
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Oya Sha kapan cutimu berakhir?''tanya Lila saat mereka semua selesai menyantap hidangan yang tersaji di meja.
''Besok aku sudah berangkat La.''jawab Shanum.''Rencanananya sih sekalian mau ngajuin surat resign karena yang kemarin itukan di tolak di ganti sama ijin cuti.''lanjutnya.
''Kamu sudah baca di wa grup rumah sakit belum?''tanya Lila lagi.
''Iya sudah ''jawab Shanum.
''Berarti besok kamu ikut kumpul dong?''kata Lila.
''Kan memang seluruh staf dokter dengan perwakilan atau ketua dari staf yang lain di minta buat kumpul.''jawabnya.''Sebenarnya masih gak tega sih mau ninggalin twins tapi ya mau gimana lagi kalau di ajakkan juga kasihan sama mereka...tau sendirikan rumah sakit adalah tempat yang rentan dengan penyakit.''lanjutnya.
''Sudah bener-bener kakak pikirin mau resign?''tanya Angel.
''Kan emang dari awal aku udah ada rencana gitu,kalau aku sama mas Arya punya anak...aku ingin resign dan fokus menjaga serta mengurus anak-anak dan suamiku.''terang Shanum.
''Kita cuma gak ingin kamu nyesel nantinya Sha.''ucap Lila.
''Aku bakal lebih menyesal lagi kalau tidak bisa mengurus dengan baik anak serta suamiku serta tidak mengetahui tumbuh kembang anak-anakku karena semua momen itu tidak akan bisa di putar kembali...yang jelas prioritasku saat ini bukan lagi pekerjaan ataupun karier tapi keluarga...anak serta suamiku.''tutur Shanum bijak aq.''Kalau anak-anak sudah besar dan pengen kerja lagi ya cukup bilang aja sama pak bos yang punya rumah sakit...pasti langsung diterima lagi.''lanjutnya.''Iyakan pak bos...''katanya sambil menatap sang suami.
''Iya,apapun untukmu mom.''jawab Arya yang menatap balik sang istri.
''O iya aku lupa kalau yang punya rumah sakit suami tercinta...''goda Lila.
''Nah itu tahu.''seloroh Shanum yang membuat mereka semua tertawa.
*****
''Sayang.''panggil Arya yang kini sudah berdiri di belakang Shanum sambil melilitkan tangan kekarnya di perut ramping sang istri tak lupa pula dengan dagu yang sudah di letakkan di pundak Shanum.''Kangen...''kini hidung serta bibir seksi itu sudah mengendus-endus leher jenjang sang istri.
''Apa sih by...''ucap Shanum sambil menahan rasa geli yang menjalar.
''Pengen buka puasa tapi besok adalah hari pertamamu masuk kerja.''ucap Arya yang masih dengan melanjutkan aktivitasnya.
''Terus...''tanya Shanum lagi.
''Takut kalau bikin kamu kecapeaan.''ucapnya.
__ADS_1
''Ya sudah kalau gitu di pending dulu aja ya buka puasanya...''kata Shanum lembut.
''He'em...tapi nyicil boleh kan?''tanyanya lagi.
''Maksudnya?''tanya Shanum yang sudah mengernyitkan dahinya mendengar kata-kata suaminya.
''Ini...''ucapnya yang langsung melancarkan aksinya pada sang istri.
Arya langsung mengec**i setiap inci dari bagian yang ada di istrinya...mulai dari wajah,leher sampai ke dua buah squishy favorit baby twins dan daddynya...hanya sebatas itu saja tidak lebih.
Memang setelah Shanum melahirkan sampai twins sudah berusia tiga bulan mereka sama sekali belum melakukan ritual suami istri dengan alasan Arya masih takut kalau bagian inti istrinya masih sakit...dia selalu mengingat bagaimana perjuangan sang istri waktu melahirkan kedua buah hatinya yang selalu bisa membuat hatinya mencelos.
''Tidur yuk,sudah malem...''titah Arya.
