Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
218.Bab 218


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Cklek


''Assalamualaikum.''salam dari Arya dan Shanum berbarengan.


''Wa'alaikumsalam.''sahut Alvan dan Kinara sambil menoleh ke arah pintu.


''Halo sayang gimana keadaan kamu?''tanya Shanum yang langsung menghampiri Kinara.


Kinara pun menyalami Shanum dan Arya secara bergantian,begitu pula dengan Alvan.


''Sudah lebih baik mom.''sahut Kinara.


''Alhamdulillah.''ucap Shanum.''Loh kok itu makanannya masih utuh?''tanya Shanum yang melihat jatah makanan dari rumah sakit masih utuh di atas nakas.

__ADS_1


''Nara belum makan mom...emm masih kenyang.''kata Kirana yang sebenarnya sedang tak ada nafsu untuk makan karena menghadapai masalah yang begitu menguras emosi serta pikirannya.


''Mana boleh begitu.''bantah Shanum.''Sekarang kamu makan ya sayang...atau mau beli saja makannya?''tanya Shanum.''Kamu mau makan apa nanti biar Abang Alvan cariin.''tawarnya lagi.


''Eh gak usah mom.''cegah Kinara yang tak enak hati karena selalu merepotkan.


''Kalau begitu sekarang kamu harus makan...''kata Shanum tanpa boleh ada bantahan.''Biar mommy suapi.''katanya lagi.


Mau tak mau Kinara pun menuruti apa kata Shanum apalagi sekarang satu sendok yang sudah berisi makanan sudah di sodorkan oleh ibu tiga anak itu di depan mulut Kinara.


Ada perasaan haru plus bahagia yang bercampur aduk di dalam hatinya...ada lucunya juga sih sebenarnya karena dia yang sudah besar di perlakukan bak anak kecil oleh mommy dari laki-laki yang membuatnya nyaman...laki-laki yang di sukainya...laki-laki yang selalu berkata padanya ingin memantaskan dirinya.


Sedangkan di sisi lain ada Alvan bersama sang daddy yang sudah duduk di sofa yang ada di pojok ruangan rawat Kinara...


''Bagaimana menurut kamu bang?''tanya Arya.


Mungkin pertanyaan itu begitu ambigu untuk sebagian orang tapi tidak untuk Alvan.Dia tau kearah mana yang daddynya bicarakan karena sang daddy menatap lurus ke depan kearah dua wanita yang ada di depan mereka.

__ADS_1


''Apa perlu Daddy turun tangan sekarang?''tanyanya lagi.


''Jangan dad.''cegah Alvan.''Sebisa mungkin Alvan akan cari jalan keluar dari masalah Kinara ini.''sambungnya lagi.


''Baiklah,tapi ingat kalau kamu gak sanggup ada daddy di belakangmu.''kata Arya lagi.


''Iya Abang ngerti dad.''sahut Alvan.


''Tapi inget bang kalau masalah ini gak boleh berlarut-larut...harus selesai dalam beberapa hari ini atau kalau tidak Daddy akan langsung turun tangan tanpa bicara terlebih dahulu padamu.''peringat Arya.''Dan ingat satu hal bang kalau mommymu juga sudah menyayangi Kinara...jadi jangan kaget kalau nantinya masalah ini mommymu turun langsung sendiri dan menyesuaikannya dengan caranya sendiri.''kata Arya.''Dan bila itu terjadi jangan salahkan Daddy kalau tidak pernah memperingatkan dirimu.


''Iya dad.''sahut Alvan.


Sebenarnya Alvan masih belum tau apa yang akan dia lakukan pada keluarga Kinara...ini adalah kali pertama dia menghadapi masalah seperti ini.


''Bang.''panggil Arya.''Tadi mommy sama daddy sudah ngobrol diluar....''kata Arya yang seenaknya saja menghentikan ucapannya padahal pada yang ada di dekatnya itu sudah sangat penasaran tentang apa yang sudah di bicarakan oleh mommy dan daddynya itu.


''Mommy dan daddy sudah sepakat kalau sementara waktu Kinara biar tinggal di mension terlebih dahulu tanpa sepengetahuan keluarganya.''kata Arya.''Biar keluarganya itu kebingungan mencari Kinara.''sambungnya.''Tadi mommy sempet bicara dengan dokter yang menangani Kinara...dia mengatakan jika Kinara terus di hadapkan dengan situasi dan lingkungan yang terlalu menekannya maka akan menimbulkan depresi pada Kinara.''terang Arya dan membuat Alvan menarik nafasnya dalam karena tak tau lagi harus bicara apa.

__ADS_1


__ADS_2