
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Berani tidak datang lagi...lihat saja apa yang bakal Buna lakuin ke kamu bang.''sahut Aurora yang membuat Alvan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Baru juga datang sudah dapat ancaman tu kek.''adu Alvan pada tuan besar Regantara.
''Kalian ini kalau ketemu...''kata Samudra sambil geleng-geleng kepala melihat istri serta ponakannya itu.
Arya,Shanum beserta Samudra dan Henry diam-diam memperhatikan perubahan raut wajah tuan Atmaja semenjak kedatangan Alvan di sana dan mereka memang sengaja melakukannya.
Tentu saja Samudra dan Henry tahu cerita dari Arya dan itu membuat mereka geram karena sang keponakan mereka di hina,jadi mereka melakukan semua ini agar tuan Atmaja tahu siapa Alvan yang sebenarnya kalau nunggu Alvan menunjukkan jati dirinya sendiri akan l
kelamaan karena Alvan jelas tak akan melakukannya karena banyak orang yang menunjukkan dia anak siapa,kekayaan dan kekuasaan orangtuanya seberapa...nah ini Alvan malah menutup-nutupinya dan memilih di anggap sebagai orang yang biasa-biasa saja.
''S**l jadi bocah itu ternyata putra tuan Arya Narendra pantas saja jati dirinya sulit sekali untuk di ketahui.''umpat tuan Atmaja dalam hatinya.''Tau gitu aku ijinin saja Kinara berhubungan dengannya.''lanjutnya lagi.''S**l...s**l...s**l.''umpatnya berkali-kali.
''Tuan Atmaja kenapa?''tanya Arya yang melihat tuan Atmaja terdiam tapi dengan raut wajah kesalnya.
__ADS_1
''Ah tidak apa-apa tuan Narendra.''sahutnya kaget.
''Apa anda mengenal putra saya?''selidiknya lagi.
''Eh ti...tidak tuan...saya tidak mengenalnya.''sahutnya gugup.
''Bisa hancur perusahaanku dan aku jatuh miskin kalau sampai tuan Arya tahu bahwa aku pernah menghina putra sulungnya.''pikirnya.
''Oh saya kira anda kenal dengan putra saya.''ucap Arya dengan santai.
''Gimana dengan bisnis kamu nak?''tanya tuan besar Regantara.''Kakek dengar kamu baru buka cabang baru lagi.''katanya lagi.
''Kok kakek tahu?''tanya Alvan balik.
''Masa sama bisnis cucu kakek sendiri...kakek gak tahu.''sahut tuan Regantara lagi.
''Pasti dari ayah atau Buna ya...''tebak Alvan yang membuat tuan besar Regantara terkekeh.
''Kakek tau sendiri ya...''sahut Aurora.
__ADS_1
''Kamu gak tau aja bang...kakek kan selalu ikut memantau bisnis kamu secara diam-diam.''sahut Samudra.
''Beneran kek?''tanya Alvan memastikan dan di angguki oleh tuan besar Regantara.''Terimakasih ya kek atas perhatian dan kasih sayangnya.''ucap Alvan.
''Sama-sama nak.''jawab tuan besar Regantara.
''Oh jadi hanya kakek aja ni...nenek enggak.''kata nyonya Regantara yang pura-pura merajuk.
''Nenek juga dong.''sahut Alvan lalu memeluknya.
''Jadi gimana bisnis kamu?''tanya tuan Regantara lagi.
''Tanpa Abang menjawabnya,kakek juga pasti sudah tau.''ujar Alvan dan semuanya tertawa.
''Kamu ini buka cabang terus...apa nanti gak bakal kerepotan kalau kamu sudah pegang kendali NRD grup?''tanya tuan besar Regantara.
''Belum tau juga kek tapi kan kalau di usaha milik aku pribadi di masing-masing cabang sudah ada yang handle dan aku juga selama ini di bantu sama asisten aku.''jawab Alvan.''Masa daddy aja bisa pegang dua perusahaan raksasa...Alvan yang cuma pegang satu perusahaan besar dengan usaha kecil-kecilan saja gak bisa.''katanya lagi.
''Kalau daddy kamu itu memang yang terbaik dan sangat pantas untuk di jadikan panutan.''puji tuan Regantara.
__ADS_1