Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
85.Bab 85


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Aurora sangat bersyukur sekali karena Aurora di kelilingi oleh orang-orang baik yang juga sayang sama Aurora...Terimakasih ya Allah.''batin Aurora.


''Ehm...papi sudah putuskan kalau papi mau menceraikan Rima.''kata tuan Alan.


''Apa gak terlalu terburu-buru pi?''tanya Shanum.''Jangan mengambil keputusan dalam diri yang lagi di kuasai oleh amarah Pi.''kata Shanum bijak.


''Bener Lan apa yang di katakan Shanum...lebih baik kamu pikirkan dulu dengan matang baru ambil keputusan...''kata ayah Bayu.


''Ambilah keputusan setelah emosimu reda jangan sampai keputusan yang kamu ambil akan kamu sesali nantinya.''sambung bunda Sinta.


''Keputusanku sudah bulat Bay,Sin.''jawab papi Alan.''Gak apa-apakan sayang?''tanya papi Alan sambil menatap ke arah Aurora.


''Apapun keputusan papi...aku dukung.''jawab Aurora.''Tapi Aurora ikut sama papi ya...?''tanyanya kemudian.


''Tentu saja sayang.''jawab papi Alan.


''Hen,kamu kumpulin semua bukti yang di dapat oleh anak buah kita juga bukti rekaman papi lalu segera lapor ke pihak yang berwajib.''perintah Arya.''Jangan lupa hubungi Gery juga untuk menangani kasus ini.''lanjutnya.


''Baik Ar.''jawab Henry lalu menjauh dari mereka semua untuk menghubungi anak buah serta pengacara Arya.


Tuan Alan juga langsung meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


''Halo.''kata tuan Alan.


''.....''


''Besok temui aku...aku ingin kamu mengurus perceraianku dengan Rima.''titah tuan Alan.


''.....''


''Sudah larut malam sebaiknya kalian semua menginap di sini saja.''kata Arya setelah melihat jam tangan mewah yang melingkar manis di salah satu pergelangan tangannya.


''Baiklah bang,aku chat mami dulu bilang kalau aku gak pulang.''kata Aurora.


''Harus ya Ra?''tanya Lila.


''Iya dong kak biar gak bingung nyariin aku nanti.''jawab Aurora lalu mengetik chat di ponselnya.


''Sudah.''serunya.


''Kamu bilang apa?''tanya Angel.

__ADS_1


''Aku bilang kalau nginep dirumah temen karena ada tugas kelompok.''jawab Aurora.


''Papi kayaknya juga harus chat biar gak curiga.''kata tuan Alan.


''Terus alasan papi?''tanya Aurora.


''Menginap di perkebunan karena ada sedikit masalah disana...beres.''kata tuan Alan.


''Ya udah sebaiknya sekarang kita istirahat...''kata Arya lalu mereka semua menuju ke kamar masing-masing yang sudah di siapkan oleh para maid atas instruksi pak Nuh tentunya.


*****


Keesokan paginya mereka semua sudah berkumpul di ruang makan untuk menikmati santap pagi mereka bersama.


''Gimana Hen?''tanya Arya begitu mereka semua selesai menyantap sarapan pagi.


''Gery pagi ini akan ke kantor polisi untuk melaporkan mereka Ar.''jawab Henry.''Katanya dengan semua bukti yang kita punya sudah dapat di pastikan bahwa mereka pasti akan langsung di sergap.''lanjutnya.


''Bagus.''ucap Arya.''Papi jadi ketemu sama pengacara papi?''tanya Arya.


''Jadi Ar tapi setelah penangkapan mereka.''jawab papi Alan.


''Hen,aku yakin pasti akan terjadi berita heboh tentang penangkapan mereka kaki aku harap kamu tekan sebisa mungkin agar tidak ada berita tentang mereka.''titah Arya.


''Baik Ar.''jawab Henry.


''Bagaimanapun hal ini akan menyeret nama Narendra dan pasti sedikit banyak akan berpengaruh...terutama untuk Aurora.''jawab Arya.''Aku gak mau adikku terkena bully karena berita ini mencuat.''lanjutnya.


''Kamu benar by,karena ini bisa mempengaruhi mental Aurora.''kata Shanum.


