sayang Panji.''ucapnya.''Sampaikan salam mama untuk menantu mama.''katanya lagi.
📱''Pasti ma.''jawab Panji.''Panji juga sayang mama.''ucap Panji.
Tut
Setelah menelpon sang mama Panji terlihat sangat sedih dan beberapa kali menghela nafasnya dalam guna menetralisir gejolak yang ada di hatinya yang begitu sangat menyesakkan.
''Menangislah nak bila itu bisa mengurangi semua beban di hati dan membuat perasaanmu menjadi lebih lega.''kata Henry sambil menepuk pundak Panji.
''Maaf om...bolehkah Panji memeluk om sebentar?''tanya Panji.
''Tentu saja.''jawab Henry dengan merentangkan kedua tangannya.
Henry memahami apa yang di rasakan oleh Panji saat ini dan dia pun tau bahwa pemuda yang saat ini sudah berada di dalam pelukannya itu sedang membutuhkan banyak dukungan batin.
__ADS_1