
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Karena semakin terdesak akhirnya tuan Prakoso mau tak mau harus merendahkan diri serta menurunkan egonya untuk datang menemui tuan Arya Narendra.
Sebenarnya dia sangat berat untuk melangkahkan kakinya menuju ke perusahaan Arya namun ya harus bagaimana lagi,dia sudah tidak ada pilihan lain bahkan pihak bank pun tak mau memproses pinjamannya karena mereka sama sekali tak mau bersinggungan dengan sosok Arya Narendra.
Seorang crazy rich yang mempunyai kekuasaan serta kekayaan yang benar-benar tak di ragukan lagi.
Tuan Prakoso mengambil nafasnya dalam baru setelah itu dia membuka pintu ruangannya.
Cklek
''Kita ke perusahaan Arya Narendra.''kata tuan Prakoso pada sang asisten.
''Baik tuan.''sahut asistennya lalu melangkah mengikuti tuan Prakoso.
''Cari tau di perusahaan yang mana saat ini tuan Arya berada.''perintah tuan Prakoso ketika mereka menuju lobi perusaahan.
''Baik tuan.''kemudian sang asisten berusaha menghubungi asisten seorang Arya Narendra yang tak lain dan tak bukan adalah Henry.
*****
__ADS_1
''Siapa Hen?''tanya Arya saat Henry menelpon tapi matanya melirik ke arah Arya.
''Asisten tuan Prakoso.''jawab Henry.''Mereka ingin bertemu dengan kita jadi bertanya dimana kamu saat ini.''kata Henry menerangkan.
''Baik suruh menemui kita di sini.''kata Arya.
''Baiklah.''jawab Henry lalu kbali melanjutkan sambungan teleponnya yang tadi sempat terjeda.
Sedangkan di dalam mobil tuan Prakoso sudah tak sabar untuk bertanya pada sang asisten begitu dia mengakhiri panggilan telponnya.
''Bagaimana?''tanya tuan Prakoso.
''Beliau sedang ada di AN grup saat ini tuan.''kata sang asisten.
''Baiklah kita langsung ke sana saja.''kata tuan Prakoso.
Begitu sampai di gedung yang menjulang tinggi,tuan Prakoso langsung melangkahkan kakinya di ikuti dengan sang asisten,setelah bertanya dengan resepsionis...mereka pun di persilahkan untuk menuju ke ruangan CEO.
''Masuk.''
Cklek
''Maaf tuan di luar ada tuan Prakoso bersama asistennya.''kata sang sekretaris memberi tahu.
__ADS_1
''Suruh mereka masuk.''kata Arya.
''Baik tuan,permisi.''kata sang sekretaris lagi.
*****
Cklek
''Selamat siang.''sapa asisten tuan Prakoso.
''Siang.''sahut Arya dan Henry bersama.
''Silahkan duduk tuan.''kata Arya mempersilahkan tamunya itu...tu yang tak di undang lebih tepatnya.
''Terimakasih tuan.''ucap tuan Prakoso.
''Ada keperluan apa sehingga seorang tuan besar Prakoso datang ke perusahaan saya?''tanya Arya sok tak tau.
''Cih anda tidak usah berlagak tak tau apa-apa tuan Arya Narendra.''sarkas tuan Prakoso yang membuat Arya dan Henry saling pandang lalu mengeluarkan senyum smirk mereka.
''Maaf tuan ada sesuatu yang ingin kami sampaikan pada anda.''kata asisten tuan Prakoso.''Lebih tepatnya kami ingin meminta bantuan anda.''terangnya lagi.
''Bantuan?apa yang kalian butuhkan?''tanya Arya.''Tapi aku rasa kalian kesini bukan ingin meminta bantuan mengingat sikap arogan yang di tunjukkan oleh atasanmu itu.''kata Arya lagi.''Sikapnya yang seperti itu malah menunjukkan kalau dia bukannya mau meminta bantuan melainkan seperti ingin menantangku.''kata Arya lagi panjang lebar melihat sikap yang di tunjukkan oleh orang yang ada di depannya itu.
__ADS_1
''Tuan...tolong kerja samanya...tolong sedikit turunkan ego anda.''bisik sang asisten tepat di telinga tuan Prakoso.
''Huft...baiklah tuan Arya pertama saya datang kesini dengan maksud ingin meminta maaf pada anda dan yang kedua saya bermaksud untuk meminta bantuan dari anda guna memulihkan kondisi perusahaan saya yang sudah di ambang kebangkrutan.''kata tuan Prakoso yang berusaha menurunkan egonya.