Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
99.Bab 99


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Rumah kamu di mana boy?''tanya Arya saat mereka sudah berada di mobil.


''Di daerah xx.''jawabnya singkat.


''Kamu kenapa?''tanya Shanum yang melihat dengan jelas kekhawatiran tercetak di wajah anak itu.


''Saya kepikiran nenek tante.''jawab Juna.


''Memangnya nenek kamu kenapa?''tanya Aurora.


''Nenek saya sedang sakit.''katanya lesu.


''Terus orang tua sama saudara-saudara kamu dimana?''tanya Aurora lagi.


''Saya tidak punya saudara dan orang tua saya sudah meninggal dalam kecelakaan sejak saya masih bayi,jadi yang saya punya cuma nenek.''ucapnya lirih.


''Tenang Al kan sekarang ada kami jadi anggap kami sebagai saudara kamu ya...''kata Aurora.


''Terimakasih.''ucapnya.


''O iya boy kenapa kamu sampai bisa di kejar dan di pukuli gitu?''tanya Arya penasaran.


Lalu Alvan menceritakan dimana dia telah menggagalkan mereka dalam aksi mencopet mereka makanya dia sampai di pukuli kayak gitu.


Setelah mendengar cerita Alvan...Arya pun langsung mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya untuk menghubungi seseorang.


''Riyan,tolong kamu retas cctv di jalan xx yang tidak jauh dari keberadaan mall milikku.''kata Arya.''Cari video kejadian hari ini sekitar pukul 4 sore,tentang pengeroyokan seorang bocah dan aku minta secepatnya.''lanjutnya.


''.....''


''O iya kalau sudah selesai kamu temui Samudra dan bawa bukti itu ke kantor polisi sekitar sana.''sambungnya.


''.....''


''Terimakasih.''ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon dan menghubungi orang lain lagi.


''Tolong kamu bawa bukti hasil visum tadi ke kantor polisi di daerah xx.''kata Arya pada dokter Harun.''Di sana ada Samudra,kamu kasih aja itu ke dia.''lanjutnya.


''.....''


''Terimakasih.''ucapnya.


''Halo.''Arya kembali menghubungi seseorang lewat panggilan teleponnya.


''.....''


''Ger,kamu sekarang ke kantor polisi di daerah xx,temui Samudra di sana.''perintah Arya.

__ADS_1


''.....''


''Sudah kamu ke sana saja nanti biar Samudra yang menjelaskan kasus apa yang akan kamu tangani.''jawabnya.


''Terimakasih.''ucapnya pada sang pengacara.


''Sam,kamu tetap di sana,tunggu sampai Gery,Harun juga Riyan datang.''perintah Arya yang sudah menghubungi Samudra.


''.....''


''Terimakasih.''


*****


''Rumah kamu yang mana?''tanya Arya saat mereka sudah sampai di daerah yang dimaksud Juna.


''Masih terus om,ujung jalan ini.''jawab Juna.


Saat mereka sampai di rumah yang di sebut Alvan...betapa sangat terkejutnya mereka karena sudah ada banyak warga yang berada di rumah itu dan tak lupa ada bendera kuning di depan rumahnya.


Melihat hal itu hati Alvan begitu bergemuruh tak menentu...pikiran-pikiran negatif pun menghampiri otak kecilnya,sehingga tak terasa tetesan air mata meleleh di pipinya.


''Nenek.''lirihnya.


Kemudian dia dan yang lainnya turun dari mobil melangkah menuju ke dalam rumah.


''Alvan.''sapa salah seorang warga yang ternyata adalah RT disana.


''Kamu dari mana saja?''tanyanya.'' Tadi kami mencarimu di tempat biasa kamu menjual koran dan menyemir sepatu tapi kamu gak ada.''tuturnya.''Yang sabar ya Al.''katanya lagi.


''Nenek.''seru Alvan lalu melangkah dengan tergesa menuju kedalam rumah di ikuti Aurora,Shanum,Jane dan Viana tentunya,sedangkan Arya berbincang dengan pak RT di luar.


Begitu terenyuhnya Arya saat mendengar bagaimana kehidupan Alvan dan sang nenek...miris sekali saat anak sekecil itu yang seharusnya sekolah,belajar,bermain malah di sibukkan dengan merais rezeki kesana kemari untuk menyambung hidupnya dan sang nenek.


*****


''Nenek...hiks...hiks...hiks...''tangis Alvan.


