Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
150.Bab 150


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Beberapa bulan berlalu hari ini tiba saatnya Aurora melakukan wisuda di kampusnya, selesai sudah dia menempuh pendidikan S2 nya.


Sejak pagi buta setelah sholat subuh semua tampak sibuk mempersiapkan diri juga segalanya guna menghadiri putri bungsu keluarga Narendra itu.


Tak hanya di kediaman Arya yang heboh...kediaman Regantara pun sama, mereka juga akan menghadiri kelulusan calon menantu mereka....kekasih dari putra semata wayangnya.Dan tak lupa pula ayah Bayu dan bunda Sinta yang juga bersiap untuk menghadiri acara wisuda tersebut, bagaimanapun mereka sudah menganggap Aurora seperti putri mereka sendiri sama halnya dengan Shanum.


''Sudah siap belum dek?''seru Arya yang membuat suaranya menggelar di seluruh mension.


''Apaan sih by...teriak-teriak gitu.''keluh Shanum yang baru saja berdiri di belakang Arya setelah mendadani si princess Alexa.


Tadi setelah makan siang mereka kembali ke kamar masing-masing untuk merapikan kembali penampilan mereka agar terlihat perfek.


''Iya sudah bang.''sahut Aurora yang baru keluar kamarnya.


''Ayo berangkat.''ajaknya.


Memang sih saat ini waktu baru menunjukkan pukul 7.30 pagi sedangkan acara di adakan pada pukul 9.00...tapi Arya dan keluarga tak mau ambil resiko...lebih baik mereka menunggu disana sampai acaranya dimulai dari pada mereka telat datang ke sana karena alasan kena macet.


Keluarga Arya berangkat menggunakan 1 mobil yang berjenis Alphard tapi jangan lupakan pengawal dari keluarga Narendra itu yang bertebaran dimana-mana.


*****


Arya dan keluarga langsung masuk ke aula acara begitu sampai di kampus Aurora mereka duduk di tempat yang sudah di siapkan.


Tak lama setelah Arya sekeluarga tiba...keluarga Regantara juga kedua orangtua Shanum pun datang.


Acara berjalan dengan lancar bahkan Aurora mendapatkan nilai terbaik di fakultas S2nya dan jangan lupakan babang Arya yang juga diminta untuk menyampaikan sepatah dua patah katanya sebagai pemilik kampus.


Setelah acara inti selesai acara dilanjutkan dengan foto-foto bersama dengan berbagai background yang sudah disiapkan di sana oleh para juru foto yang sedang ikut mengais rezeki di sana.


''Ra...''panggil Samudra saat Aurora sedang berphoto dengan beberapa temannya.

__ADS_1


''Ada apa kak?''tanyanya.


''Ikut aku sebentar yuk.''ajaknya.


''Mau kemana kak?''tanya Aurora lagi.


''Sudah ikut aja.''pungkasnya.


''Tapi kak nanti kalau yang lainnya nyariin gimana?''tanya Aurora lagi.


''Gak akan.''jawabnya singkat.


Samudra membawa Aurora pergi ke halaman belakang yang ada di kampus kebetulan di belakang kampus dibuat sebuah taman untuk para mahasiswa bersantai sekedar melepas penat dan juga untuk berkumpul-kumpul.


''Kok kita kesini kak?''tanya Aurora bingung kenapa kekasihnya itu mengajaknya ke sana.


''Kamu tunggu di sini sebentar ya...''pinta Samudra lalu meninggalkan aura sendiri di sana.


''Tapi kak...''seru Aurora namun di abaikan oleh Samudra.


Tak lama setelah Samudra pergi terdengarlah sebuah letusan balon dari ujung taman yang mau tak mau membuat Aurora langsung melihat ke arah sana.


Aurora yang melihat itu sedikit merasa kaget dan tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang...sontak saja hal itu membuatnya tersentak dan berbalik.


Belum sempat hilang kekagetannya,saat berbalik dia mendapatkan seorang pemuda yang sedang berjongkok di depannya sambil membawa satu buket mawar merah dan satu kotak coklat import.