''Met rehat mommy.''ucap Arya lalu mencium dalam kening Shanum kemudian menarik sang istri kedalam dekapannya.
''Met bobok dad.''balas Shanum dengan tangan tang membalas dekapan sang suami.
Tempat ternyaman untuk seorang istri adalah berada dalam dekapan atau pelukan suaminya...,karena dia akan merasa di lindungi serta di cintai.
*****
''Hem...mau kemana mom?''tanya Arya dengan suara seraknya dan masih menutup matanya sambil mengeratkan pelukannya.
''Hoam...ya sudah ayok.''kata Arya yang sudah melepaskan pelukannya.
Tok...tok...tok...
''Mom.''panggil Alvan.
''Iya sayang.''sahut Shanum lalu turun dari tempat tidurnya.
Cklek
''Mom,semua sudah nunggu buat sholat bareng.''kata Alvan memberi tahu.
''Abang duluan saja,bentar lagi mommy sama daddy nyusul ya...''kata Shanum.
''Iya mom.''jawabnya lalu pergi dari depan kamar sang mommy.
''Ayok by,sudah di tungguin tu.''ucap Shanum.
__ADS_1
''Iya mommy sayang.''jawab Arya.
Arya selalu menerapkan sholat berjamaah di mensionnya paling gak untuk sholat subuh,magrib dan isya...dia juga membuat sebuah mushola kecil di dekat taman belakang.
*****
Begitu selesai sholat subuh...Shanum langsung bergegas menuju ke dapur untuk menyiapkan bekal serta sarapan untuknya juga untuk suami dan putra sulungnya,sedangkan Arya dan Alvan...mereka berdua pergi ke kamar baby twins.
Walaupun seorang nyonya muda dengan begitu banyak pekerja di mensionnya...dia tidak pernah lupa ataupun berusaha agar tidak lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang istri juga ibu.
Cklek
Shanum membuka pintu kamar twins yang membuat dua orang beda generasi itu langsung menoleh ke arahnya.
''Sudah siang lo ini...kok kalian berdua masih disini?''tanya Shanum.''Nanti daddy bisa telat lo ke kantornya...dan abang nanti juga telat lo kesekolahnya...''kata Shanum.
Sedangkan anak dan ayah itu hanya nyengir kuda...mereka berdua memang suka lupa waktu kalau sedang bersama baby Axel dan baby Alexa.
''Iya mom.''jawab mereka berdua kompak.
''Prince dan princessnya abang...abang mandi dulu ya...nanti kita main lagi...cup...cup...''pamitnya pada twins yang tidak lupa untuk mengecup kedua kening adik-adiknya itu.
''Daddy juga mau siap-siap...kalian sama aunty Jane dan Viana dulu ya...cup...cup...''pamit Arya pada kedua buah hatinya.
*****
''Mandi dulu by,nanti keburu dingin airnya.''kata Shanum lalu pergi mengambilkan pakaian untuk sang suami lengkap dengan dasi,jam,ikat pinggang juga sepatu dan kaus kakinya,sedangkan arya langsung melakukan ritual mandinya.
Cklek
Terlihat jelas tubuh proporsional milik hot daddy itu karena saat ini dia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dengan tangan yang memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
''Aku mandi dulu by dan itu pakaiannya juga sudah aku siapin.''ucap Shanum yang langsung melesat masuk ke kamar mandi.
''Mom.''panggil Arya saat sang istri sedang mengganti pakaiannya.
''Iya.''sahutnya.
''Pakaiin dasinya.''pinta Arya sambil mengulurkan tangannya yang memegang dasi saat sang istri sudah berdiri di depannya.
Memang sejak menikah Arya sudah tidak pernah menyiapkan pakaian serta memakai dasinya sendiri...semuanya sudah di lakukan oleh Shanum.
__ADS_1
Seperti sebuah rutinitas yang gak bisa di tinggalkan setiap sang istri memakaikan dasi...Arya akan selalu memandang wajah sang istri juga memeluk pinggang rampingnya...satu kata untuk mereka berdua...so sweet.