''Terimakasih bang...karena Abang sama kakak perhatian dan memikirkan tentang aku padahal mami dan kakakku sudah jahat sama abang.''ucap Aurora.


''Bagaimanapun kamu itu tetap adik kakak Ra terlepas dari semua perbuatan mami juga Aldi dan ada darah Narendra yang mengalir di tubuh kamu yang sama dengan abang.''kata Arya lembut.


Setelah selesai sarapan dan sedikit berbincang mereka semua menuju ke tujuan masing-masing yang tersisa tinggal Shanum,Lila,Angel juga ayah dan bunda karena Arya yang meminta mereka untuk tinggal dan menemani sang istri.


*****


Tok...tok...tok...


''Nyonya...''teriak salah satu maid yang ada di kediaman Narendra.


Cklek


''Ada apa?''tanya nyonya Rima begitu membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


''Di...diluar ada polisi nyonya.''jawab maidnya.


''Polisi?!''tanya nyonya Rima.


''Be...benar nyonya.''jawabnya lagi.


Lalu mereka berdua melangkah menuju di ruang tamu dimana di sana sudah ada beberapa polisi yang menunggunya.


Tap...tap...tap...


''Ada keperluan apa bapak-bapak datang kekediaman saya?''tanya nyonya Rima dengan gaya angkuhnya saat berjumpa dengan pihak berwajib.


''Kami datang kesini karena ingin melakukan penangkapan kepada anda nyonya Rima Narendra juga tuan Aldi dan nyonya Naina.''jawab salah satu polisi.


''Lelucon macam apa ini?atas dasar apa kalian ingin menangkap kami?''tanya nyonya Rima lagi.


''Atas dasar kasus pembunuhan berencana yang anda lakukan kepada mendiang istri pertama tuan Alan Narendra juga atas kasus percobaan pembunuhan kepada tuan Arya Narendra nyonya.''terang polisi itu lagi.


''Apa buktinya?!''seru nyonya Rima.''Kalian hanya mengada-ada.''bentaknya.


''Nyonya nanti bisa jelaskan semuanya di kantor saja dan anda juga bisa menggunakan jasa pengacara anda.''kata polisi yang sudah mencekal tangan nyonya Rima.


''Kalian tangkap juga tuan Aldi dan istrinya.''perintah dari polisi yang mengetuai penangkapan itu.


Tapi sayang Aldi dan Naina berhasil kabur lewat belakang dan menuju ke garasi untuk mengambil mobil mereka karena tadi ada salah satu maid yang mendatangi kamar mereka dan memberitahukan bahwa mereka dan nyonya Rima sedang di cari oleh pihak berwajib.


''Mereka kabur Ndan.''lapor salah satu anggota polisi melapor.


''Kejar mereka.''perintah sang komandan.''Dan sebagian cepat bawa nyonya Rima ke kantor.''perintahnya lagi.


''Siap Ndan.''jawab mereka.


''Itu sepertinya mereka Ndan.''seru anggota polisi yang berjaga di pintu ruang tamu yang melihat ada sebuah mobil hampir melewati gerbang mension tersebut.


''Kejar!''intruksi sang komandan.


Alhasil terjadilah kejar-kejaran antara Aldi dengan para polisi...


''Terus Al,tambah lagi kecapatannya...aku gak mau kalau sampai di penjara.''ucap Naina dengan berbagai kata-kata terus menerus sehingga membuat konsentrasinya bertambah buyar.


Citttt


Brak


Mobil Aldi kehilangan keseimbangan saat ada mobil besar melintas...alhasil untuk menghindari tabrakan pikirnya dia mengerem mendadak mobilnya serta membanting setir tapi naas mobil sudah tidak terkendali sehingga dia malah menabrak pembatas jalan dengan posisi mobil yang melintang sehingga membuat kaget pengendara di belakangnya jadi terjadilah kecelakaan beruntun disana.

__ADS_1


*****


Para polisi yang mengejarnya tadi langsung membawa Aldi dan istrinya ke rumah sakit tapi sayang keduanya dalam keadaan kritis dan meninggal setelah beberapa saat berada di rumah sakit karena benturan yang cukup keras di kepala mereka dan juga kehilangan terlalu banyak darah.


__ADS_2