''Will You Merry Me Aurora Putri Narendra...''ucap Samudra yang membuat Aurora spontan membekap mulutnya serasa tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini... terkejut tentu saja aura sangat terkejut.


''Will You Merry Me...''tanya Samudra kembali karena Aurora belum juga membuka suaranya untuk memberi jawaban.


''Yes I Will...''jawab Aurora dengan air mata yang sudah ada di pipinya begitu pula dengan Samudra setelah mendengar jawaban sang kekasih,tak lupa pula dia menyerahkan bunga yang ada di tangannya.


Dengan masih berjongkok Samudra mengeluarkan satu kotak yang berisi cincin lalu dia mengambil salah satunya dan menyematkan di jari manis tangan kiri Aurora,Aurora pun mengambil cincin yang satunya dan menyelamatkannya dijari Samudra.


Samudra langsung berdiri dari jongkoknya dan langsung memeluk Aurora.

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga yang menyaksikan hal itu juga merasa sangat bahagia seperti halnya pasangan kekasih itu dan tak lupa pula para anggota mengucapkan rasa syukura mereka.


''Sudah dong pelukannya...''celetuk Lila.


Lila dan lainnya ternyata menyusul kesana setelah di beri tahu Samudra dengan segala rencananya...tentu saja mereka langsung bertolak karena ingin menyaksikan momen membahagiakan gadis yang selama ini sudah mereka anggap sebagai adik mereka sendiri.


''Loh kakak disini?''tanya Aurora.


''Tentu saja.''jawab Lila.


''Sudah siang...jadi sebaiknya kita kembali karena kasihan anak-anak yang sudah merasa lapar.''kata Arya.


Di mension pak Nuh sudah menyiapkan berbagai jenis sajian untuk menyambut para anggota keluarga Narendra.


Mereka semua langsung bergegas pulang tapi tak lupa Samudra mengucapkan rasa terimakasihnya pada para pengawal keamanan Arya yang sudah mau membantu acara kejutan lamarannya.


*****


Tak henti-hentinya bibir Aurora mengulas senyum manisnya...yang menandakan bahwa dia sangat...sangat bahagia.


''Kak...kok kamu gak bilang-bilang kalau mau nglakuin ini?''tanya Aurora.


''Ya kalau bilang-bilang bukan kejutan dong sayang namanya...''sahut Samudra.''Tapi kamu sukakan sama kejutan aku?''tanya Samudra.


''Suka...suka banget malahan kak.''jawab Aurora.''Terimakasih ya kak...''ucap Aurora kemudian.


''Untuk?''tanya Samudra.


''Untuk semuanya...untuk semua yang sudah kakak lakuin dan juga berikan ke aku...atas semua waktu yang kakak berikan buat aku serta .aku menungguku.''kata Aurora panjang lebar.


''Iya sama-sama sayang...aku juga terimakasih banyak sama kamu untuk segalanya.''balas Samudra.''Kamu sangat berarti buatku Ra...jadi aku mohon jangan pernah ninggalin dan pergi dari hidup aku...''kata Samudra lagi.


''Enggak kak...aku akan selalu di sisimu...dalam keadaan apapun...aku akan pergi bila kamu sendiri yang memintanya kak.''jawab Aurora.''Kakak juga sangat berarti dalam hidup aku sama halnya dengan keluarga aku.''lanjutnya.''Kakak tau kan aku itu pengen banget punya rumah tangga yang seperti rumah tangga abang dan kakak...''kata Aurora lagi.


''Iya sayang kita akan jadikan rumah tangga mereka sebagai tauladan kita membina rumah tangga kelak.''jawab Samudra.

__ADS_1


''Aku ingin sekali bisa menjadi seorang istri yang seperti kakak ipar...tapi apa mungkin aku bisa ya kak...''kata Aurora.


''Apapun dan seperti apapun kamu...aku akan menerimanya sayang...''ucap Samudra.


__ADS_2