Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
138.Bab 138


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Memangnya tadi kenapa mom...kok kamu jawabnya bawa-bawa aku segala?''tanya Arya penasaran...sebenarnya bukan Arya saja yang penasaran tapi Aurora juga.


''Itu tadi papanya Samudra marah-marah pad di depan IGD minta dokter kepala langsung yang menangani istrinya...dia gak mau istrinya di periksa oleh dokter lain...alhasil ya jadi kehebohan di sana.''jawab Shanum.''Kayak kamu...kamukan juga gitu...''lanjunya.


''Tapi akukan di kayak gitu di rumah sakit aku sendiri...dan tentunya karena aku terlalu sayang dan cinta sama kamu.''belanya.


''Iya...iya...terserah kamu ajalah dad.''pasrah Shanum.


''Ada lagi Sam?''tanya Arya.


''Ehm...iya bang...aku juga mau meminta maaf sekali lagi karena tadi sudah mengaku-ngaku dan menyeret Aurora dalam masalah aku bang...mengaku-ngaku lalu Aurora pacar aku.''kata Samudra lagi.


''Iya kami bisa mengerti dengan situasi kamu Sam.''jawab Arya.''Dan bukan hanya pada kami...lebih tepatnya kamu harus meminta maaf pada Aurora karena dia yang bersangkutan langsung.''kata Arya.


''Iya tadi aku juga sudah minta maaf sama Aurora bang.''jawabnya.''Dan aku juga mau meminta ijin sama abang dan kak Shanum kalau aku ingin menjalin hubungan yang sebenarnya dengan Aurora bukan hubungan bohongan yang seperti tadi...''katanya meminta ijin sehingga membuat Shanum dan Arya saling pandang.


''Aku tidak mau kalau kalian mau menjalin hubungan ini karena sebuah keterpaksaan lebih tepatnya terpaksa karena keadaan.''kata Arya.''Aku tidak ingin sampai adikku terluka nantinya...''lanjutnya padahal dalam hatinya sudah bersorak senang karena yang di harapkan ya akan terwujud dengan sendirinya.


''Jujur sebenarnya sejak pertama kali bertemu dengan Aurora di mall waktu itu...sudah ada rasa ketertarikan hatiku pada dia bang...''kata Samudra.''Namun aku masih takut dan ragu untuk mengungkapkannya...aku masih ingin memantaskan diriku bukan di pandang karena aku adalah putra dari Bima Regantara tapi sebagai aku Samudra Regantara untuk dapat bersanding dengan seorang putri dari keluarga Narendra yang notabene abangnya menjadi atasanku sendiri.''katanya lagi.''Mungkin ini sudah jalannya dan rencana dari Yang Maha Kuasa mempermudah agar aku bisa mengungkapkan isi hatiku ini bang dengan skenario yang terjadi tadi.''lanjutnya.


''Kalau memang begitu abang terserah pada kalian yang akan menjalani hubungan ini...''jawab Arya.''Ya mungkin memang kami akan lebih tenang bila Aurora sama kamu di bandingkan dengan pria lain karena kami sudah sangat mengenal dirimu dan Abang juga percaya kamu adalah pria yang bertanggung jawab.''lanjut Arya.


''Jadi...?''tanya Samudra.


''Kalau Aurora iya...Abang bisa apa...kami ijinin kalian untuk merajut sebuah hubungan dengan syarat Aurora tidak melupakan kewajibannya untuk menyelesaikan studinya.''kata Arya.

__ADS_1


''Terimakasih bang...''ucap Samudra dengan helaan nafas lega.


''Jadi kalian dari mana saja?''tanya Shanum memecah kecanggungan yang terjadi tadi.


''Tadi mampir makan dulu kak.''sahut Aurora.


''Sam...apa kamu gak berniat untuk mengambil alih perusahaan papa kamu?''tanya Arya.


''Belum bang.''jawab Samudra.


''Sebenarnya aku merasa tidak enak dengan papa kamu...beberapa kali papa kamu menemuiku di kantor agar aku bisa membujukmu keluar dari perusahaan milikku.''kata Arya lagi memberitahu semuanya.


''Aku akan mengambil alih kendali perusahaan mungkin beberapa tahun lagi atau nanti kalau aku sudah menikah bang...''ujarnaya.


