
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Hari-hari berikutnya setelah makan siang di restoran beberapa waktu lalu, Shanum sudah bersikap normal seperti biasa...sudah tidak terlalu memikirkan semua ancaman dari Ny.Rima,hubungannya dengan sang kekasih hati juga semakin dekat dan hangat.
Terkadang Arya menyempatkan diri untuk dapat mengantar dan menjemput Shanum ke Rumah Sakit,terkadang jika ada waktu senggang pun dia akan mengajak Shanum, Henry juga Lila untuk makan siang bersama.
Benar-benar hubungannya dengan Shanum sudah berjalan dengan baik,sudah selayaknya pasangan kekasih yang saling mencintai satu sama lainnya.
Hubungan Henry dan Lila pun sudah semakin dekat,karena sering bersama hingga timbullah benih-benih cinta diantara mereka...ya saat ini Henry sudah menjalin hubungan dengan Lila...mereka menjadi sepasang kekasih.
*****
Hari ini Shanum harus berangkat ke Rumah Sakit sendiri di karenakan Arya sedang ada metting penting pagi ini dan juga hari ini dia sangat sibuk...jadwalnya padat sekali,jadi dia tidak bisa untuk mengantar ataupun menjemput Shanum .
*****
Dret...dret...dret...
''Assalamualaikum sayang...''salam Arya.
''Wa'alaikum salam mas..''jawab Shanum.
''Sayang...maaf ya hari ini aku gak bisa anter kamu kerumah sakit....''ucap Arya sedih.
''Iya gak apa-apa mas.''kata Shanum.
''Sekali lagi maaf ya sayang,soalnya hari ini agenda aku padat banget,aku ada metting dari pagi.''jelas Arya.
''Iya gak apa-apa mas...udah sana sarapan dulu baru berangkat dan hati-hati ya mas,juga semoga hari ini kerjaan kamu berjalan lancar semuanya...''kata Shanum.
''Iya sayang...kamu juga hati-hati ya bawa mobilnya...o iya sayang udah dulu ya...tu si Henry udah nungguin... assalamualaikum sayang.''kata Arya.
''Iya... wa'alaikum salam mas.''tutup Shanum.
*****
''Pagi semua...''sapa Shanum.
''Pagi...''jawab ayah,bunda juga Satria.
''Sarapan dulu sayang.''suruh bunda.
''Iya bun.''jawab Shanum singkat.
''Nak Arya hari ini jemput kamu gak nak?''tanya bunda.
''Enggak bun.''jawab Shanum sambil memakan makanannya.
''Kenapa nak?kamu gak lagi ada masalah atau berantem sama dia kan nak?''tanya ayah.
''Enggak yah,hari ini dia sibuk banget,katanya ada metting penting dari pagi.''jelas Shanum.
''Aku itu salut lo sama bang Arya,walopun keadaan dia kayak gitu tapi dia itu bisa ngurus perusahaan segitu gedenya dan kelihatan banget si kalo dia itu pekerjaan keras.''kata Satria.
''Kamu bener banget Sat,makanya kita itu tidak boleh melihat orang cuma dari luar atau fisiknya saja.''kata bijak ayah.
''Ayah...bunda...aku berangkat dulu ya, assalamualaikum.''pamit Shanum.
''Wa'alaikum salam.''jawab yang ada di ruang makan.
__ADS_1
''Hati-hati di jalan ya nak,jangan ngebut-ngebut.''nasehat bunda.
*****
Sedangkan di tempat lain ada beberapa orang dengan rencana jahatnya.
Tut...Tut...Tut...
''Halo...aku mau kamu jalankan apa yang sudah aku perintahkan padamu hari ini juga. dan jangan ada kesalahan sedikit pun.''perintah Ny.Rima.
''.....''
Lalu Ny.Rima mengakhiri panggilan teleponnya.
''Bagaimana mi?''tanya Adi.
''Kita lihat saja nanti.''kata Ny.Rima dengan senyum jahatnya.
*****
''Tumben berangkat sendiri bu'...?''tanya Lila ketika mereka bertemu di parkir Rumah Sakit.
''Alah pura-pura gak tau bu'...masa mesti aku jelasin lagi kalo mereka berdua hari ini lagi sibuk banget.''jawab Shanum dan Lila nyengir kuda menampilkan gigi putihnya.
