
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Shanum sedang berkutat dengan semua peralatan dapurnya...berperang di dapur merupakan suatu kebahagiaan tersendiri untuknya meskipun kalau dia mau dia tak harus turun tangan langsung untuk ini,dia tinggal tunjuk dan perintah sesuai keinginannya saja tapi dia tak mau itu...dia selalu menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu juga isti,memastikan bahwa anak dan suaminya mendapatkan makanan yang baik dan sehat sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kalau suaminya menegur agar dia tidak memasak saat sedang capek maka Shanum akan langsung menjawabnya...''Ini tugasku sebagai seorang ibu dan istri by.Akulah istrimu dan ibu dari ketiga anak-anakmu bukan para pelayan.''Dan jika sudah keluar kata-kata itu maka si tuan Arya Narendra memilih untuk diam tanpa berkata-kata lagi atau sang pawangnya itu akan menjadi marah.
''Mom.''panggil Alvan saat sampai di dapur.
Sedangkan saat ini Alexa sedang mengajak Kinara untuk duduk bersantai di teras belakang kalau Exel...si bocah dingin itu lebih memilih di ruang keluarga bersama sang grandpa.
''Sini bang.''sahut Shanum yang langsung menoleh begitu mendengar suara putranya.
''Tolong teruskan ya...''intruksi Shanum pada maid yang ada di sana untuk menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
Makanan sudah matang hanya tinggal menatanya saja di dalam wadah dan membawanya ke ruang makan.
''Duduk sini bang.''kata Shanum yang akan duduk di kursi yang ada di sana.
Di dapur memang di sediakan satu set meja kursi karena kadang anak-anak bahkan suaminya menunggui Shanum saat memasak.
*****
''Ada apa mom?''tanya Alvan saat sudah duduk di hadapan sang mommy.
''Bang apa kamu mengenal baik Kinara?''tanya sang mommy hati-hati.
''Terus bagaimana perasaanmu padanya bang?''tanya Shanum lagi.
''Gak taulah mom...''jawab Alvan.''Eh kenapa mommy nanyain ini ke abang?''tanya Alvan.
__ADS_1
''Mommy melihat banyak kesedihan di dirinya bang.''sahut Shanum.
''Wah ternyata pada ada di sini...''seru Arya yang baru saja pulang.''Lagi pada ngomongin apa sih serius bener.''lanjutnya dengan posisi yang akan duduk di samping permaisuri hatinya.
''Itu loh dad tadi pas belanja kami gak sengaja ketemu sama temen si abang.''jawab Shanum.''Dan orangnya lagi sama adek sekarang di belakang.''lanjutnya.
''Laki-laki pa perempuan nih mom?''tanya Arya penasaran.
''Perempuan.''jawab Shanum.''Perempuan yang sama yang di ceritain sama princess kemarin.''lanjutnya dan membuat Arya ber'o saja.''Kita lanjutkan obrolan kita ya bang?''tanya Shanum sambil mengalihkan pandangannya ke Alvan.
''He'em.''jawab Alvan.
''Seperti yang mommy bilang tadi terlihat sekali banyak kesedihan yang dia rasakan dan saat ini dia sedang tidak baik-baik saja bang.''kata Shanum.
''Maksudnya mom?''tanya Alvan yang masih belum mengerti dengan ucapan mommynya.
__ADS_1
''Kamu lihat saja bang tadi dia terus saja menunduk...mata yang sembab serta suara yang sedikit bergetar.''jawab Shanum.''Dia habis menangis bang dan gak mungkin dia menangis kalau tidak ada masalah.''sambung Shanum yang membuat Alvan menganggukkan kepalanya.''Dan kamu tadi memangnya gak lihat bagai mana penampilannya bang?''tanya Shanum lagi.
''Iya aku lihat mom.''sahut Alvan.