Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
113.Bab 113


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Aku titip anak-anak ya bun,dek.''ucap Shanum saat dirinya akan berangkat menuju ke perusahaan suaminya.


''Iya kak.''jawab Aurora.


''Kamu hati-hati ya kak.''kata bunda.


''Iya bun.''jawab Shanum.''Aku pergi dulu bun,Assalamualaikum.''pamitnya yang tak lupa mengucapkan salam.


''Wa'alaikumsalam.''jawab bunda Sinta dan Aurora.


*****


Sedangkan di tempat lain ada seorang laki-laki yang kini sudah menjadi seorang hot daddy sedang sedang duduk di kursi kebesarannya yang berkutat dengan tumpukan kertas dan juga laptopnya...


''Ini kerjaan kok gak ada habisnya.''gerutunya.


''Ngomong sama siapa kamu Ar?''tanya Henry yang baru saja masuk keruangan Arya.


''Astaghfirullah.''kaget Arya yang sampai sedikit berjingkat dari duduknya.''Kamu ya ngagetin aja....untung aku gak punya riwayat penyakit jantung.''sungut Arya.''Kalau masuk ruangan orang itu ketok pintu dulu kek atau permisi...la ini main nyelonong aja.''katanya lagi.


''Iya...iya maaf.''ucap Henry sambil mendekat kearah Arya.


''Hen,ni kerjaan perasaan gak kelar-kelar...numpuk terus.''keluh Arya pada Henry yang sudah duduk di kursi seberangnya.


''Tumben kamu ngeluh Ar?''tanya Henry heran.''Baru kali ini seorang pengusaha muda Arya Narendra ngeluh sama pekerjaannya.''ejeknya.


''Ya kan aku juga mau punya banyak waktu buat anak-anak Hen.''jawabnya sambil menyenderkan tubuhnya.


''Ya mau gimana lagi...kedua perusahaan kamu kan berkembang sangat pesat dengan bidang yang bermacam-macam dan aku rasa nanti anak-anak kamu nantinya juga pasti ngerti dan paham kalau daddynya kerja kayak gini ya buat mereka nantinya.''tutur Henry bijak.''O iya Ar,kan si Aurora sudah mau lulus SMA dan sebentar lagi masuk universitas...nanti kalau sudah lulus kamu kasih aja dia perusahaan buat di kelola jadi berkurang tu beban kamu.''kata Henry.


''Gak bisa Hen,aku sudah pernah ngomong sama dia biar nanti kalau dia sudah lulus kuliah pegang perusahaan NRD,tapi dia gak mau an aku juga sudah nawarin kalau dia gak mau biar suaminya kelak yang pegang tapi dia malah ngomong yang jadi suaminya harus usaha sendiri jangan mendompleng hidup dari keluarga istrinya...gitu,lagian aku juga gak mau terlalu ngebebanin dia.''jawab Arya.''Dia mau jadi desainer...mau bikin butik sendiri katanya gak mau perusahaan.''lanjutnya.

__ADS_1


''Kalau menurut aku si Aurora itu mirip atau mengikuti jejak kamu.''kata Henry.


''Maksudnya?''tanya Arya.


''Ya sama seperti kamu yang punya usaha sendiri selain perusahaan keluarga NRD grup yang notabene ini adalah hak kamu sebagai anak laki-laki pertama dan dan satu-satunya.''jelas Henry.


''Aku juga sudah pernah ngomongin perusahaan sama papi...kata papi kemungkinan nantinya NRD akan di pegang abang kalau sudah besar walaupun tetap kepemilikan saham ada twins juga anak Aurora kelak.''kata Arya.


''Kok ke abang gak ke Axel yang notabene adalah anak kandung kamu...yang berarti pewaris utama selanjutnya?''tanya Henry bingung.


''Bagaimanapun abang Al itu sudah kami anggap seperti anak kandung sendiri Hen,kami gak ingin membeda-bedakan walaupun NRD grup masih kalah besar di banding AN grup tapi paling tidak dia juga punya perusahaan.''kata Arya.''Dan aku gak mau kalau Axel seperti aku yang terlalu banyak pekerjaan karena megang dua perusahaan besar...aku gak mau dia terlalu terbebani.''lanjutnya.''Axel akan pegang AN grup sedangkan Alexa dia akan memegang AN hospital yang akan aku pecah kepemilikan menjadi milik Shanum.''sambungnya.


