
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Tuan muda.''sapa seorang pemuda begitu Arya keluar dari ruangan manager mall menuju ke tempat dimana istri dan adiknya berada.
''Lo Sam.''kata Arya yang sedikit terkejut melihat asistennya itu.
Ya dia adalah Samudra Regantara anak dari salah satu pengusaha otomotif.
Kenapa dia memilih menjadi asisten Arya karena alasannya ingin mencari pengalaman kerja sekaligus bisa belajar dari sang pengusaha muda itu.
Dia di angkat Arya menjadi asisten setelah jati diri Arya yang memiliki perusahaan sendiri lebih tepatnya setelah Henry menikah...karena Arya kasihan juga karena Henry terlalu sibuk dan kerepotan.
''Kamu ada di sini juga?''tanya Arya kemudian.
''Iya tuan muda...tadi ketemu sama temen.''jawab samudra.''Tuan muda sendiri?''tanyanya.
''Oh saya lagi nemenin istri sama adik saya dan kerena sudah berada di sini jadi sekalian saja saya crosscek.''jawab Arya.
''Wah tuan muda ini selain pengusaha yang hebat ternyata juga suami yang hebat pula.''puji Samudra.
''Kamu ini bisa saja Sam.''ucap Arya.''Kamu mau kemana lagi ni?''tanya Arya.
''Gak tau tuan muda...mungkin cuma jalan-jalan bentar lalu pulang.''jawab Samudra.
''Ya udah dari pada kamu jalan sendirian mendingan sekarang kamu ikut saya saja.''ujar Arya.
''Tapi tuan muda...''kata Samudra.
''Gak ada tapi-tapian juga gak ada penolakan.''tegas Arya.
''Baiklah tuan muda.''jawabnya.
Mereka berdua pun melenggang menuju ketempat spa untuk menemui Shanum juga Aurora.
*****
''Sayang.''panggil Arya begitu memasuki tempat itu dan ternyata berbarengan dengan sang istri yang keluar dari ruang perawatan.
''By.''jawab Shanum.''Sudah selesai urusannya?''tanyanya.
''Sudah,kamu sendiri sudah selesai yank?''kata Arya yang saat ini sudah berada di depan sang istri sambil tangannya terulur untuk merapikan rambut istrinya ke kebelakang telinga.
''Sudah,adek juga udah.''jawab Shanum dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
''Eh itu siapa by?''tanya wanita yang telah mengandung itu.
''Oh iya lupa,sayang kenalin ini Samudra dan Samudra kenalin ini Shanum istri saya.''kata Arya memperkenalkan.
''Nyonya muda.''sapa Samudra dan di sambut senyuman oleh Shanum.
''Adek mana yank?''tanya Arya.
''Tadi ke toilet.''jawab Shanum.''Eh itu dia.''katanya lagi sambil menunjuk ke arah gadis belia.
''Sam,kenalin ini adik aku satu-satunya...nanya Aurora.''kata Arya memperkenalkan.
''Aurora.''katanya sambil mengulurkan tangannya.
''Samudra.''jawabnya sambil menyambut uluran tangan itu.
''Mau kemana lagi ini?''tanya Arya.
''Ke kedai ice cream ya by.''jawab Shanum.
__ADS_1
''Baiklah.''jawab Arya.''Ayo Sam kamu juga harus ikut.''kata Arya pada Samudra.
''Baik tuan muda.''jawabnya.
*****
''Mau rasa apa yank?''tanya Arya begitu mereka sampai di kedai ice cream dan telah duduk di salah satu bangku yang ada di sana.
''Mau rasa macha,vanilla sama strawberry.''jawab Shanum antusias.
''Adek?''tanya Arya.
''Mau rasa coklat sama vanilla.''jawab Aurora.
''Ya sudah saya pesan dulu.''katanya.''O iya kamu mau rasa apa Sam?''tanya Arya.
''Biar saya saja yang pesan tuan muda.''kata Samudra menawarkan diri.''Tuan muda mau rasa apa?''tanyanya.
''Oh baiklah,saya mau rasa blueberry.''jawab Arya.''Terimakasih ya Sam.''ucapnya.
Sambil menunggu pesanan tiba mereka pun saling berbincang.
''Ehm kamu kerja dimana Sam?''tanya Shanum.
''Dia asisten aku sayang...''bukan Samudra yang menjawab melainkan Arya.
''Terus kak Henry?''tanya Shanum lagi.
''Dia juga masih asisten aku sayang.''jawab Arya.''Kamu sendiri kan yang bilang waktu itu kalau Lila sering protes ke kamu karena kesibukan suaminya....''kata Arya.
''Iya.''jawab Shanum.
''Nah dari sejak itu aku merekrut asisten baru.''ujarnya.