''Kenapa?''tanya Arya yang tidak mengerti jalan pemikiran pemuda di depannya itu.


''Tapi menurut abang kamu cukup mampu Sam...dengan kepintaran dan kepiawaian kamu selama ini.''sahut Arya.''Kasihan papa kamu...mungkin dia sudah ingin istirahat rumah seperti yang lainnya...seperti papi karena usia mereka kan memang seumuran.''papar Arya.


''Iya nanti aku pikirkan bang.''jawab Samudra.


''Walaupun usaha kita dalam bidang yang berbeda tapi kalau ada sesuatu yang nantinya kamu tidak mengerti kamu bisa tanya ke aku kalau ada masalah pun kamu juga bisa bilang ke aku atau Henry.''kata Arya.


''Iya bang.''jawab Samudra.


''Tapi nanti kalau kamu mau resign jangan dadakan ya...''pinta Arya.''Paling tidak setengah tahun sebelumnya jadi kamu bisa mencari dan mengajari calon penggantimu.''lanjutnya.


''Iya bang pasti.''jawab Samudra.


''Sebernya NRD sudah aku tawarkan pada Aurora agar dia mau belajar mengelolanya...tapi dia tidak mau...dia lebih memilih untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang designer...ya abang bisa apa kalau itu sudah kemauannya.''keluh Arya.

__ADS_1


''La NRD kan memang milik abang...saham aku kan cuma beberapa persen aja...dari bagian saham warisan kalau abangkan memang pemegang saham mayoritas yang beli sahamnya bukan hanya dari warisan keluarga...''ujar Aurora.


''Ya gak apa-apa dong dek...kamukan adik aku.''kata Aurora.


''Ogah...bikin pusing kalau harus ngelola perusaahan.''sahutnya.''


''Ck,terserah kamu ajalah.''celetuk Arya.


''Maaf bang boleh bertanya sedikit gak?''tanya Samudra.''Sebenarnya sudah lama aku ingin tanya ini ke abang.''lanjutnya.


''Mau tanya apa?''tanya Arya.


''Sebenarnya gimana sih bang rasanya megang kendali dua perusahaan besar yang mempunyai cabang dimana-mana serta bidang yang berbeda pula...?''tanya Samudra.


''Satu kata...pusing.''jawab Arya.''Tapi untungnya aku dibantu oleh orang-orang yang berkompeten seperti Henry dan juga kamu contohnya...dan di tambah lagi dengan istriku tercinta ini yang sudah mau mengambil alih rumah sakit dan mengelolanya...yang artinya satu bebanku terangkat.''jawab Arya sambil menatap penuh cinta ke istrinya.''Dan dia selalu ada di saat situasi apapun disaat setiap aku membutuhkannya...memberikan semangat,support,dorongan juga pendapat...tempatku berkeluh kesah...tempatku menumpahkan segalanya...satu-satunya orang yang selalu bisa menenangkan dan meredam emosiku....tempat hatiku berlabuh.''lanjutnya.''Terimakasih sayang...''ucapnya.


''Sama-sama by...memang itulah tugas dan gunanya istri.''balas Shanum.


''Oh so sweet banget sih...jadi baperkan.''seloroh Aurora.''Eh tapi sejak kapan abang aku ini pandai merangkai kata-kata yang manis banget...''celetuk Aurora.


''Ngledek ni...''kata Arya.''Nanti kalian akan rasakan sendiri kalau kalian sudah membina rumah tangga.''sahut Arya lagi.


''Bang,abangkan sudah ngasih ijin...kalau papi gimana?''tanya Aurora.


''Papi pasti juga setuju sama hubungan kalian...karena papikan sebenarnya temenan sama papanya Samudra...jadi gak usah khawatir.''jawab Arya.


''O iya abang berpesan pada kalian berdua...kalian tidak boleh berpacaran yang terlalu kelewat batas sebelum kalian sah dan tanamkan kejujuran dalam hubungan kalian...karena itu adalah kunci utamanya.''pesan Arya.


''Baik bang...akan kami ingat.''jawab Samudra yang di anngguki oleh Aurora.

__ADS_1


__ADS_2