''Entar siang makan berdua di kantin ya Sha?kata Lila.
''Ok.''jawab Shanum singkat lalu masuk ke ruangannya.
*****
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore...sudah waktunya untuk Shanum juga Lila pulang.
''Iya aku beresin ini sebentar.''kata Shanum sambil membereskan mejanya.
''Udah yuk.''kata Shanum setelah beberapa saat sambil menyambar tasnya.
Kemudian mereka jalan beriringan menuju ke parkiran.
*****
''Bey Sha...''kata Lila menuju ke arah mobilnya yang terletak agak jauh dari mobil Shanum.
Bruk...
Baru melangkah beberapa langkah sontak Lila membalikkan badannya karena mendengar sesuatu.
''Shanum...!''teriak Lila melihat sang sahabat tergeletak.
Semua orang yang mendengar teriakan Lila langsung menuju kearah suara Lila.
''Sha...bangun Sha... Sha...''kata Lila dengan berderai air mata sambil memangku kepala dan sedikit mengguncang badan Shanum.
''Dokter Lila ayo bawa dokter Shanum ke dalam untuk mendapatkan perawatan.''kata salah seorang perawat pria yang sigap dan sudah membawa brangkar.
''Iya..''jawab Lila.
''Sha...bangun Sha...kamu harus kuat Sha...bertahanlah Sha...''gumam Lila sambil terus menggenggam tangan Shanum menuju ruang tindakan.
*****
Begitu Shanum masuk ke ruang tindakan Lila lalu menghubungi orang tua Shanum.
__ADS_1
Tut...Tut...Tut...
''Halo assalamualaikum.''suhut ayah Bayu.
''Hal...halo ayah...wa'alaikum salam.''jawab Lila.
''Ada apa nak?''tanya ayah Bayu.
''Sha...Shanum yah...Shanum kecelakaan,sekarang sedang di tangani dokter.''kata Lila.
''Apa...?baik nak sekarang juga ayah sama bunda ke Rumah Sakit.Assalamualaikum.''tutup ayah.
''Wa'alaikum salam.''ucap Lila.
*****
''Halo assalamualaikum Sat.''salam Lila.
''Wa'alaikum salam,ada apa tumben telepon?''tanya Satria.
''Sat... Shanum kecelakaan sekarang lagi di tangani dokter.''jelas Lila.
''Apa kak?ya udah kak aku kesana sekarang,ayah sama bunda udah tau belum kak?''kata Satria.
''Udah Sat mereka sedang menuju ke sini.Udah ya Sat...Assalamualaikum.''kata Lila.
''Wa'alaikum salam.''ucap Satria lalu dia menghubungi Angel sang kekasih.
*****
Tut...Tut...Tut...
Lama sekali hingga beberapa kali Lila harus menghubungi Henry.
Sedangkan di tempat lain Henry dan Arya tengah melakukan metting penting dengan klien perusahaan.
''Angkat dulu Hen,siapa tau penting.''kata Arya setelah beberapa kali mendengar suara dering telepon Henry.
''Baik tuan muda.''kata Henry.
Setelah beberapa saat kemudian Henry membisikkan sesuatu ke telinga Arya dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang barusan dia dengar.
''Maaf tuan bisakah metting ini kita lanjutkan lain waktu?''tanya Arya pada sang klien.
''Iya tidak apa-apa tuan Arya...kita bisa jadwal ulang.''kata klien Arya yang melihat wajah paniknya dan dia berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi karena selama bekerja sama tidak pernah ada kejadian seperti ini.
''Terimakasih tuan,saya undur diri.''kata Arya sopan.
''Iya tuan Arya.''kata kliennya tak kalah sopan.
*****
Kecemasan,panik,gelisah,sedih...itulah yang dirasakan oleh Arya saat ini... memikirkan sang pujaan hati yang kecelakaan membuat hatinya gundah juga sakit...
''Saya mohon tenanglah tuan muda...''kata Henry yang sebenarnya tidak tega melihat tuan mudanya bersedih.
''Bagaimana aku bisa tenang Hen mendengar Shanum kecelakaan bahkan keadaannya seperti apa sekarang saja aku belum tau.''tutur Arya.
''Bisa lebih cepat sedikit.''kata Arya pada sang sopir.
''Baik tuan muda.''kata sopir.
__ADS_1