
Follow Ig aku ya...Ig ennita_diana
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Sepanjang perjalanan ke kantor Henry terus saja menggerutu akibat ulah sang tuan mudanya.
''Gak kasian apa orang udah di tungguin berjam-jam...eh akhirnya gak berangkat.''gerutunya.''Tau gitu tadi aku gak usah pakek nungguin dia segala...dia yang enak-enak aku yang dapat susahnya.''lanjutnya.
*****
Sedangkan sepasang suami istri yang jadi bahan gerutuan Henry masih enak-enakan di kamar mereka.
Mereka sama sekali tidak keluar dari kamar seharian ini...Arya benar-benar mengambil jatah puasanya dengan puas,bahkan makanannya pun di antar kekamar oleh pelayannya.
''Sayang...boleh ya besok aku bekerja?''tanya Shanum yang berada di dekapan suaminya.
''Hem.''jawab Arya yang masih sibuk menciumi sang istri.
''Sa...yangg...''panggil Shanum dengan desahan manjanya karena hasil dari cumbuan sang suami.
''Puaskan aku dulu sayang baru kita lihat aku memberimu ijin atau tidak.''ucap Arya frontal.
''Hah...''pekik Shanum.''Memang dari tadi yang kita lakuin itu belum membuatmu puas?''tanyanya.
''Kamu harus melayani aku sampai besok pagi.''seringainya.''Bagaimana?''tanyanya dengan senyum licik yang jelas tercetak di bibirnya.
''Ap...Apa...Apa kamu mau membunuhku sayang?mau jadi duda muda kamu?Iya...!"seru Shanum.
''Emmppp...''bibir Shanum langsung di bungkam oleh ciuman lembut Arya.
''Kamu itu ngomong apa sih sayang...siapa juga yang mau.''sungut Arya kesal karena perkataan sang istri.
''Aku cuma ingin agar segara hadir Arya junior di sini.''ucap Arya sambil mengelus perut Shanum.
''Amin...''saut Shanum.
*****
Pagi ini tubuh Shanum benar-benar terasa remuk tak lupa pinggangnya juga terasa encok tapi dia senang karena Arya memperbolehkannya untuk bekerja hari ini.
Lain Shanum lain lagi Arya mukanya berseri-seri dan juga sangat bersemangat karena mendapatkan jatahnya full.
''Selamat pagi tuan muda...nyonya muda.''sapa para maid yang berpapasan dengan Arya juga Shanum.
Arya berdehem untuk membalas sapaan mereka sedangkan Shanum selalu menjawab dan menampilkan senyum manisnya.
Tibalah mereka di ruang makan,disana sudah ada asisten Henry yang menunggu.
__ADS_1
''Selamat pagi tuan muda...nyonya muda.''sapa asisten Henry.
''Pagi Hen.''balas Arya.
''Pagi kak Henry.''balas Shanum.
''Wih kayaknya ada yang seneng banget ni...gak tau aja orang lain jadi korban.''sindir Henry.
''Kamu nyindir aku Hen...mau aku potong gaji kamu.''ancam Arya.
''Gak...gak Ar,aku cuma bercanda aja kok,jangan ya...buat modal nikah...maaf ya...piss.''kata Henry yang takut dengan ancaman Arya.
''Nyonya muda mau kemana kok sudah rapi banget?''tanya Henry.
''Mau kerjalah kak,bosen dirumah terus.''jawab Shanum dengan mata berbinar.''Ayo sarapan dulu.''ajak Shanum.
''Hen,panggilkan mereka.''perintah Arya setelah mereka selesai makan dan Henry pun segera beranjak dari duduknya.
''Mereka siapa yank?''tanya Shanum penasaran.
''Nanti kamu juga tau sayang.''jawab Arya santai lalu mengecup punggung tangan Shanum.
Tap...tap...tap...
''Selamat pagi tuan muda...nyonya muda...''sapa dua orang wanita yang baru datang bersama Henry.
''Oh hai saya Shanum.''ucap Shanum ramah.
''Viana,Jane kalian berdua akan menjadi pengawal pribadi untuk istriku...dan semuanya sudah di jelaskan oleh Henry kan?''kata Arya yang sontak membuat Shanum kaget langsung menatapnya.
''Sayang...maksudnya ini apa?aku gak mau pakek pengawal pribadi.''seru Shanum.
