
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Ada tamu? sepagi ini...siapa ya dad?''tanya Shanum saat mereka sedang sarapan bersama Dandi beritahu oleh salah satu artnya.
''Daddy juga gak tau.'' jawab Arya dengan mengangkat kedua bahunya.''Daddy kedepan dulu...'' katanya.
''Mommy ikut.'' sahut Shanum.''Dan kalian lanjutkan sarapannya.''katanya kepada ketiga anaknya plus Kinara.
*****
''Dimana putriku!''seru tuan Atmaja begitu melihat Arya dan Shanum keluar.
''Putrimu?''tanya Arya dengan alis yang diangkat sebelah.''Siapa yang kamu maksud?''tanya Arya lagi.
Arya bahkan tak menggunakan kata anda tapi melainkan kamu untuk tamu yang tak di undangnya pagi ini,karena bagi Arya kalau ingin di hormati...ingin di hargai...maka kita juga harus hormat dan menghargai orang lain.
''Ck.''decak tuan Atmaja.''Kinara.''sambungnya.
''Kinara!Kinara!Dimana kamu!papa tau kalau kamu di sini.''bukan berseru lagi tapi melainkan berteriak tuan Atmaja memanggil Kinara.
__ADS_1
Karena sangking penasarannya dengan keributan yang terjadi di ruang depan,akhirnya Kinara,Alvan,Axel juga Alexa menyusul kedua orangtuanya.
''Ada apa dad?''tanya Alvan.
''Heh Kinara...akhirnya kamu keluar juga.''kata tuan Atmaja.''Ayo kita pulang.'' ajaknya dengan sudah melangkah untuk menghampiri Kinara yang masih diam mematung karena kaget sang papa sampai membuat keributan di kediaman Narendra.
''Aku gak mau.'' sahutnya setelah tersadar sambil menarik tangannya yang hendak di gapai oleh tuan Atmaja.
''Kamu harus ikut papa pulang dan ini perintah bukan penawaran!''seru tuan Atmaja.
''Tuan Atmaja...tuan Atmaja...kenapa kamu ingin membawa Kinara pulang setelah sekian lama dia berada di sini?''tanya Arya.
''Ini bukan urusan kamu.''sarkas tuan Atmaja.''Ayo Kinara kita pulang...papa akan menikahkanmu dengan seseorang.''sambungnya.
''Kamu gak bisa menolak!''serunya.''Kamu harus balas Budi atas semua yang papa berikan ke kamu...kamu harus membantu papa.''serunya lagi.
''Apa maksud papa?''tanya Kinara.
''Kamu harus menikah dengan pilihan papa agar perusahaan papa tidak bangkrut.''sahutnya.
''Jadi papa mau menjual aku?papa ingin menukarku dengan uang?''tanya Kinara serasa tak percaya dengan apa yang lagi dan lagi yang papanya lakukan.
__ADS_1
''Iya.''sahut tuan Atmaja tanpa rasa bersalah sedikit pun.
''Berapa yang kamu inginkan?''tanya Arya tiba-tiba.''Aku akan menyelamatkan perusahaan milikmu tapi dengan syarat.''kata Arya lagi.
''Apa syaratnya?''tanya tuan Atmaja.
''Tunggu sampai asisten serta kuasa hukumku datang.''jawab Arya.
Arya bukan orang bodoh yang mau mengeluarkan uang secara cuma-cuma tanpa ada tanda bukti serta perjanjian yang kuat di mata hukum,apalagi untuk menghadapi orang licik seperti Atmaja...hal itu sangat-sangat di butuhkan.
''Baiklah,tapi waktuku tidak banyak.''jawab tuan Atmaja.
Arya lalu pergi dari ruang tamunya untuk menghubungi Henry serta sang pengacara.
Di dalam telpon yang langsung terhubung ke dua orang lainnya,Arya menyebutkan hal apa saja yang harus di tuliskan dalam surat perjanjian antara dirinya dan tuan Atmaja.
Sedangkan di ruang tamu ada Shanum dan Alexa yang berusaha menenangkan Kinara.
''Sudah sayang jangan menangis.''kata Shanum sambil mengelus punggung Kinara.''Percayakan semuanya pada daddynya Alvan...yakinlah bahwa kami bisa mengatasi ini semua.''sambungnya lagi.
''Apa yang di katakan mommy benar kak...Daddy pasti bisa menyelesaikan masalah yang kakak hadapi.''sambung Alexa.
__ADS_1
Alvan mengepalkan tangannya dengan erat,yang berarti dia sedang menahan amarahnya,sebenarnya dia sudah sangat geram setelah mengetahui siapa yang membuat onar di rumah orangtuanya,apalagi di tambah dengan apa yang papa Kinara ucapkan sehingga membuat gadis yang di sukainya itu sampai menangis.
Tanpa sepatah katapun Alvan pergi dari sana untuk mencari dimana keberadaan sang daddy.