''Sabar ya Al...''kata bu' RT yang menenangkan Juna.


Melihat Alvan yang terpuruk seperti itu membuat hati Shanum sakit lalu dia pun melangkah mendekati bocah itu.


''Alvan...''panggil Shanum dengan sebelah tangannya menyentuh sebelah pundak Alvan dan refleks Alvan pun langsung membalikkan badannya dan memeluk Shanum.


''Yang sabar ya nak...nenek kamu sudah tenang di sana...kasihan nenek kalau kamu seperti ini.''ucapnya saat bocah itu memeluk dirinya.


''Alvan sudah gak punya siapa-siapa sekarang...hiks...hiks...kenapa semuanya ninggalin Alvan...hiks...hiks...hiks...''kata bocah itu dalam tangisnya.


''Shutt...siapa bilang kamu gak punya siapa-siapa...masih ada kami nak yang akan selalu ada buat kamu...''ucap Shanum saat bocah itu semakin mengeratkan pelukannya.


''Hai jagoan...sudah dong nangisnya kasihan nenek kamu.''kata Arya yang baru masuk kedalam rumah yang sangat-sangat sederhana itu.''Sekarang lebih baik kita segera sholatkan nenek kamu dan kita antarkan ke peristirahatan terakhirnya.''katanya lagi.''Nenek kamu pasti sedih kalau melihat cucunya kayak gini...''lanjut Arya.

__ADS_1


''Bener nak...ayo sekarang kita sholatkan nenek kamu dan do'akan semoga beliau di tempatkan di tempat yang terbaik disisi-Nya.''bujuk Shanum dan akhirnya Alvan pun mengikuti kata-kata pasangan suami istri itu.


Sedangkan Aurora dia sudah menangis sesegukan tanpa bisa berkata-kata melihat Alvan.


Acara pemakaman begitu cepat dan lancar setelah itu di lanjutkan dengan acara tahlilan di rumah Alvan.


Saat menuju ke pemakaman Arya sudah menghubungi manager restorannya yang terletak tidak jauh dari sana untuk mengirimkan makan untuk acara tahlilan.


*****


''Hai boy,apa kamu mau ikut kami pulang?''tanya Arya,tapi bocah itu menggelengkan kepalanya.


''Huufffh...baiklah kalau begitu kami pulang dulu dan kamu di sini akan di temani oleh beberapa bodyguard om.''ucap Arya tapi anak itu hanya diam.


''Kami pulang dulu ya sayang...besok kami kesini lagi.''ucap Shanum sambil merengkuh tubuh kecil itu di dalam dekapannya.


''Jane,Viana...kalian sementara di sini dulu menemani Alvan sampai maid yang di kirim oleh pak Nuh tiba.''ucap Arya.


''Baik tuan muda.''jawab mereka berdua.


Kemudian mereka bertiga melangkah keluar,saat sudah berada di dalam mobil dia menghubungi pak Nuh untuk mengirimkan dua maid agar bisa menemani Alvan di sana.


*****


''Alvan kasihan sekali ya by...''kata Shanum yang saat ini sudah terbaring di tempat tidurnya bersama sang suami.


''Iya kamu benar sayang...anak sekecil itu sudah merasakan betapa pahitnya kehidupan.''ucap Arya.


''By,Alvan kan sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi...bagaimana kalau kita mengadopsinya.''usul Shanum.


''Aku setuju dengan usul kamu yank.''jawab Arya.''Aku hubungi Gery dulu untuk menanyakan tentang anak yang mengeroyoknya tadi dan juga menyuruhnya untuk mengurus semua berkas pengabdosian Alvan.''kata Arya lalu meraih ponselnya yang berada di atas nakas di samping tempat tidur.


''Halo Ger.''sapa Arya begitu sambungan terhubung.


''.....''


''Bagaimana anak-anak tadi?''tanya Arya.


''.....''


''Bagus.''ucap Arya.''Aku ada tugas satu lagi buat kamu...tolong urus berkas pengabdosian seorang anak untukku.''katanya.


''.....''


''Untuk datanya besok aku kirimkan ke kamu atau kamu besok datang saja ke kantor.''kata Arya.


''.....''


''Ok,terimakasih.''ucap Arya lalu memutuskan sambungan teleponnya.


*****

__ADS_1


Bab ini aku revisi...jangan lupa kasih terus dukungannya...beri like,vote,gift juga komen...terimakasih...😊🙏


__ADS_2