''Aku bener-bener salut sama kamu Ar.''puji Henry.''O iya ngomong-ngomong bentar lagi sudah waktunya makan siang ni...kamu mau makan siang dimana atau mau di pesenin apa?''tanya Henry saat dia melihat jam di pergelangan tangannya.


''Gak usah Hen...Shanum mau kesini bawain makan siang dan kamu tunggu aja disini,kita makan siang bareng.''jawab Arya.


''Beneran?sama twins?''cecar Henry.


''Ya enggaklah,mereka di rumah gak ikut masak iya masih segitu di bawa kemana-mana...kasihan tau.''jawab Arya.


''Di rumah lagi rame ada papi sama Aurora yang nginep dari semalem terus katanya papi sudah janjian sama ayah dan bunda buat kumpul dan makan siang bareng dirumah gitu.''kata Arya.''Ya twins di titipin sama mereka...kangen juga di anterin makan siang ke kantor jadi ya...kamu taulah.''kata Arya lagi yang di akhir kalimatnya sambil menaikkan bahunya.


''Ini mah aji mumpung namanya.''ledek Henry.


''Sialan...''sahut Arya kemudian mereka berdua tertawa bersama.


*****


Tok...tok...tok...


''Masuk.''seru Arya yang telah mengakhiri tawanya karena ada yang mengetuk pintu ruangannya.


''Assalamualaikum.''salam Shanum.


''Wa'alaikumsalam.''jawab Arya dan Henry bersamaan.

__ADS_1


''Nah ini dia yang di omongin dan di tunggu-tunggu sudah datang.''kata Henry yang membuat Shanum mengernyitkan dahinya.


''Maksudnya kalian lagi ngomongin aku...ghibahin aku gitu.''kata Shanum serius sambil menatap Arya dan Henry bergantian.


''Enggak kok yank...kita gak lagi ghibahin kamu...suer.''kata Arya sambil mengacungkan jari telunjuk serta jari tengah tangan kanannya membentuk huruf v.


''Terus?''tanya Shanum masih dengan aura yang mengintimidasi.


''Itu Sha,tadinya aku mau ngajak suamimu makan siang tapi katanya kamu mau kesini bawa makanan jadi kita nungguin kamu dateng.''jelas Henry.''Cacing di perutku sudah berasa demo...laper soalnya.''ujar Henry.


''O kirain apa.''jawab Shanum yang sudah seperti sediakala.''Sebentar ya aku panggilin ob dulu buat bawain piring sama sendok kesini.''kata Shanum.


''Gak udah keluar yank,biar aku hubungi saja.''cegah Arya saat sang istri mau melangkah keluar.''Apa aja yang di butuhin yank?''tanya Arya begitu dia mengangkat gagang telepon interkomnya.


''Minta tolong bawain gelas,piring,garpu masing-masing tiga terus sendok makanannya enam sama piring kecil plus sendok kue tiga juga sama pisau satu.''terang Shanum.


Tok...tok...tok...


''Masuk.''titah Arya.''Letakkan semuanya di meja dan kamu bisa istirahat makan siang.''titahnya lagi.


''Baik tuan...nyonya,permisi.''katanya sopan banget.


*****


Begitu semuanya sudah tertata rapi di meja Shanum pun mengajak suami serta kakaknya itu untuk segera makan.


''Memang masakan kamu itu selalu juara Sha.''puji Henry.


''Kak Henry bisa aja.''sahut Shanum.''Nanti kalau ketahuan Lila bisa ngambek dia.''kata Shanum.


''Gak mungkin Sha,dia aja selalu memuji-muji masakan kamu kok.''jawab Henry dengan nasi yang masih ada di mulutnya.


''Masa sih kak?''tanya Shanum memastikan.


''Iya beneran.''kata Henry meyakinkan.

__ADS_1


__ADS_2