''Kalau pacar?''tanya Shanum lagi.
''Gak punya juga bu'.''jawab Samudra.
Obrolan pun berlanjut sampai pesanan mereka tersaji di sana.
''Pelan-pelan sayang makannya.''peringat Arya yang melihat Shanum makan ice cream dengan lahapnya.''Gak ada yang bakal minta kok.''katanya lagi yang hanya di tanggapi senyuman oleh Shanum.
''Sepertinya anak-anak daddy suka ya sama ice creamnya.''kata Arya sambil mengelap ujung bibir Shanum dengan ujung jarinya karena ada ice cream di sana.
''Anak-anak...''kata Samudra spontan.
''Iya yang ada di dalam kandungan kak Shanum baby twins.''jawab Aurora yang berada tepat di sebelahnya.
''Beneran.''tanya Samudra memastikan.
''He'um.''jawab Aurora lagi sambil menganggukkan kepalanya.
*****
Saat keluar dari mall pandangan Shanum tertuju pada keramaian yang ada di area parkir.
Terlihat sekali ada beberapa orang pria yang beranjak remaja sedang mengejar seorang anak kecil.
''By,lihat itu.''kata Shanum sambil menghentikan langkahnya dan menunjuk ke suatu arah.
''Ada apa sayang?''tanya Arya.
''Lihat itu by...''tunjuknya lagi kearah bocah yang sedang berlari ke arah mereka.
''To...long.''kata bocah itu waktu di depan mereka.
__ADS_1
Bruk
''Akh... astagfirullah.''seru Shanum kaget melihat sang bocah yang tergeletak di depannya.''By.''seru Shanum saat dia sudah melangkah mendekati anak itu dan Arya serta yang lainnya pun ikut mendekat.
''By,cepat by bawa dia kerumah sakit.''pekik Shanum setelah melihat keadaan bocah itu.
''Kalian cepat kejar mereka.''perintah Arya pada para bodyguardnya dan anak-anak yang tadinya berhenti melangkah saat melihat bocah itu pingsan,sekarang sudah mulai berbalik arah akan lari.
''Biar saya saja tuan muda.''cegah Samudra.
''Bawa beberapa bodyguard Sam.''titah Arya.
''Baik tuan muda.''jawab Samudra lalu pergi menjauh.
''Ayo by.''pekik Shanum.
Kemudian Arya meraih anak itu dan mengbopongnya kedalam mobil.
''Kerumah sakit pak.''perintah Arya pada sang supir.
''Baik tuan muda.''jawab pak Jono sang supir.
*****
''Ya ampun by kasihan banget anak ini.''kata Shanum yang melihat wajah bocah laki-laki yang tergeletak di pangkuannya.
Saat ini Shanum dan Aurora beserta bocah itu berada di kursi belakang sedangkan Arya berada di depan di sebelah supir.
''Sam,cari tau kenapa mereka memukuli anak ini.''titah Arya yang menghubungi Samudra.''Dan bawa ke kantor polisi terdekat.''sambungnya.
''Baik tuan muda.''jawab Samudra.
*****
''Gimana dok?''tanya Shanum pada dokter Harun yang sudah selesai memeriksa.
Ya sang kepala rumah sakit itu turun tangan sendiri apalagi kalau bukan atas titah sang tuan muda,bukan hanya memeriksa tapi Arya memintanya untuk melakukan visum pada anak itu untuk barang bukti.
''Gak ada luka yang serius...hanya memar saja dan sudah bisa langsung di bawa pulang.''kata dokter Harun.
''Bonyok gini aja ganteng apalagi kalau sedang gak terluka ya kak...''ujar Aurora.
''Iya dek kamu bener.''jawab Shanum
''Argh...''lenguh anak itu ketika baru sadar dari pingsannya.
''Kamu sudah sadar nak?''tanya Shanum yang melihat anak itu mulai mengerjabkan matanya.
''Aku di mana?''tanyanya bingung.
''Kamu sekarang berada di rumah sakit.''jawab Shanum.''Nama kamu siapa nak?''tanya Shanum.
''Alvan nyonya.''jawabnya.
''Panggil tante Shanum,ini tante Aurora dan itu om Arya.''terang Shanum.
''Nenek.''gumamnya.''Maaf tante apa aku biasa pulang sekarang?''kata Alvan.
''Iya kamu sudah bisa pulang karena gak ada yang serius dengan lukamu.''jawab Shanum.''Biar kami antar ya?''tawarnya.
''Terimakasih banyak tante,om.''ucap anak itu.
*****
Maaf bab ini aku revisi dan bab berikutnya juga akan aku revisi karena katanya jalan cerita di bab selanjutnya ada kemiripan dengan salah satu novel...jadi biar jalan ceritanya nyambung makanya bab ini juga aku revisi...🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1