
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Pantas saja aku sangat sulit untuk mengetahui siapa pemilik cafe ini juga sangat sulit menekannya.''gumam tuan Prakoso.
''Anda bicara sesuatu tuan?''tanya Alvan.
''Enggak.''sahut tuan Prakoso cepat.''Dan untuk kamu Panji...kamu harus pulang...papa gak sudi melihat kamu menikahi wanita itu sehingga dia jadi mantu papa.''tekan tuan Prakoso.
''Taoi kenapa pa?''tanya Panji.
''Tanpa papa jawab seharusnya kamu sudah tau.''jawab tuan Prakoso.''Dia tidak sepadan dengan kita dan dia mau sama kamu itu cuma karna harta dan status sosial saja.''kata tuan Prakoso memprovokasi.
''Enggak papa salah.''sahut Panji.''Walaupun saat Panji susah seperti sekarang ini...Aleta tetap mau bersama Panji pa.''kata Panji lagi.
''WNita itu hanya pura-pura Panji.''kata tuan Prakoso.''Hahaha kamu itu terlalu naif serta polos putraku...sehingga dengan mudahnya kamu di kelabuhi dengan wanita itu.''kata tuan Prakoso lagi sambil menunjuk kearah Aleta yang memang belum lama datang.
__ADS_1
''Wanita itu...wanita itu...namanya Aleta pa...wanita yang papa sebut dengan wanita itu adalah Aleta...calon istri Panji pa.''seru Panji.
''Terserah kamu Panji...pilihan ada di tanganmu...tinggalkan wanita itu dan kembali kerumah untuk menuruti apa kata papa untuk menikah dengan wanita pilihan papa maka semua fasilitasmu akan kembali...atau...''kata tuan Prakoso terjeda.''Kamu memilih di sini tapi cafe ini serta wanita pilihan kamu itu akan sama-sama hancur.''katanya lagi dengan sebuah ancaman.
''Hahaha...tuan Prakoso...tuan Prakoso.''seru Alvan sambil bertepuk tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.''Simpan saja segala ancaman kamu itu tuan.''kata Alvan.''Apa anda pikir saya takut...atau anda mau taruhan dengan saya siapa yang akan hancur terlebih dahulu.''kata Alvan dengan penuh penekanan.
''Kamu itu hanyalah bocah kemarin sore...berani-beraninya kamu ngomong sepeti itu.''geram tuan Prakoso.
''Saya memang masih bocah kemarin sore tuan Prakoso tapi apa anda lupa siapa orang yang berada di belakangku.''ejek Alvan.''Apa perlu aku jelaskan di sini siapa orang tuaku.''ungkapnya lagi...
''Apa kamu pikir aku takut...hah.''kata tuan Prakoso dengan nada bentakan.
''Ternyata putra dari seorang Arya Narendra lah dan bisanya hanya mengadu.''ejek tuan Prakoso.
''Tuan...tuan...tanpa mengadupun pasti sekarang daddy saya sedang melihat Kuta berdua,karena jangan lupakan dengan seluruh pengawal yang menjaga kami.''lanjut Alvan.
''Br*****k.''seru Panji begitu sang papa sudah keluar dari sana.
__ADS_1
''Tenang Panji...kamu harus tenang.''kata Alvan.
''Tapi Al...aku sangat tau siapa papa aku dan bagaimana dia.''kata Panji.''Aku gak mau kalau cuma gara-gara aku kamu dan usaha kamu jadi kena imbasnya.''imbuhnya lagi.
''Kamu gak perlu mengkhawatirkan aku...karena semuanya akan baik-baik saja.''kata Alvan.
''Tapi Al...''kata Panji.
''Shutt sudah gak usah di bahas lagi karena sekarang yang perlu kamu pikirin adalah fokus dengan acara pernikahan kalian.''kata Alvan.
''Al.''panggil Panji yang kini sudah duduk berdampingan dengan Aleta.
''Apa?''tanya Alvan.
''Apa benar kalau kamu itu adalah putra dari tuan Arya Narendra?''tanya Panji.
''Menurut kamu?''tanya balik Alvan.
__ADS_1
Bukannya mau sombong atau apalah itu tapi dia rasa dia perlu meminjam nama besar sang daddy untuk kebaikan semuanya...dan itu juga yang kedua orangtuanya katakan selama itu...''pakai nama besar kami kalau kamu sudah tidak bisa mengatasinya.''