''Mereka akan mengikutimu kemana pun termasuk kedalam ruang periksa mu dan juga akan ada beberapa bodyguard yang tetap mengawal.''tutur Arya.
''Gak...aku gak mau!''bantah Shanum.
''Ikuti aturanku atau tidak usah berangkat kerja!''tegas Arya.
''Tap...tapikan...''kata Shanum.
''Keputusanku gak bisa di ganggu gugat lagi sayang...apa kamu lupa dengan kejadian tempo hari...''kata Arya.
''Ya udah deh dari pada gak boleh kerja.''ucap Shanum sebal.
''Good my queen...''ucap Arya sambil mengelus pipi Shanum.''Ayo kita berangkat.''ajak Arya lalu menggandeng mesra tangan Shanum.
*****
''Udah dong jangan cemberut terus.''bujuk Arya pada istrinya saat di dalam mobil.
__ADS_1
''Mas Arya tu terlalu berlebihan tau gak...''kata Shanum sambil cemberut.
''Aku cuma gak mau kamu kenapa-kenapa sayang...''ucap Arya.''Maafkan aku ya kalau ini membuatmu tidak nyaman...dan maaf karena hidup bersamaku kamu jadi celaka.''sesal Arya.''Karena mereka tahu kalau kamulah kelemahan ku makanya mereka yang gak suka sama aku jadi mengejar kamu sayang.''tuturnya dengan wajah sedih.
''Uuhh jadi gak tegakan lihatnya.''batin Shanum.
''Ya udah aku terima alasan kamu sayang...jadi aku mau di ikuti oleh mereka.''kata Shanum yang cukup membuat Arya lega.
''Gak pa-palah nanti kalau gak ada mas Arya aku minta aja sama mereka buat gak ngikutin kemana aja aku pergi...toh mas Arya gak tau juga nantinya.''pikir Shanum.
''Dan ingat ya sayang kalau mereka sampai berani meninggalkan kamu sendiri walau itu perintah dari kamu ataupun kamu berani mengelabuhi mereka...mereka dan keluarganya yang akan menanggung akibatnya sekalipun bukan kesalahan mereka tetapi kesalahan kamu.''tegas Arya memperingatkan seolah tau apa yang sedang dipikirkan oleh istri cantiknya itu.
''Bakal jadi bahan omongan lagi ni di Rumah Sakit.''pikir Shanum lagi.
''Iya...iya...''jawab Shanum ketus lalu memalingkan wajahnya memandang keluar jendela mobil.
''Mengacuhkan suami itu dosa lo sayang.''peringat Arya dan sontak saja Shanum langsung membalikkan badannya menghadap Arya.
*****
Begitu sampai di lobi Rumah Sakit sungguh nasib baik tidak berpihak pada Shanum...karena dia bertemu dengan duo dokter yang selalu nyinyir padanya...ya siapa lagi kalau bukan dokter Rere juga dokter Ana yang baru datang juga.
''Huh dasar s**l...kenapa mesti ketemu sih.''gumamnya.
Kebetulan juga Lila baru sampai dan langsung menyapa sang sahabat.
''Hai Sha...gimana?udah bener-bener sembuhkan?''sapa sekaligus tanya Lila.
''Udah dong...emang kamu pikir aku boleh kerja apa kalau belum sembuh.''jawab Shanum.
''Sha...mereka berdua siapa?''bisik Lila di telinga Shanum.
''Mereka pengawal aku,nanti aku ceritain tapi lewat chat.''jawab Shanum.
''Kok le...''kata Lila.
''Udah deh gak usah banyak nanya.''potong Shanum.
''Wah...wah...coba lihat siapa ini yang datang...''seru Rere dan membuat semua orang menoleh ke arah mereka.
''Nyonya muda kita.''ucap Ana dengan suara lantang.''Enak ya bisa ambil cuti seenaknya dan juga masuk seenaknya.''katanya lagi.
''Atau jangan-jangan ada apa-apa ni sama dokter kepala sampai bisa seenaknya.''sambung Rere.
''Maaf dokter tolong jaga bicara anda.''kata Viana tegas.
''Memangnya kamu siapa hah?''bentak Rere.
''Kalau kalian macam-macam dengan nyonya muda kami maka kami yang akan menghadapi kalian.''tegas Jane.
__ADS_1